
Suasana di ruangan itu kembali tegang setelah Serina berpelukan dengan Ayah dan adiknya itu.
Serina duduk di sofa ruangan itu dengan cemas, perasaannya sangatlah cemas apa lagi setelah mendengar bisikan dari Ayah dan adiknya Selani.
"Baiklah, karena kami sudah berpelukan melepas rindu dengan Kakak. Maka, saat ini mungkin aku bisa menjelaskan semuanya yah kan Kakak?" tanya Selani dengan senyum manisnya ke arah Serina.
Degg~
Jantung Serina saat ini seperti terpacu cepat dan rasanya mau copot saja. Serina mengadahkan wajahnya melihat Selani yang hanya hanya tersenyum menatapnya tanpa rasa bersalah telah membuatnya cemas seperti ini.
"Kenapa Kakak bengong seperti itu? Bukannya Kakak yang paling mau tau yah kenapa Selani dan Ayah masih hidup?!" tanya Selani lagi dengan wajah sok polosnya di balik wajahnya yang sudah ada keriput sedikit, walaupun masih nampak cantik di pandang.
"Te...tentu ak- ahkk perutku" Serina memegangi perutnya dengan berpura-pura sakit. "Se...sepertinya aku harus pulang dulu, perut ku sangat sakit saat ini stt maaf yah, besok aku kemari lagi" ujar Serani sembari berdiri dari duduknya dan memegangi perutnya itu dengan wajahnya yang pura-pura meringis kesakitan.
"Loh, Kakak sakit yah? Kakak mau pulang kemana disini kan keluarga Kakak! Kakak kalau butuh kamar mandi di sini banyak tidak usah pulang, dan Selani juga akan memanggil Dokter untuk mengobati Kakak" ujar Selani pura-pura khawatir, sembari menghampiri Kakaknya itu.
"Ck, kamu jangan pura-pura mau pergi dari tempat ini karena aku tidak akan membiarkan itu, aku sangat tau akting mu Kakak ku yang licik" bisik Selani dengan tatapan tajamnya melirik Serina.
"Ka..kamu-"
Selani agak menjauh, "Kenapa Kak? Sakit sekali yah, yasudah ayo Selani bawa ke kamar mandi sekalian panggil Dokter untuk memeriksa perut Kakak takutnya Kakak malah terkena penyakit parah lagi seperti kanker" ujar Selani dengan pura-pura khawatirnya.
Serina yang mendengar kata terakhir adiknya itu, langsung melirik tajam adiknya.
'Beraninya dia menyumpahi ku mendapat penyakit Kanker!!' batinnya kesal dengan tangannya yang mengepal erat.
"Ahh tidak dik, sepertinya perut ku sudah baikan" ujar Serina dengan senyum terpaksanya, di dalam hati ia memaki Selani dengan geramnya.
"Ah sudah tidak sakit yah? Syukurlah, yasudah ayo duduk kembali Kak, karena Selani mau jelaskan semuanya" ujar Selani dengan senyumnya.
Serina itu pun dengan sangat terpaksa duduk kembali di kursinya, tangannya sedari tadi terus mengepal erat menahan emosinya itu yang rasanya ingin meluap, walaupun ada perasaan takut jika semuanya terbongkar.
"Baiklah karena semuanya sudah aman terkendali, Selani bisa kan jelaskan semuanya sekarang" ujar Selani.
Semuanya sedari tadi hanya menatap Selani dan Serina dengan wajah bingung mereka, sebenarnya ada apa ini.
Hati Serina saat ini betul-betul berdetak sangat kencan, tangannya juga gemetar ketakutan mendengar Selani ingin menjelaskan semuanya. Bagaimana kalau sampai kejadian masa lalu buruknya terkuak.
__ADS_1
"Jadi waktu itu" Selani menjelaskan semuanya.
Flashback On
Beberapa tahun yang lalu seorang wanita cantik yang umurnya masih terbilang muda terbaring tak berdaya di sebuah rumah.
"Hiks hiks nak, maafin Mom karena tidak bisa menjaga kamu dengan baik" ujar wanita itu dengan wajahnya yang penuh air mata, dengan memegangi perutnya yang sudah besar.
Cklek
Suara pintu terbuka terdengar di telinga wanita itu.
"Hai sayang ku" sapa seorang wanita yang seumuran dengannya mendekati wanita yang tengah berbaring sedih itu.
Wanita yang berbaring itu tak lain adalah Selani, "Hiks hiks Kak, jangan sakiti anakku. Selani mohon, apa pun yang mau Kakak buat ke Selani lakukan saja, tapi Selani mohon jangan sakiti anak Selani hiks hiks" mohon Selani dengan wajahnya yang penuh akan air mata deras.
Wanita yang ternyata Serina itu terkekeh mendengar perkataan adiknya.
"Kamu fikir aku mau nyakitin dia? Oh tentu tidak dong, aku masih membutuhkan anakmu sayang jadi tolong lahirkan sekarang dengan selamat hmm karena aku membutuhkan anak mu itu" ujar Serina dengan seringai di bibirnya menatap tanpa belas kasihan Selani.
"Dokter masuk!!" panggil Serina keras.
Dokter yang di panggil oleh Serina itu pun masuk ke dalam ruangan.
"Bantu dia melahirkan, dan yah ingat anaknya harus selamat!! Aku tidak peduli dengan ibunya yang penting anaknya selamat ingat itu!!" tegas Serina memperingati sang Dokter.
Dokter wanita itu mengangguk, "Baik Nyonya, serahkan saja semuanya kepadaku" jawab Dokter itu.
