Ternyata Dia Milyader!

Ternyata Dia Milyader!
Salah Paham


__ADS_3

Keesokan harinya, di sebuah ruangan dengan nuansa biru seorang wanita nampak tengah tertidur nyenyak di sebuah kasur lumayan besar di kamar itu.


"Nghhh" lenguhan keluar dari wanita yang berbaring itu, wanita itu mulai membuka matanya yang langsung menyipit karena cahaya dari jendela kamar yang sudah terbuka sedari tadi.


Beberapa orang yang melihat wanita itu terbangun langsung menyapanya.


"Selamat pagi Nyonya, apa ada yang bisa kami bantu?" tanya mereka yang ternyata adalah pelayan yang bekerja di Mansion itu.


Wanita itu adalah Aidah. Aidah mengerutkan alisnya saat melihat banyak pelayan yang berdiri dengan membungkuk hormat di depannya saat ini.


"Kalian kenapa di sini? Dimana Tuan Andrew?" tanya Aidah heran.


"Tuan Andrew sudah berangkat kerja sedari tadi Nyonya, Tuan Andrew yang menyuruh kami menjaga Nyonya sebelum Tuan pergi" jawab salah satu di antara pelayan itu.


"Hah? Memangnya ini sudah jam berapa?!" tanya Aidah kaget dan heran, karena suaminya ternyata sudah pergi berangkat kerja tanpa menunggu dirinya.


"Sudah setengah sepuluh Nyonya" jawab pelayan itu lagi dengan sopan.


"Apa!!" Aidah membelalakkan matanya kaget, apa lagi saat melihat jam yang tergantung di kamar itu yang memang sudah menunjukkan setengah sepuluh pagi.


"Astaga kenapa aku bisa setelat ini bangunnya!!" gumam Aidah kaget.


Para pelayan mendengar gumaman Aidah, salah satu di antara mereka pun menyampaikan pesan dari Andrew.


"Maaf Nyonya, kata Tuan kita di larang untuk membangunkan Nyonya. Kata Tuan juga jika Nyonya sudah bangun sebaiknya Nyonya mandi lalu sarapan dulu dan kami di suruh untuk membantu Nyonya bersiap" jelas salah satu pelayan itu lagi.


Aidah menghela nafasnya mendengar ucapan dari pelayan itu.


"Baiklah, maaf sudah merepotkan kalian" ujar Aidah dengan senyumnya.


"Tidak apa-apa, ini sudah tugas kami" jawab semua pelayan serentak dengan membalas senyuman Aidah.


Setelah bersiap-siap, Aidah ke bawah untuk sarapan. Sebenarnya para pelayan sudah berkata untuk membawa makanannya saja ke kamar jadi Aidah bisa makan di kamar, tapi Aidah tidak ingin dan lebih memilih untuk kebawah.


Saat sampai di bawah, Aidah mengernyitkan dahinya heran karena melihat suasana yang sapi di Mansion itu.


"Kemana yang lain??" tanya Aidah heran kepada para pelayan yang menemaninya dari bersiap sampai ke bawah.


"Semuanya sedang keluar Nyonya" jawab salah satu pelayan.

__ADS_1


"Apa mereka bilang ingin kemana?" tanya Aidah lagi dengan herannya.


Pelayan itu menggeleng, "Kami juga kurang tau Nyonya, Nyonya Selani hanya bilang mereka ada urusan" jawab pelayan itu lagi.


Aidah hanya mengangguk paham, lalu berjalan ke meja makan untuk sarapan karena dirinya juga sudah sangat lapar saat ini, apalagi ia saat ini tengah hamil jadi cepat laparnya.


******


Di sebuah ruangan dengan banyaknya peralatan-peralatan ataupun teknologi canggih dan terdepan, seorang pria nampak menatap serius ke para bawahannya.


"Bagaimana?!" tahta pria itu dengan wajah seriusnya.


"Alat pendeteksi nya sudah selesai Tuan Andrew, tapi mungkin masih harus di upgrade lagi dan harus di uji terlebih dahulu" ujar salah satu bawahan yang menangani masalah pembuatan alat pendeteksi yang sudah di rancang khusus oleh Andrew.


"Ck kalian sungguh sangat lamban!! Berapa lama lagi baru semuanya beres dan tidak akan ada masalah?!" tanya Andrew dengan wajah datarnya menatap tajam serta serius bawahannya itu.


"Mu..mungkin 1 Minggu" ujar bawahan itu lagi dengan sedikit ragu.


Andrew tambah menatap tajam anak buahnya itu.


"Apa maksudmu ha, itu sangat lama!! Saya membutuhkannya dalam waktu 3 hari, jadi saya mau alat itu selesai dalam 3 hari!!" tegas Andrew dengan tatapan mematikannya.


"Ta-"


"Ingat saya tidak suka kalau sampai ada kesalahan dalam pembuatan itu sedikit pun, karena itu akan di pakai untuk hal penting!!" tegas Andrew lagi.


