
Pagi hari yang cerah, Aidah tengah membantu suaminya bersiap-siap untuk ke kantor.
"Kamu serius sayang mau ikut ke kantor?" tanya Andrew memastikan.
"Iya dong Mas, memangnya tidak boleh yah, kenapa Mas bertanya lagi mengenai ini?" tanya Aidah sembari memasangkan dasi suaminya.
"Tentu boleh dong sayang, Mas juga senang kalau kamu ikut jadi ada yang temenin Mas. Mas hanya memastikan saja, karena kamu tumbenan mau ikut ke kantor" ujar Andrew.
Aidah tersenyum mendengar perkataan suaminya. 'Suasana hati Mas saat ini sedang kurang baik, kalau aku tidak ikut nanti malah melampiaskan ke karyawan Mas lagi' batin Aidah.
"Sudah selesai Mas" ujar Aidah yang kemudian mundur setelah memasang dasi suaminya.
"Makasih sayang, yasudah kamu sudah siapkan itu? kalau sudah kita berangkat sekarang saja" tanya Andrew.
"Sudah kok Mas" jawab Aidah dengan senyum manisnya.
"Yasudah, ayo sayang" Andrew menggandeng tangan istrinya untuk ke bawah.
Saat sampai di bawah semuanya menatap mereka berdua.
"Kalian udah mau pergi sayang?" tanya Tante Ana.
"Iya Tan" jawab Aidah.
"Kami pamit yah Tante, Paman, Cika dan Ardian" pamit Aidah sembari menyalimi Tante dan Paman Andrew.
Aidah yang melihat suaminya hanya diam, tidak ikut salim langsung menatap suaminya.
"Mas!" ucap Aidah.
Andrew mengangguk paham, lalu ikut salim dengan Tante dan Pamannya. Sebenarnya Andrew diam, karena ia tidak biasa salim, biasanya ia hanya akan berucap saja lalu pergi.
"Kami pergi Tan, Paman, Cika, dan Ardian" pamit Andrew sembari menggandeng tangan istrinya.
"Iya sayang hati-hati" ujar Tante Ana dengan senyum cerahnya.
Andrew dan Aidah pun pergi meninggalkan ruangan itu, untuk pergi ke Perusahaan.
"Aku senang deh, bisa melihat kalau Aidah memberikan aura positif untuk Andrew" ujar Tante Ana.
"Iya An, semoga saja hubungan mereka selalu bahagia, tidak ada lagi masalah rumit yang menimpa mereka. Kasihan mereka berdua sama-sama memiliki masa lalu kelam" ujar Tante Nita juga dengan raut wajah sedihnya.
Semuanya mengangguk mendengar ucapan Tante Nita dan berdo'a juga yang terbaik untuk Aidah dan Andrew.
__ADS_1
"Ekhem, kalau begitu Cika mau pamit juga Mom, Dad, Tan, Paman" ujar Cika sembari menyalimi tangan para orang tua.
"Kamu mau kemana sayang?" tanya Ana kepada anaknya.
"Cika mau pergi daftar kuliah Mom, kan Cika juga harus melanjutkan kuliah Cika" jawab Cika.
"Kenapa harus kamu sayang? Biar Dad saja yang urus masalah itu, nanti kamu tinggal masuk saja. Kenapa Dad nggak daftarin anak kita?" tanya Ana kepada suaminya.
"Eh, Dad udah kasih tau masalah itu Mom, tapi anak kita maunya dia sendiri yang lihat-lihat kampusnya" bela Nathan.
"Iya, benar apa yang di katakan Daddy Mom, Cika mau cari sendiri tempat kuliahnya. Kalau begitu Cika pamit yah semuanya" ujar Cika, lalu berniat pergi.
"Eits, tunggu. Biar Kakak yang anterin kamu!" ujar Ardian dengan menahan tangan Cika.
"Nggak usah, Cika sendiri saja!"
"No, kamu baru di sini nanti kamu malah nyasar bagaimana?!"
"Benar, apa yang di katakan Ardian sayang, kamu baru di sini belum tau jalan-jalan di sini, biar Ardian yang antar kamu, Mom juga lebih tenang kalau kamu di antar dengan Ardian" ujar Ana.
"Hah, baiklah Mom. Yasudah ayo Kak!" Cika menarik Ardian pergi.
Saat di mobil Cika langsung menatap sinis Ardian.
