
Di salah satu mobil yang tengah melaju menyusuri jalanan yang nampak padat. Aidan yang tengah berada di dalam mobil itu msih bertanya-tanya Kakek buyutnya itu ingin membawanya kemana.
"Kek, sebenarnya kita mau kemana?" tanya Aidan menatap sang Kakek yang sudah nampak keriput-keriput di wajahnya yang memang sesuai dengan usia sang Kakek.
"Nanti kamu juga tau" jawab sang Kakek Arsen dengan penuh rahasia.
Aidan pun diam setelah mendengar jawaban dari Kakeknya itu. Aidan di bawah dengan Kakeknya setelah pulang dari tk, bahkan Aidan saat ini masih memakai pakaian tknya. Karena saat pulang tk Aidan langsung ikut dengan sang Kakek, sedangkan Airin langsung di bawa pulang ke Mansion. Hingga, akhirnya mereka tiba di salah satu Mansion yang nampak sedikit seram dari luarnya.
Aidan hanya mengikuti sang Kakek yang di bantu oleh para pengawal ke kursi roda agar bisa dibantu masuk ke dalam Mansion. Mansion ini berada di tempat terpencil dan memiliki pekarangan yang sangat luas dikelilingi pohon-pohon tinggi disekitarnya yang terawat rapi.
Saat pintu Mansion terbuka, Aidan kaget tiba-tiba melihat banyak pria dan wanita yang berbaris rapi di depan mereka. Aidan menatap Kakeknya yang nampak biasa saja.
"Selamat datang King A" ucap semuanya serentak menyambut kedatangan Kakek Arsen.
__ADS_1
"Hmm" Kakek Arsen hanya berdehem dan mengangguk balasan mereka.
"Loh bukannya anak buah Kakek buyut udah berpindah tangan ke Paman Renald?" ceplos Aidan bertanya dengan wajah herannya.
Kakek Arsen tersenyum smirk mendengar ucapan dari cicitnya itu. Tanpa menjawab, Kakek Arsen langsung mengatakan sesuatu ke pasukannya.
"Saya kesini hanya ingin mengumumkan bahwa dia cicit saya Aidan yang akan menggantikan saya ketika sudah cukup umur memimpin kalian semua!" tegas Kakek Arsen mengumumkan hal itu kepada semua bawahannya.
Wajah Aidan yang beberapa detik lalu heran langsung berubah datar menatap sang Kakek buyut.
"Bisa dijelaskan ada apa ini?" tanya Aidan dengan wajah datarnya.
"Hah" Kakek Arsen menghela nafas mendengar pertanyaan cicitnya itu.
__ADS_1
"Ikut Kakek!" Kakek Arsen memberi kode ke bawahannya untuk mendorongnya ke tempat privasi Kakek Arsen yang tidak dapat sembarangan orang bisa masuk di tempat itu bahkan orang kepercayaannya sekalipun jika bukan tanpa seizin dari Kakek Arsen.
Saat sampai di ruangan Kakek Arsen langsung mulai membuka pembicaraan apalagi saat melihat wajah cicitnya yang menatap dirinya datar.
"Ekhem, jadi gini Kakek kan suruh kamu belajar beladiri dari kecil kan nah karena Kakek mau memberikan kedudukan Kakek untuk kamu. Dan jangan menolak, Daddy kamu sudah cukup yang menolak, Kakek harap kamu bisa meneruskan hal ini lagi pun kamu bisa kan memakai kedudukan ini untuk kebaikan" jelas Kakek Arsen menatap memohon Aidan.
"Kenapa harus Aidan? Kenapa nggak anak Paman Renald saja?" tanya Aidan dengan wajah datarnya.
"Kan Paman Renald sudah Kakek berikan hal itu jadi nanti anaknya juga yang akan mewarisi itu, lagi pun kamu cicit laki-laki kandung Kakek dari cucu Kakek satu-satunya. Jadi, Kakek mau kamu mewarisi ini, bukannya bagus kalau kamu memiliki kekuasaan ini agar nanti kamu bisa melindungi orang-orang kesayangan kamu." Kakek Arsen berhenti sejenak lalu melanjutkan kembali. "Sebelum kamu nolak, biar Kakek buyut beritahu dulu mereka itu bertugas untuk apa, mereka itu-"
"Mata-mata," potong Aidan.
"Eh, haha kamu memang cicit Kakek" ujar Kakek Arsen dengan nada bangganya.
__ADS_1