"Baik Tuan, kami pasti akan mengerjakannya dengan baik" jawab bawahannya juga dengan tegas


Drap, drap, suara seseorang berjalan.


"Ma..maaf Tuan saya mengganggu, tapi saat ini Tuan ada janji temu dengan pimpinan dari salah satu Perusahaan raksasa juga di negara S. Pimpinannya sudah menunggu Tuan di Perusahaan" ujar Endra sang asisten dengan menunduk sopan.


"Hmm baiklah kita kembali ke Perusahaan" tapi sebelum bergi, Andrew kembali menatap dan mengingatkan anak buahnya itu untuk membuat alat itu dengan benar, "Ingat jangan sampai ada kesalahan!!"


Para bawahannya itu pun mengangguk paham.


Andrew beserta sang asisten Endra pun keluar dari ruangan itu untuk menuju ke Perusahaan.


Setelah melihat Andrew pergi para bawahan itu langsung menghela nafas sedikit lega.

__ADS_1


"Heii Anton, kenapa kamu malah bilang kita bisa menyelesaikannya dalam tiga hari ha!! Ini sangat susah tau di buatnya kita harus extra hati-hati!!" ujar rekannya tadi yang ingin menolak, tapi langsung di halangi oleh seseorang yang bernama Anton itu.


"Huh, terus kamu mau bilang tidak bisa gitu ke Tuan memang kamu mau langsung di pecat!! Kamu seperti baru kerja dan seolah tidak tau sifat Tuan saja!!" kesal Anton. "Lagi pun yah, aku yakin kita bisa mengerjakan itu dalam tiga hari jika kita lembut terus. Kita kan sudah menyelesaikan banyak proyek yang Tuan berikan ke kita, nah sekarang juga pasti kita bisa menyelesaikannya dengan baik dan cepat" lanjut Anton dengan tekadnya.


"Huh, yasudalah. Ayo kita lanjutkan kerjanya, supaya kita bisa menyelesaikannya dengan cepat" ajaknya yang ikut semangat mendengar ucapan positif dan tekad Anton.


Semuanya pun ikut mengangguk setuju, mereka pun kembali mengerjakan hal itu dengan semangat.


Sementara itu, Andrew saat sampai di Perusahaan langsung berjalan menuju ruang rapat untuk bertemu tamunya itu.


Cklek.


Saat membuka ruang rapat, Andrew sedikit tertegun melihat istrinya sudah berada di ruangan itu dengan tertawa bersama para tamunya dari Perusahaan lain.


Aidah serta yang lain yang berada di dalam ruangan langsung menoleh ke arah Andrew.


Aidah tersenyum menatap suaminya sudah datang.


"Tuan Andrew sudah datang rupanya, haha sekretaris Tuan ini sangat pandai" puji pria paruh baya itu dengan tawanya.


"Sepertinya kalian sangat menikmati waktunya, maaf sudah menunggu lama Tuan Nixon" ujar Andrew dengan mengulurkan tangannya.


"Tentu, tidak apa-apa Tuan Andrew santai saja. Lagi pun sekretaris anda sudah ada menemani kami" ujar pria paruh baya yang ternyata bernama Nixon itu dengan membalas jabat tangan Andrew.


"Oh yah maaf Tuan Nixon sepertinya sekretaris saya ini belum memperkenalkan dirinya dengan anda dengan benar, dia selain sekretaris dia juga adalah istri saya" ujar Andrew memperkenalkan Aidah dengan bangga, sembari merangkul istrinya itu.


'Kekanakan' batin Aidah yang merasa lucu dengan tingkah suaminya saat ini.


"Haha saya sudah tau Tuan Andrew, saya juga sudah melihat berita hari itu. Selamat juga buat Tuan Andrew dan Nyonya Aidah karena sudah akan menjadi orang tua" ujar Nixon dengan tulus.


"Dan untuk Tuan Andrew, anda tenang saja saya tidak berencana mencari pengganti istri saya, saya masih cinta dan tetap setia dengan istri saya satu-satunya itu" lanjut Nixon dengan terkekeh geli karena merasa Andrew cemburu dengannya padahal usia Nixon sudah sangat tua untuk memikirkan memiliki wanita lagi, lagi pun ia adalah tipe pria yang setia dengan satu wanita yang sudah menjadi istrinya itu.


Wajah Andrew dan Aidah nampak memerah.


"Ekhem, sebaiknya kita mulai berbincang masalah bisnisnya" ujar Andrew mengalihkan perhatian.


Nixon terkekeh sembari mengangguk, "Baiklah, kita bisa bicarakan bisnisnya sekarang."


*****

__ADS_1


Maaf yah author baru up lagi soalnya beberapa hari ini author sibuk bantu Bapak renovasi rumah.


Dan mungkin mulai hari ini author akan up satu episode saja per hari, karena besok author sudah mulai masuk kuliah mohon di maklumi yah. Makasih atas supportnya semua🥰💖


__ADS_2