Ardian terkekeh mendengar ucapan Cika. "Tuh kamu tau kan adek manis ku, kalau aku tidak antar kamu pergi pasti aku nggak bakalan di biarin pergi dengan Papa dan Mama. Lagian kan lumayan lihat wanita-wanita cantik di kampus" jawab Ardian dengan menarik turunkan alisnya.
"Cih, dasar buaya" sinis Cika.
Ardian hanya terkekeh mendengar ucapan Cika.
*****
Saat sampai di Perusahaan, Andrew dan Aidah langsung di sambut oleh para karyawan. Tapi, para karyawan di Perusahaan agak kaget saat melihat Aidah ikut hadir ke Perusahaan.
Saat melihat Aidah dan Andrew yang sudah berlalu memasuki lift khusus Ceo. Para karyawan yang melihat itu, langsung saja saling berbisik mengenai hal itu.
Dalam lift
"Mas, apa ada yang salah yah sama aku? Kenapa semuanya tadi menatap aku?" tanya Aidah heran.
"Karena kamu pergi sama aku sayang, bukannya kamu juga baru pertama kali datang ke sini, jadi semuanya pada kepo sama kamu" jawab Andrew dengan senyum manisnya.
"Eh, iya yah hehe" Aidah cengengesan mendengar ucapan suaminya.
__ADS_1
Ting, bunyi lift.
Setelah lift terbuka, Andrew dan Aidah pun berjalan ke arah ruangan Andrew.
"Selamat pagi Tuan dan Nyonya" ucap Endra saat melihat kedatangan Andrew dan Aidah sembari membungkukkan badannya.
"Hmm" jawab Andrew hanya dengan deheman.
"Selamat pagi juga kak Endra" jawab Aidah dengan senyumnya.
Andrew yang melihat istrinya senyum kepada laki-laki lain, walaupun itu orang kepercayaannya tetap saja ada rasa sedikit kesal melihatnya.
Endra membalas senyum Nyonyanya, tapi langsung mengatupkan kembali bibirnya saat melihat tatapan tajam Tuannya mengarah kepadanya.
"Ayo sayang, kita masuk" Andrew merangkul pinggang istrinya lalu masuk ke dalam ruangan, tapi sebelum menutup pintu ruangan Andrew berucap sesuatu ke Endra.
"Kalau tidak ada yang penting jangan ganggu!!" tegas Andrew lalu menutup pintu ruangan.
Endra, sang asisten yang mendengar ucapan bosnya hanya mengangguk saja.
'Untung Nyonya ikut, kalau tidak bisa habis karyawan jadi pelampiasan amarahnya' batin Endra lega.
Di dalam ruangan Andrew langsung duduk di kursi kebesarannya.
"Sayang kamu duduk di sofa dulu yah, aku mau kerjakan ini dulu sebentar saja" ucap Andrew kepada istrinya.
"Iya, Mas tidak masalah. Mas sibuk saja, Aidah mau lihat-lihat ruangan Mas aja boleh kan?" izin Aidah.
"Boleh dong, kalau kamu mau istirahat juga ada pintu di sebelah sana sayang itu kamar, kamu kalau mau baring-baring lagi boleh di ruangan itu" jawab Andrew mengizinkan istrinya sembari menunjuk salah satu pintu yang berada di ruangannya itu.
Aidah tersenyum mengangguk paham mendengar penjelasan suaminya. Aidah pun mulai melihat-lihat furniture, interior serta seluruh yang ada di ruangan suaminya itu.
Andrew pun sibuk berkutat dengan berkas-berkasnya yang sudah menumpuk di atas mejanya, sedangkan Aidah masih asyik melihat-lihat ruangan suaminya yang baru pertama kali di datanginya itu.
Saat sedang sibuk berkutat dengan berkas-berkasnya, tiba-tiba pintu ruangannya terbuka.
Cklek
Mendengar hal itu, Andrew langsung mengalihkan pandangannya ke arah pintu dan menatap sangat tajam orang yang berani langsung masuk ke dalam ruangannya tanpa mengetuk.
*****
Maaf yah lama up nya, sebenarnya lagi author mau up mulai dari tanggal 1 karena ada event dari nt, tapi nggak jadi, author nggak tahan kalau nunggu sampai lusa untuk upðŸ¤ðŸ˜‚
__ADS_1