Ternyata Dia Milyader!

Ternyata Dia Milyader!
Mengundang


__ADS_3

Keesokan harinya, semuanya kembali seperti biasa dengan Aidah yang pergi ke Perusahaan lagi untuk bekerja sebagai sekretaris suaminya.


Andrew dan Aidah saat ini tengah berkutat dengan pekerjaan mereka, tapi pekerjaan Aidah sangat sedikit saja hari ini.


"Mas, semuanya sudah aku kerjakan. Apa ada lagi yang bisa aku kerjakan atau bantu?" tanya Aidah sembari menatap suaminya yang tengah fokus berkutat dengan laptop di depannya.


"Nggak ada lagi sayang, kamu duduk saja" ucap Andrew melirik sejenak istrinya, lalu kembali menatap laptopnya dan mengerjakan tugas-tugasnya.


Aidah hanya menghela nafas, lalu duduk saja di bangkunya dengan menaruh kepalanya di meja sembari menatap suaminya yabg tengah fokus.


'Mas Andrew memang sangat tampan' puji Aidah dalam hati.


"Mas tau, Mas tampan sayang, jadi nggak usah di lihatin seperti itu sekali nanti Mas tergoda lagi" ucap Andrew tiba-tiba, dengan melirik istrinya sejenak.


"Eh" Aidah kaget mendengar ucapan Andrew yang tiba-tiba dan tepat sasaran.


"Oh yah Mas, Aidah udah siap untuk membicarakan masalah itu dengan keluarganya Renald" ujar Aidah saat tiba-tiba mengingat kembali pertanyaan suaminya semalam yang bertanya apakah dia siap atau tidak untuk bertemu dengan keluarga Renald dan membicarakan semuanya agar tidak ada kesalahpahaman.


Andrew berhenti berkutat dengan laptopnya saat mendengar ucapan istrinya itu yang tiba-tiba.


"Serius sayang? Kamu nggak terpaksa kan, Mas juga sudah menyelidiki semuanya, mungkin bentar malam baru terkumpul semua tentang yang terjadi di masa lalu" ujar Andrew sembari menatap serius wajah istrinya.


Aidah mengangguk, "Iya Mas, Aidah serius. Aidah mau secepatnya masalah ini selesai, bukankah ada Mas dan keluarga Mas juga yang akan mendukung Aidah, jadi Aidah tidak masalah selama Mas dan semuanya ada mendampingi Aidah" ujar Aidah dengan senyum cerahnya.


"Baiklah sayang, Mas akan beritahu masalah ini ke Tante Ana agar Tante Ana bisa memanggil Renald dan keluarganya ke Mansion" ucap Andrew yang ikut tersenyum cerah, karena istrinya tidak seperti kemarin lagi yang kaget dan bengong akibat perkataan Renald.


"Bagaimana kalau malam ini saja Mas? Soalnya kan sekalian kita bahas dengan yang Mas katakan tadi kan kalau data mengenai semua yabg terjadi di masa lalu akan terkumpul sebentar malam?" tanya Aidah.


"Eh, baiklah kalau itu mau kamu Mas ikut aja. Kalau gitu Mas hubungi Tante Ana sekarang saja" jawab Andrew.


Aidah mengangguk mendengar ucapan suaminya.


Andrew merogoh kantong celananya, lalu mengambil handphonenya dan langsung menghubungi Tantenya.


Telfon pun tersambung, karena Tante Ana langsung menjawab panggilan Andrew dari sebrang sana.


"Ada apa sayang? Apa ada masalah dengan Aidah?" tanya Tante Ana khawatir dari sebrang telfon.

__ADS_1


"Nggak Tan, bukan itu yang mau Andrew bicarakan!" jawab Andrew.


"Hah syukurlah, terus apa yang mau kamu bicarakan?" tanya Tante Ana, dengan helaan nafas leganya.


"Aidah katanya sudah siap untuk membicarakan semuanya Tan, dan Aidah mau kalau kita membicarakan dengan keluarga Wikram bentar malam saja sekalian semua bukti dan data yang telah Andrew kumpulkan juga akan terkumpul semua bentar malam" ujar Andrew.


"Apa!! Ai..Aidah beneran sudah setuju nak?" tanya Tante Ana memastikan dengan raut wajah kagetnya.


"Iya Tan, Aidah sendiri yang barusan bilang dengan Andrew, nggak mungkinkan Andrew mau berbohong" ujar Andrew serius.


"Hah, baiklah. Kalau begitu Tante akan hubungi Arina, supaya datang bentar malam" ucap Tante Ana dengan helaan nafasnya.


