Ternyata Dia Milyader!

Ternyata Dia Milyader!
Sepasang


__ADS_3

Terdengar suara bayi dari dalam ruangan. Semua orang yang berada tepat di luar ruangan tempat persalinan Aidah itu saling memandang dengan senyum senang mereka.


"Cucu buyut ku lahir juga" ujar Kakek Arsen dengan senang serta harunya matanya bahkan berkaca-kaca, ia bersyukur karena masih berikan umur yang panjang hingga masih bisa melihat cucu buyutnya lahir.


"Aahk besan akhirnya kita jadi Oma" ujar Selani ke Mama Aidah dengan senang dan harunya. Begitu pun Mama Aidah ia juga tersenyum senang dan haru mendengar suara rengekan bayi.


Mereka berdua saling berpelukan, begitu pun Ana dan Nita yang ikut senang dan haru, walaupun yang di dalam itu bukan cucu kandung mereka tetapi mereka tetap sangat senang karena bagi mereka yang di dalam itu juga cucu mereka.


Di sela kebahagian dan haru terdengar lagi suara bayi dari dalam sepertinya itu adalah bayi kedua Andrew dan Aidah.


Semuanya terutama para wanita tambah terpekik senang mendengar itu, apa lagi para Oma-Oma baru ini.


Sementara di dalam ruangan, bayi kembar milik pasangan Andrew dan Aidah tengah di gendong dan persiapkan oleh Suster untuk di bersihkan.


Andrew menatap haru bahkan matanya berkaca-kaca menatap istrinya yang penuh perjuangan dalam melahirkan anak mereka. Peluh keringat sudah membasahi wajah dan sekujur tubuh Aidah sedari tadi.

__ADS_1


Andrew mengusap peluh keringat di wajah istrinya dengan lembut, lalu menatap dalam istrinya yang tengah mengatur nafasnya setelah tadi harus mengejan.


"Kamu memang wanita kuat sayang, makasih yah sudah berjuang demi buah hati kita" ucap Andrew lembut penuh kasih sayang, sembari mengecup kening istrinya yang saat ini tengah kelelahan.


"Mmm maaf Tuan, bisa Tuan keluar sebentar karena kami ingin membersihkan Nyonya terlebih dahulu" ujar Dokter yang tadi membantu persalinan Aidah dengan suara pelannya.


Andrew mengangguk paham. Sebelum keluar Andrew menggenggam lembut tangan istrinya dan mengecup kembali kening istinya itu lalu berbisik, "Aku keluar dulu yah sayang, nanti aku masuk lagi" bisiknya tepat di telinga Aidah setelah mengecup kening istrinya itu.


Aidah hanya bisa mengedipkan matanya karena kelelahan yang tandanya itu ia mengangguk paham dengan perkataan suaminya.


Andrew pun melihat sekilas anaknya yang masih dalam gendongan suster. Ia pun keluar dari ruangan.


"Bagaimana keadaan mantu Mama sayang? Dia baik-baik saja kan?" tanya Selani dengan rasa khawatirnya.


Andrew menatap dalam Mamanya. Lalu tiba-tiba memeluk Mamanya itu dengan mata berkaca-kaca, ia jadi ingat kembali cerita masa lalu Mamanya, apa yang di alami Mamanya itu hingga ia bisa di tangan Serina saudari Mamanya bukannya bersama Mama kandungnya.

__ADS_1


Sementara, Selani mengernyitkan dahinya tidak paham dengan apa yang di lakukan Andrew anaknya saat ini yang tiba-tiba memeluknya.


Selani menepuk-nepuk punggung anaknya itu, "Ada apa sayang? Aidah baik-baik saja kan?" tanya Selani lagi karena Andrew yang tiba-tiba memeluknya lalu tiba-tiba diam saja.


Andrew mengangguk sembari melepaskan pelukannya dari Mamanya dengan pelan lalu menjawab pertanyaan Mamanya itu. "Iya Ma. Aidah baik-baik saja, makasih yah Ma" ujar Andrew dengan senyumnya.


"Oh alhamdulilah. Ha? Ada apa sayang? Makasih Apa?" Selani sekali lagi mengernyitkan dahinya tidak paham.


Andrew menggelengkan kepalanya dengan senyumnya, "Tidak ada apa-apa Ma."


"Bagaimana cucu-cucuku Andrew? Mereka baik-baik saja kan? Dan yah bagaimana laki-laki atau perempuan?" tanya Kakek Arsen penasaran dengan cucu-cucunya itu.


"Baik Kek. Alhamdulillah anak pertama laki-laki Kek dan kedua Perempuan" jawab Andrew dengan senyum senangnya memberitahukan hal itu.


Ia sangat senang bisa mendapatkan anak kembar sepasang.

__ADS_1


Mata Kakek Arsen langsung berbinar mendengar hal itu, sebab seperti yang dia katakan waktu itu ia akan memberikan sesuatu ke cucu pertamanya.


Semuanya juga turut senang, bahagia mendengar perkataan Andrew bahwa anaknya ternyata sepasang.


__ADS_2