Ternyata Dia Milyader!

Ternyata Dia Milyader!
Terbongkar


__ADS_3

"Paman Arsen!!!" pekik keempat orang tua yang ada di ruangan itu kaget dengan membelalakkan matanya kaget, saat melihat jelas siapa yang berani masuk ke ruangan itu apa lagi di situasi tegang itu.


"Ke...kenapa Paman masih hidup?!" tanya Tante Ana dengan tubuh bergetarnya kaget melihat orang yang seharusnya sudah meninggal malah ada di depan matanya saat ini.


Arsenio hanya tersenyum mendengar pertanyaan Ana, sembari berjalan mendekati mereka dengan tubuhnya yang sudah agak rapuh karena termakan usia.


"Jadi dia yang menculik adikku!!!" Renald menatap tajam Arsen dengan mengepalkan tangannya geram.


Arsen dengan santainya duduk di sofa yang kosong yang ada di antara mereka dengan senyumnya.


"Paman kenapa masih hidup? Bukannya yang dulu di kubur itu Paman?" tanya Nathan juga sangat kaget melihat kehadiran Arsen, padahal dirinya juga datang waktu itu pas orang di depannya ini di kebumikan.


"Jadi ini Arsen, Kakek aku beneran?!" tanya Andrew terkejut.


"Yah, benar aku Kakek kamu son" jawab Arsen dengan senyumnya.


"Kamu masih berani senyum ha!!! Setelah kamu denfan berani-beraninya menculik adikku!!!" geram Renald saat melihat penculik adiknya malah duduk dengan santainya dan tersenyum tanpa beban.


Arsen menatap Renald yang sedari tadi menatapnya geram. Arsen terkekeh mendengar ucapan Renald.


"Dasar bocah" sinis Arsen.


"Apa kamu bilang!!! Sudah berani menculik adikku, sekarang kamu bilangin aku bocah!!!" Renald tambah geram dengan orang yang di depannya ini.


"Paman jangan seperti ini, sebenarnya ada apa dengan semua ini?!!" tanya Nathan bingung.


"Hmmm baiklah, aku akan beritahu dulu bocah itu. Sebenarnya Aidah dan Risya saudara kembar!!" ucap Arsen menatap semuanya serius.


"APA!!!" pekik semuanya terkejut mendengar ucapan Arsen barusan.


"Ba...bagaimana bisa!!! Jelas-jelas saya hanya melahirkan satu anak, dan wajah mereka tidak mirip!!" tegas Arina dengan ucapannya yang terbata-bata.

__ADS_1


"Iya betul kata istri saya, bahkan saya ada menemani istri saya saat melahirkan. Bagaimana bisa istri saya memiliki anak kembar!!!" tegas Elvin juga dengan tatapannya menghunus tajam menatap Arsen.


"Kamu hanya menemani di luar pintu kan? Saya akui saya yang sudah merencanakan semuanya. Saya yang mengambil Risya waktu itu, lalu saat beberapa hari saya mengambil Aidah lagi dan tiga tahun kemudian saya membiarkan kalian mengetahui keberadaan Risya, tapi Aidah berbeda" ujar Arsen serius.


Semua yang berada di ruangan itu menatap Arsen dengan matanya terbelalak kaget.


"Ke...kenapa?!!" tanya Arina kaget.


"Hah, ini semua sudah di atur oleh Kakek Aidah dan Risya denganku. Sebelum beliau sahabatku itu meninggal kita sempat membincangkan masalah ini" ujar Arsen dengan menghela nafasnya panjang.


Semuanya kembali terkejut lagi dengan ucapan bahwa Kakek Aidah dan Risya juga terlibat akan semua ini.


"Ada apa ini sebenarnya?!! Kenapa Ayahku juga ikut terlibat!!" tanya Elvin meminta penjelasan dengan tatapan tajamnya dan kepalan tangannya.


Arsenio menatap Elvin dengan menghela nafasnya.


"Kamu mungkin tidak tau, ada rahasia besar yang di simpan Ayah kamu dari kamu nak" ujar Arsen ambigu.


Ucapan Arsen sekali lagi membuat semuanya terkejut dan menatap Arsen penuh tanda tanya terutama Elvin.


"Waktu itu, sebelum beliau meninggal pas nak Arina hamil. Beliau datang kepadaku dan kami berbincang masalah ini, beliau khawatir dengan keadaan cucunya nanti kalau saja beliau sudah tidak ada, karena sebenarnya kami bertiga yaitu aku, Kakek Renald, dan besanku Ayah Nathan itu kami sebenarnya memiliki kelompok Mafia dan kami bertiga yang menjadi ketuanya" jelas Arsen serius.


