Ternyata Dia Milyader!

Ternyata Dia Milyader!
Hadiah Terindah


__ADS_3

Pepohonan yang melajung tinggi dengan bunga-bunga yang nampak indah seperti lautan di sekelilingnya dan udara yang sejuk semerbak menyapa Aidah dan Andrew saat sampai di sebuah taman yang sangat indah dan sejuk. Karena pepohonan-pepohonan ini lah rasanya sejuk padahal matahari tengah terik-teriknya, tetapi terhalang dengan pepohonan-pepohonan yang ada.


Andrew merangkul istrinya sembari menyelusuri jalan yang berumput pendek serta bunga-bunga yang indah.


"Kita dimana ini Dad? Tamannya sangat indah sekali" ujar Aidah dengan mata berbinar-binarnya melihat taman indah di depannya ini, apalagi dengan udara sejuk yang menyapanya.


Andrew nampak tersenyum senang melihat senyuman yang terpancarkan di wajah sang istri.


"Ini Dad siapkan khusus untuk Mom dan anak-anak kita baby Ai dan jika masih ada adik-adiknya kelak" jawab Andrew sembari melihat hasil yang sudah dirancangnya ini sudah nampak sangat indah.


Ia sengaja membuat taman indah ini untuk istri dan anak-anaknya, karena ia tau istrinya itu tidak terlalu suka dengan perhiasan ataupun mas dan perhiasan lainnya. Istrinya lebih suka dengan hal yang indah dan alami.


Aidah menoleh kaget menatap suaminya itu.

__ADS_1


"Sejak kapan Dad? Kok Mom nggak tau?" tanya Aidah dengan raut wajah bingung dan kaget pastinya.


Andrew mencolek hidung pesek istrinya sembari berkata, "Kalau Dad beritahu yah namanya bukan kejutan dong Mom. Bagaimana Mom suka nggak?" tanya balik Andrew.


Aidah berusaha menahan senyum bahagianya mendapatkan kejutan seperti ini.


"Mmm gimana yah?" gumam Aidah pura-pura sedang berfikir dengan senyum tertahannya.


"Kalau Mom nggak suka, Dad suruh hancurin lagi nih" gurau Andrew saat melihat istrinya pura-pura berfikir.


"Tapi, dari mana Dad dapat ide seperti ini?" tanya Aidah sembari mendongakkan kepalanya menatap sang suami yang lebih tinggi beberapa centimeter darinya.


"Dari hati Mom dong" gombal receh Andrew dengan kedipan matanya sedikit menunduk menatap wajah istrinya itu.

__ADS_1


Aidah terkekeh geli mendengar ucapan suaminya itu.


"Terus dari kapan Dad buat ini?? Ini sangat indah loh Dad, tidak mungkin jadinya cepat kan?" tanya Aidah lagi dengan rasa penasarannya, karena ia sama sekali tidak tau masalah ini.


"Satu tahun yang lalu Mom" jawab Andrew singkat dengan menyentuh rambut istrinya yang nampak terbang diterpa angin yang seolah ikut menjadi melodi indah merasakan kebahagiaan pasangan ini.


"Wah, beneran Dad?" tanya Aidah dengan wajah kagetnya mendengar jawaban suaminya. Ia bahkan tidak terpikirkan apapun saat itu, tapi suaminya malah sudah memikirkan hal ini untuk dirinya dan anak-anak mereka.


Taman ini dekat dengan Mansion utama milik Andrew ini, ia sengaja membuatnya dekat agar istri dan anak-anaknya yang ingin bermain bisa ke tempat ini, tapi Aidah yang sudah lumayan lama juga tinggal di Mansion utama itu tak tau kalau ada pembangunan taman di tempat ini. Ia hanya pernah dengar kalau ada sesuatu yang di bangun, ia tidak tau kalau yang ternyata dibangun itu adalah taman untuk dirinya khusus dari suaminya.


Andrew hanya mengangguk dengan senyumnya menatap wajah istrinya yang selalu nampak cantik dimatanya dari awal hingga saat ini dan insya Allah hingga akhir hidupnya.


Aidah lagi-lagi dibuat terharu dengan apa yang dilakukan suaminya itu, sebenarnya ada rasa insecure juga dalam dirinya karena dia tidak bisa memberikan apa-apa ke suaminya seperti yang suaminya selalu berikan kepadanya.

__ADS_1


"Makasih banyak yah Dad, dan maaf kalau Mom tidak bisa berikan apa-apa untuk Dad" ujar Aidah menatap suaminya dengan mata berkaca-kacanya.


Andrew menyentuh pipi istrinya itu dengan senyum lembutnya. "Kata siapa? Mom sudah berikan semua waktu Mom selama ini untuk Dad, Mom sudah menjadi istri terbaik buat Dad, Mom juga sudah memberikan hadiah terindah untuk Dad yaitu anak-anak kita baby Ai. Bagi Dad kalian itu hadiah terindah untuk Dad, tidak ada harta ataupun hadiah lebih indah dari kalian" ucap Andrew dengan senyum tulus lalu mengecup pucuk kepala istrinya itu dengan lembut dan penuh kasih sayang.


__ADS_2