
Setelah makan, mereka berdua kembali ke Perusahaan.
Tapi yang mengejutkan baru saja mereka sampai, ternyata sudah ada seseorang yang menunggu kedatangan mereka di gerbang sedari tadi.
"Sayang!!" ujar seseorang itu senang saat melihat mobil Andrew melintas.
Seseorang itu pun mengejar mobil Andrew masuk ke area Perusahaan.
Saat mobil Andrew sampai di depan Perusahaan, Andrew pun keluar dahulu karena ingin membuka pintu u tuk istrinya. Tapi, seseorang tiba-tiba menggenggam tangannya.
"Sayang, kamu sudah tidak marah lagi kan sama Mama? Mama udah beri kamu waktu untuk berfikir dan menerima Mama, jadi sekarang kamu tidak marah lagi kan?" tanya seseorang itu yang ternyata Mama Andrew yang kemarin tiba-tiba datang ke kediaman Andrew.
Andrew yang tiba-tiba pergelangan tangannya di pegang oleh seseorang yang baru datang itu pun sedikit terkejut dan kesal. Apa lagi setelah melihat siapa orang di depannya itu dan mendengar semua ocehan orang di depannya.
Andrew menatap tajam tangan Mamanya yang menggenggamnya. Mama Andrew yang melihat tatapan tajam anaknya yang mengarah ke tangannya pun langsung melepaskan tangannya.
"Kenapa anda menemui saya lagi?!" tanya Andrew dingin.
"Sayang, maaf. Karena kamu tidak biarkan Mama menemui mu di Mansion, jadinya Mama terpaksa menemui mu di Perusahaan" ujar Mama Andrew dengan raut wajah pura-pura sedih dan kasihannya.
Orang di sekitar yang berada di luar area Perusahaan yang melihat kejadian dan mendengar semua perkataan Mama Andrew itu pun saling berbisik dan mengutarakan pendapat mereka masing-masing.
Aidah yang melihat situasi tidak bagus pun keluar dari mobil, lalu menghampiri suaminya.
"Sayang, sebaiknya kita bicarakan baik-baik di dalam!" ujar Aidah. Karena bagaimana pun ini termasuk masalah dan aib keluarga suaminya, jadi orang luar tidak perlu tau mengenai hal ini.
"Hmm, anda dengarkan?" ujar Andrew ke Mamanya, lalu masuk duluan dengan menggandeng Aidah.
'Ck, dasar anak kurang ajar!!' batin Mama Andrew menatap jengkel Andrew.
Mama Andrew pun mengikuti Andrew masuk ke dalam Perusahaan. Saat sampai di dalam Mama Andrew langsung terpukau dengan kemewahan Perusahaan ini.
'Perusahaan ini memang pantas menjadi Perusahaan raksasa, interiornya sangat berkelas dan mewah. Sebentar lagi aku pasti bisa menjadi Bos di Perusahaan megah ini' batin Mama Andrew tersenyum licik.
Mereka bertiga naik ke lantai teratas, setelah sampai mereka masuk ke dalam ruangan Andrew. Saat masuk, Mama Andrew juga terpukau kembali dengan ruangan anaknya yang sungguh sangat cantik dan mewah.
__ADS_1
Andrew dan Aidah duduk bersebelahan, sedangkan Mama Andrew duduk di sofa di depan mereka berdua.
"Ada masalah apa lagi anda menemui saya? Sudah saya katakan kan, kalau saya tidak mau menemui anda lagi?!!" tegas Andrew.
"Mama ingin bicara berdua saja dengan kamu sayang" ujar Mama Andrew.
"Eh, kalau begitu saya per-" ucapan Aidah langsung di potong oleh Andrew.
"No, kalau anda ingin bicara silahkan bicara sekarang!! Anda tidak berhak mengusir istri saya, karena istri saya berhak tau apa pun itu tentang saya tidak ada yang perlu di tutup-tutupi" tegas Andrew menghalangi istrinya yang ingin pergi itu, sembari menatap tajam Mamanya.
'Dasar anak s*alan, tidak tau diri cih' umpat Mama Andrew dalam hati.