Dokter itu pun membantu Selani melahirkan dengan Selani yang tenaganya sudah terkuras habis, tapi ia menguatkan dirinya demi anaknya.
Tak berapa lama terdengar suara bayi yang menangis, anak dari Selani sudah lahir.
Serina yang mendengar itu pun buru-buru masuk ke ruangan.
"Bagaimana anaknya selamat kan?!" tanya Serina.
"Iya, Nyonya anak dan ibunya sehat. Anaknya laki-laki sangat tampan" ujar Dokter wanita itu.
__ADS_1
"Hmm, baguslah. Sana bersihkan anak itu dulu!!" tegas Serina.
"Tapi, Nyonya, wanita di dalam itu ha-"
"Aku bilang nggak usah khawatirin perempuan itu, bawa saja anak itu bersihkan dengan benar dan hati-hati jangan sampai lecet!!" tegas Serina.
Dokter itu hanya mengangguk dengan helaan nafasnya, lalu pergi dari ruangan itu.
Setelah Dokter itu pergi, Serina mendekat ke arah ranjang adiknya berada.
"Halo adikku sayang, makasih yah sudah melahirkan anak untukku. Kamu tenang saja anak itu akan aku rawat karena aku masih membutuhkannya, tapi mungkin kamu harus pergi ke neraka sayang aku sudah tidak membutuhkanmu lagi" ujar Serina dengan kejamnya.
Selani menatap lirih wajah Kakaknya itu dengan deraian air mata yang masih menganak sungai di wajahnya.
"Ka..kakak kenapa begitu jahat dengan Selani? Padahal Selani sudah ikhlas jika Kakak menggantikan Selani menikah dengan laki-laki itu karena Selani tau Kakak menyukai dia, padahal seharusnya Selani yang menikah dengan dia karena malam itu bersama dia Selani bukan Kakak. Ta...tapi kenapa Kakak masih berbuat jahat seperti ini dengan Selani?!" tanya Selani lirih dengan wajahnya yang sangat kelihatan sedih, melihat Kakak kandungnya bahkan kembarannya itu berbuat hal kejam seperti ini dengannya.
"Heh, kamu fikir aku senang juga punya kembaran kaya kamu!! Kamu itu selalu pura-pura sok polos di depan semuanya. Dan kenapa juga semuanya bahkan Ibu waktu masih hidup dan Ayah sampai saat bahkan tau kamu hamil di luar nikah saja tidak memarahi kamu!! Ckck kenapa semua orang menyukai kamu ha, tapi kenapa aku tidak padahal kita itu sama!!!" teriak Serina dengan wajah kesalnya.
Selani menggeleng pelan, "Kakak salah! Ibu dan Ayah selalu sayang dengan Kakak, mereka berdua selalu menyayangi kita Kak!" lirih Selani menatap sendu Kakaknya.
"Cih, jangan perlihatkan wajah sok mu itu!! Kamu tau aku benci dengan kalian terutama sama kamu!!" ketus Serina dengan mencengkram bahu Selani dengan keras.
"SERINA APA YANG KAMU LAKUKAN DENGAN ADIK KAMU HA!!" teriak seorang pria paruh baya yang ternyata adalah Arsen baru saja masuk ke ruangan itu dengan emosinya. Ia baru saja pergi beberapa hari ke luar negeri karena ada urusan, tapi ia tak menyangka bahwa akan ada kejadian seperti ini, jadinya ia harus segera kembali ke negara ini. Dan saat baru saja sampai di tempat ini ia malah melihat kedua anaknya bertengkar seperti ini.
Kedua wanita di dalam ruangan itu langsung menoleh ke sumber suara.
"Heh, kenapa?? Apa Ayah mau menyelamatkan adik aku ini Ayah ku sayang? Tapi sepertinya Ayah terlambat karena anaknya sudah di tanganku!!" tegas Serina dengan senyum menyeringainya.
"Apa maksud kamu ha!! Bukannya kamu akan punya anak sendiri!!" kesal Arsen menatap tajam anaknya.
"Ck itu semua salah Selani hingga aku keguguran!!" kesal Serina juga.
"Selani ada salah apa sama kamu ha! Kamu yang membuat dirimu sendiri keguguran tapi kamu menyalahkan orang lain!! Bukannya kamu yang merebut pria itu dari dia, bahkan adik kamu sudah mengikhlaskan semuanya dia hanya ingin hidup bahagia dengan anaknya, tapi apa yang kamu lakukan saat ini!!" ujar Arsen dengan amarahnya yang terlihat sangat jelas ke anak sulungnya itu.
"Ck karena memang pria itu milikku dari awal aku yang duluan bertemu dengan dia, jadi dari awal dia memang milikku kenapa Ayah berkata seolah-olah dia itu awalnya milik Selani tapi Serina merebutnya!! Dan ini semua memang salahnya, karena dia membuatku kepikiran hingga aku tidak sengaja jatuh dari tangga dan keguguran!!" teriak Serina kesal yang bukannya sadar diri, tapi terus menyalahkan orang lain atas segala kesalahan yang di perbuatnya.
Selani lah memang yang seharusnya menikah dengan pria itu karena ia tak sengaja melakukan kesalahan malam itu dengan pria itu, tapi Serina yang mengetahui itu malah memanfaatkannya dan berpura-pura menjadi Selani. Hingga akhirnya Serina juga hamil, beda satu bulan dengan Selani waktu itu, tapi tiba-tiba ia tak sengaja terpleset di tangga hingga keguguran, dan saat ini ingin mengambil anak dari adiknya yang juga adalah anak dari pria itu.
__ADS_1