Semuanya terdiam mendengar penjelasan Arsen.


"Tapi, bukankah kelompok Mafia yang aku jalani sekarang adalah milik Dad?!" tanya Nathan bingung.


Arsen mengangguk, "Hmm, tapi itu yang ia bangun sendiri, kami memiliki kelompok Mafia lainnya" jawab Arsen dengan menatap serius Nathan.


"Apa!!" Seluruh keluarga Lewis terkejut mendengar penuturan Arsen itu.


"Ta..tapi walaupun begitu kenapa ujung-ujungnya Tuan malah tetap mengembalikan Risya tapi tidak dengan Aidah?!!" tanya Elvin kaget.

__ADS_1


Arsen mengalihkan tatapannya ke Elvin yang menatapnya penuh tanda tanya. "Hah sebenarnya rencana kami, Aidah dan Risya akan aku rawat sendiri di bawah perlindunganku hingga dewasa. Tapi, aku kasihan juga dengan kalian yang mencari anak kalian aku tidak tega, jadi aku mengembalikan Risya ke kalian, tapi tetap dalam pengawasanku" jelas Arsen lagi dengan wajah seriusnya.


"Tapi, kenapa anda tidak mengembalikan adik saya Aidah juga!!!" tanya Renald tegas dengan mimik wajah geramnya.


"Hah, kalau masalah ini juga di luar kendaliku. Saat itu cucu sahabatku juga yang lain ternyata meninggal, tapi ia tidak mau jika semua keluarganya sedih jika tau kalau anak dan cucu mereka itu meninggal, karena itu ia yang mengetahui masalah ini mengambil Aidah. Aku tau aku salah dalam masalah ini" ujar Arsen menghela nafas panjang saat mengingat kejadian di mana sahabatnya itu memohon-mohon padanya.


"Jelas-jelas pas Aidah tinggal di sana ia bukannya di sayang tapi di siksa!!! Bagaimana cara Kakek itu menjaga istriku!!" ucap Andrew kesal.


Arsen menatap bersalah Andrew dan Aidah yang hanya diam saja. "Yah, Kakek membuat kesalahan, seharusnya Kakek tidak membiarkan Aidah ke mereka kalau saja aku tau Aidah akan menjalani kehidupan seperti itu. Tapi semuanya sudah terlanjur, aku tidak mungkin langsung datang mengambil Aidah begitu saja. Makanya saat Dad kamu mau meninggal saat itu aku menampakkan diriku ke hadapan Dad kamu, dan memberitahunya agar kamu di jodohkan dengan Aidah" jawab Arsen panjang lebar.


"Apa!! Jadi maksudnya masalah perjodohan itu-"


"Iya benar, Kakek yang melakukan semuanya. Kakek lah yang bersahabat dengan Kakek Aidah, bukan Dad kamu" potong Arsen dengan mimik wajah seriusnya.


Semuanya ikut terkejut mendengar semua itu, terutama Andrew dan Aidah.


"Yah anda salah, seharusnya anda tidak membiarkan adik saya di bawah seperti itu dengan orang lain!!" tegas Renald dengan geramnya.


"Hah, maaf" hanya kata itu yang Arsen ucap sebagai jawab dari perkataan Renald.


"Tapi, apakah memang semuanya juga melibatkan Dad ku?!!" tanya Elvin sekali lagi karena masih kurang yakin dengan semua ini.


"Hmm, Dad mu lah dan aku yang merencanakan semuanya" jawab Arsen tegas.


"Paman tadi bilang kalian memiliki Mafia bersama, apa nama Mafia kalian?!" tanya Nathan penasaran.


"Kalian tau Mafia Black Lion? Itulah nama Mafianya, Mafia itu sudah lama berdiri sejak kami bertiga masih muda" ujar Arsen.


"Apa!!" Sekali lagi semuanya terkejut kecuali para perempuan yang tidak tau mengenai itu.


"Maksud Paman Mafia terbesar di dunia itu?!!" tanya Nathan memastikan dengan sangat terkejut mendengar ucapan Arsen.

__ADS_1


"Hmm, dan aku sudah tua tidak bisa mengurusnya lagi dengan baik, oleh karena itu aku mau supaya Andrew yang menggantikan ku mengurus kelompok itu!!" tegas Arsen serius.


"Apa!!" Semuanya terkejut mendengar itu, terutama Andrew dan Aidah.


__ADS_2