"Sayang, Mama tau Mama salah ninggalin kamu dan Daddy kamu dulu, tapi percaya sama Mama, Mama menyesal ninggalin kalian yang saat itu sedang terpuruk. Mama ingin meminta maaf dengan kamu dengan tulus, dan ingin kamu juga bisa memaafkan Mama sayang, bagaimana pun aku adalah ibu kandung mu" ujar Mama Andrew dengan raut wajah sedih dan kasihannya.
"Kenapa sekarang anda baru merasa sadar kalau anda bersalah? Kenapa tidak dari dulu anda merasa kalau anda bersalah?!!" tanya Andrew memojokkan Mamanya.
Mama Andrew terdiam sejenak mendengar perkataan anaknya, sembari mengepalkan tangannya kesal.
"Ma...maaf sayang, Mama sudah cari kamu pernah di rumah lama tapi kamu tidak ada jadi Mama tidak tau harus mencari kamu kemana. Hingga, akhirnya beberapa hari yang lalu saat berita kamu di tayangkan ke publik, Mama baru tau tentang kamu jadi Mama buru-buru mencari dan menemui kamu sayang" ujar Mama Andrew sekali lagi dengan raut wajah sedih dan kasihannya.
"Bu..bukan seperti itu sayang, sebenarnya-"
"Sudah, saya capek!! Sebaiknya anda pulang sekarang!" ujar Andrew dingin.
"Sayang, biar Mama jelaskan-"
"Anda mau pergi sekarang? atau perlu pakai cara kekerasan terlebih dahulu?" tanya Andrew dingin.
"Ba...baiklah" jawab Mama Andrew dengan senyum pura-pura pedihnya. Mama Andrew diam-diam mengepalkan tangannya mendengar pengusiran kedua kalinya ini.
"Kalau begitu Mama pergi dulu yah sayang, nanti Mama temuin kamu lagi. Kamu sibuk saja dulu" ujar Mama Andrew dengan senyum, lalu pergi dari ruangan.
Saat baru sampai di luar ruangan Mama Andrew langsung menampakkan wajah kesalnya.
'Dasar anak tidak tau diri, seharusnya semua harta benda ini milikku bukan kamu!!' batin Mama Andrew sembari mengepalkan tangannya, lalu pergi meninggalkan Perusahaan.
__ADS_1
Sementara itu di dalam ruangan.
Aidah menghela nafas melihat raut wajah dingin dan datar suaminya.
"Sayang" ucap Aidah lembut dengan menggenggam tangan suaminya.
"Iya? Eh" Andrew kaget saat tersadar mendengar perkataan sayang yang keluar dari mulut istrinya.
"Sayang?" tanya Andrew terkejut.
"Iya, kenapa? Apa Aidah nggak boleh panggil Mas sesekali sayang?" tanya Aidah heran.
"Ngak, tentu boleh dong sayang!! Mas senang kamu panggil Mas sayang" ucap Andrew dengan tersenyum.
Aidah ikut tersenyum manis, melihat raut wajah suaminya kembali tersenyum lagi. "Baiklah, Aidah akan sering-sering panggil Mas sayang" ujar Aidah.
******
Di tempat lain, di sebuah Mansion megah seorang laki-laki nampak tengah mencari sesuatu di kamarnya.
Bruk brak (Suara barang-barang yang berjatuhan).
Cklek
"Astaghfirullah, ada apa ini? Kenapa kamar kamu seperti kapal pecah?!" tanya seseorang yang baru saja masuk ke kamar itu karena mendengar suara barang-barang cukup keras yang berjatuhan ke lantai, dan saat membuka pintu melihat dalam kamar itu sudah seperti kapal pecah.
"Mom!" ucap pria itu yang tengah mencari sesuatu kepada seseorang yang baru saja masuk ke kamarnya yang ternyata adalah Momnya.
Pria itu adalah Renald, setelah pulang dari warung Renald sibuk membongkar-bongkar kamarnya mencari sesuatu penting baginya.
"Ada apa sih ini?! Kenapa kamar kamu berantakan seperti ini nak, kamu lagi cari apa memangnya?!" tanya wanita paruh baya itu heran dan terkejut dengan tingkah anaknya, padahal biasanya anaknya ini paling anti jika kamarnya berantakan.
"Mama lihat nggak foto adik waktu bayi?!" tanya Renald.
"Ha? Kenapa kamu menanyakan foto itu sayang?" tanya Mama Renald kaget mendengar pertanyaan itu tiba-tiba dari anak sulungnya.
__ADS_1