
"Mbak kalau jalan lihat-lihat dong, hampir aja saya tabrak!!" kesal Renald lagi menatap sinis perempuan di depannya ini.
Renald mengernyitkan dahinya melihat perempuan di depannya yang hampir di tabraknya itu bukannya minta maaf atau apa kek malah melamun dan senyum-senyum sendiri.
Sementara, wanita yang hampir di tabrak Renald itu malah asyik melamun dan membayangkan Renald mengingatnya.
"Kamu lagi!!" pekik Renald kaget melihat wanita di depannya.
"Eh, kamu yang waktu itu yah. Wah kita ketemu lagi dong, berarti kita jodoh nih ketemu dua kali tanpa di sengaja" ujar wanita itu dengan senyum malu-malunya.
"Hah, kamu tidak kenapa-kenapakan?" tanya Renald dengan nada sedikit lembutnya.
"Ahk sepertinya kaki ku terkilir deh" jawab wanita itu yang bernama Bricia dengan nada dan tingkahnya yang seolah-olah terkilir.
Melihat Bricia ingin jatuh itu pun dengan spontannya Renald langsung menangkap dan menggendong Bricia. Tentu hal itu membuat Bricia tersenyum senang karena rencananya berhasil.
Tapi, semuanya langsung buyar, saat mendengar serta merasakan tepukan dari seseorang.
"Hei Mbak kenapa melamun!!" ketus Renald dengan melambaikan tangannya di depan wajah wanita yang baru di tabraknya itu serta menepuk sedikit pundak wanita itu yang bernama Bricia.
"Eh, maaf" ujar Bricia dengan linglungnya saat baru saja terbangun dari lamunannya.
__ADS_1
'Astaga ternyata itu tadi hanya hayalan aku aja, huh bisa-bisanya kamu lamunin hal seperti itu Bricia astaga!!!' batin Bricia merutuki dirinya.
"Kamu tidak kenapa-kenapa kan?!!" tanya Renald dengan nada tidak sabarnya.
Mata Bricia seketika berbinar mendengar pertanyaan Renald yang sama dengan lamunannya.
"Ahk sepertinya kaki ku terkilir deh" jawab wanita itu yang bernama Bricia dengan nada dan tingkahnya yang seolah-olah terkilir. Persis seperti yang ada di lamunannya tadi.
Tapi, yang membuat mata Bricia melotot yaitu balasan dari Renald yang bukannya sama dengan lamunannya yang akan langsung menggendongnya. Tetapi, Renald malah sebaliknya.
"Oh makanya kalau jalan jangan cuman pakai kaki tapi pakai mata juga!! Nih uangnya sana urut" ujar Renald acuh sembari memberikan uang ke tangan Bricia lalu tanpa pamit langsung masuk kembali ke mobilnya dan menjalankan mobilnya kembali.
Sementara itu, Bricia terdiam kaku dengan wajah kagetnya melihat tingkah Renald yang malah acuh dan langsung pergi begitu saja sangat berbeda dari lamunannya tadi.
"Huh, tunggu saja kamu Renald aku pasti bisa menyelesaikan misi ini!!" ujar Bricia lagi dengan penuh tekadnya menatap jalanan yang kosong melompong itu.
******
Di sebuah Mansion yang berada di tengah hutan belantara, nampak seorang pria yang tak muda lagi tengah berbicara serius dengan orang kepercayaannya yang ia suruh untuk mengelola Mansion ini.
"Gimana keadaan disini amankan?!" tanya pria yang tak muda lagi itu dengan tatapan seriusnya ke orang kepercayaannya itu.
__ADS_1
"Tuan Maxim tenang saja, semuanya selalu aman kok. Apa lagi saya yang kelola tentu aman" jawab orang kepercayaan dari pria yang ternyata adalah Maxim itu dengan bangganya.
"Hmm baguslah, ingat selalu jaga dan ketatkan pemeriksaan orang-orang yang bisa masuk di tempat ini!!" tegas Maxim kepada orang kepercayaannya itu.
"Siap Tuan" jawab orang kepercayaan Maxim itu dengan nada tidak kalah tegasnya.
Maxim menatap ke arah jendela yang langsung memperlihatkan bagaimana anak-anak buahnya itu menyiksa dan menyuruh orang-orang yang di tangkapnya dengan di perlakukan layaknya budak.
"Ck, kamu bisa kerja nggak sih ha!! Bias angkat kayu saja kamu bisa jatuh cih dasar lemah!!" ketus salah satu anak buah Maxim itu kepada seseorang yang menjadi budak di tempat itu.
"Ma...maaf Tu.. uhuk Tuan, sa..saya uhuk benar-benar uhuk uhuk tidak sengaja" jawab pria dengan badan kurus itu dengan lemahnya serta badannya yang gemetar ketakutan dan batuk-batuknya.
"Ck dasar pria penyakitan, cih lemah banget."
Plak, Plak. Suara cambukan terdengar menghantam punggung pria lemah itu.
Pria lemah itu hanya bisa meringis menahan kesakitan yang di rasakannya.
"Huh, kamu pantas merasakannya ck, ingat semuanya jika kalian juga berani melakukan kesalahan yang sama ini hukuman untuk kalian!!!" tegas pria yang mencambuk itu dengan kejamnya.
Plak, Plak. Suara pukulan cambuk dengan kejamnya terdengar kembali menghantam tubuh lemah pria yang sedang terkapar tak berdaya di tanah itu.
__ADS_1
Sementara di dalam Mansion, Maxim menatap perilaku anak buahnya yang menghukum pria yang sudah di anggap budak di tempat itu bukannya menghentikan malah tersenyum smirk menyeramkan seolah di luar itu adalah tontonan yang membuatnya bahagia tanpa ada rasa bersalah sama sekali.