"Iya, Tan. Kalau begitu Andrew tutup dulu telfonnya. Assalamualaikum."


"Iya sayang, Waalaikumsalam."


Panggilan itu pun terputus.


"Bagaimana Mas, apa kata Tante?" tanya Aidah penasaran, karena Aidah hanya mendengar samar-samar.


"Iya begitu Tante juga terkejut, tapi kata Tante, Tante akan hubungi keluarga Wikram untuk datang ke Mansion bentar malam kita tunggu saja semuanya sayang" ucap Andrew.


******


Di sisi lain, di Mansion setelah telepon tertutup. Kebetulan Tante Ana dan yang lain saat ini tengah berkumpul di ruang keluarga, semuanya pun menatap Ana penasaran.


"Apa yang Andrew katakan Mom?" tanya Nathan penasaran ke istrinya.


"Iya, apa yang di katakan kak Andrew Mom??" tanya Cika juga penasaran.


"Hah, katanya Aidah sudah setuju untuk berbicara mengenai masalah itu dengan keluarga Wikram. Jadi, Andrew menyuruh Mom untuk menghubungi Arina" jawab Ana dengan helaan nafasnya.


"Apa! beneran An?" tanya Nita kaget.


"Iya Nit, makanya ini aku mau hubungi Arina agar masalah ini dapat jalan terbaiknya" ujar Ana, lalu mencari nama Arina di ponselnya dan menelfon Arina.


"Speaker Mom!!" ucap Nathan sebelum telfon itu tersambung.

__ADS_1


Ana mengangguk, lalu menyalakan speaker.


Telfon pun tersambung, orang yang berada di sebrang telfon mengangkat panggilan Ana.


"Ada apa An? Tumben nelfon?" tanya Arina dari sebrang telfon.


"Ini Rin, aku mau ajak kamu ke Mansion Andrew bentar malam dengan semuanya yah suami serta anak-anak kamu" ujar Ana.


"Hah? Ada apa nih? Apa ada acara lagi??" tanya Arina sedikit kaget tiba-tiba di ajak.


"Nggak Rin. Tapi, ini ada masalah dengan menantu ku" jelas Ana.


"Ha? Menantu maksud kamu siapa? Bukannya Cika belum nikah?" tanya Arina kembali dengan herannya.


"Bukan, Cika memang belum nikah. Maksud aku istrinya Andrew, dia kan menantu aku juga. Aku to the point aja yah, mungkin Renald anak kamu belum kasih tau kalau perempuan yang dia temui kemarin itu menantuku istrinya Andrew!!" ujar Ana memberitahu dengan serius.


"Ha? Tunggu maksud kamu masalah adik itu?!!" tanya Arina lagi memastikan dengan mimik wajah terkejutnya.


"Ada apa Mom?" tanya suami Arina saat melihat mimik terkejut istrinya saat bicara dengan Ana di telfon.


Arina hanya menggeleng menatap suaminya, lalu menyuruh suaminya untuk diam.


Semua yang di Mansion Andrew juga mendengar suara suami Arina itu.


"Iya Rin, masalah adik itu. Jadi, aku mau ajak kamu ke Mansion beserta yang lainnya untuk membahas masalah ini, kami tidak mau ada kesalahpahaman di sini, kami mau semuanya di luruskan malam ini juga" ujar Ana dengan serius.


"Apa!! Jadi beneran, yang Renald bilang ke kami masalah adik itu adalah Aidah istrinya Andrew?!!" tanya Arina lagi membelalakkan matanya terkejut dan merasa tak percaya.


"Iya, jadi datang yah bentar malam. Kami semua menunggu kedatangan kalian bentar malam di Mansion Andrew yang tempat pesta beberapa Minggu lalu" ucap Ana memberitahu.


"Hmm, baiklah. Kalau begitu aku tutup dulu" ucap Arina juga dengan pelan, lalu menutup telpon.


Setelah Arina menutup telfon, Elvin suaminya langsung bertanya dengan rasa penasarannya.


"Ada apa Mom? Apa ada masalah mengenai Renald yang berkata mengenai adik kemarin?? Tapi apa hubungannya dengan Ana??" tanya Elvin penasaran, apa lagi melihat wajah istrinya yang tegang.


"Ternyata yang Renald anggap adik adalah Aidah istri dari Andrew yang beberapa Minggu lalu kita temui Dad" jawab Arina pelan menatap lesuh suaminya, entahlah hatinya merasa tidak tenang dan tidak percaya dengan semuanya saat ini.

__ADS_1


"APA!!" Elvin terbelalak kaget mendengar jawaban istrinya.


__ADS_2