Ternyata Dia Milyader!

Ternyata Dia Milyader!
Kepintaran Aidah


__ADS_3

"Andrew!" ucap Bella tersenyum senang.


Andrew menatap tajam Bella yang dengan beraninya datang ke Perusahaannya, terutama Bella berani langsung masuk ke ruangannya tanpa mengetuk pintu.


"Kenapa kamu bisa ada di sini?!!" tanya Andrew dengan tatapan mematikannya.


"Aku ke sini khusus untuk menemui kamu, nih aku bawa bekal juga buat kamu" jawab Bella dengan senyum manisnya sembari melangkah mendekati meja Andrew.


"Berhenti di situ!! Kalau kamu masih ingin punya kaki maka jangan berani melangkah mendekat lagi!!" ucap Andrew dengan dinginnya serta tatapannya yang menghunus tajam.


"Tuan!" Endra yang melihat pintu ruangan Andrew yang terbuka langsung masuk dan memanggil Tuannya.


Saat masuk Endra langsung terdiam melihat Bella yang ada di dalam ruangan Tuannya, dan Endra juga tidak melihat Nyonyanya di dalam ruangan itu.


'Ada apa ini?' batin Endra.


"Kenapa dia bisa masuk?!" tanya Andrew dengan tatapan tajamnya ke arah Endra.


"Ma...maaf Tuan, saya lalai. Saya pantas di hukum" ujar Endra dengan menunduk takut melihat tatapan tajam Tuannya.


'Padahal aku baru saja ke toilet sebentar sekali, sudah ada masalah lagi?' batin Endra dengan helaan nafasnya pelan.


"Jangan marahi dia Andrew, aku yang mau kok temui kamu" ucap Bella dengan lembutnya.

__ADS_1


Bella, setelah kejadian beberapa hari yang lalu. Ia memutuskan untuk mendekati saja Andrew, untuk bisa membalaskan dendamnya dengan Aidah. Bukankah ia juga lebih cantik dari Aidah, jadi pasti Andrew akan terpikat olehnya itulah yang ada di fikiran Bella. Apa lagi Andrew juga sekarang sudah ketahuan bahwa ia adalah pewaris dari Perusahaan raksasa yang bahkan hartanya tidak akan habis tujuh turunan.


"Ck, jangan banyak ucap. Mau ngapain kamu ke sini?!" tanya Andrew dingin.


"Aku cuman mau bawakan makanan ini untuk kamu, aku tau pasti Aidah itu tidak membawakan kamu makanan kan, dia emang gitu pemalas dari dulu, bahkan waktu kalian masih tinggal di Mansion dia juga malas kan kalau masalah masak-masak. Tapi, kamu jangan marah yah sama Aidah dia emang gitu orangnya, makanya aku bawakan kamu makanan spesial dari aku" ujar Bella lembut dengan ucapan yang seolah-olah ia perhatian dengan Aidah, tapi nyatanya perkataan itu menjerumus menjelekkan Aidah.


Andrew yang mendengar ucapan berbisa Bella tersenyum smirk. Kalau saja dia orang yang b*doh pasti sudah salah paham dengan istrinya, tapi Andrew bukanlah orang b*doh yang gampang di tipu, apa lagi Andrew lah yang tau bagaimana sifat asli dari istrinya, Andrew yang lebih tau itu.


Sementara itu di dalam kamar, Aidah mengepalkan tangannya mendengar ucapan Bella yang menjelekkan dirinya di depan suaminya.


"Ngapain dia ada di sini, pakai menjelekkan aku segala lagi!!" ucap Aidah kesal saat mendengar ucapan Bella itu.


Ya, tadi saat Bella masuk Aidah tengah melihat-lihat kamar suaminya yang ada di ruangan itu, tapi siapa sangka Bella akan datang ke Perusahaan suaminya dan menjelekkan dirinya. Sedari tadi Aidah hanya menguping dari dalam kamar mendengar apa yang Bella katakan, agar ia juga tau maksud terselubung Bella tiba-tiba datang ke Perusahaan suaminya. Padahal waktu ia dan suaminya masih tinggal di Mansion keluarganya, Bella serta yang lain selalu mencemooh dan menghina serta merendahkan dirinya dan juga suaminya, tapi sekarang Bella tiba-tiba datang ke Perusahaan suaminya, pasti ada maksud terselubung di baliknya.


"Oh yah? Aku baru tau kalau istriku malas" ucap Andrew pura-pura kaget.


"Iya, Aidah memang rada malas. Tapi kan aku ada, sebagai sepupunya Aidah aku pasti akan selalu ada kalau untuk membantu dia, seperti membantu menyiapkan makanan buat kamu. Aku juga mau minta maaf atas segala apa yang telah aku lakukan di masa lalu, dulu itu aku khilaf makanya berbuat seperti itu. Tapi, sekarang aku sudah sadar bahwa aku salah dulu, jadi aku mau memperbaiki segalanya" ujar Bella dengan senyum lembutnya.


Endra yang mendengar ucapan Bella menatap heran dan tak percaya.


'Bisa-bisanya dia mengatakan ada dia yang bisa membantu Nyonya memasak untuk Tuan, wah-wah di mana dia menaruh mukanya? Tidak ada malunya sama sekali astagfirullah' batin Endra menggeleng pelan tak percaya dengan yang baru saja di dengarnya. Karena menurutnya bisa-bisanya ada orang yang kepercayaan dirinya begitu tinggi seperti perempuan di depannya ini.


Raut wajah Andrew juga tak kalah terkejutnya mendengar ucapan Bella yang sungguh tak tau malu sama sekali.

__ADS_1


Di dalan kamar Aidah menggeram kesal mendengar ucapan Bella. Sekarang ia tau maksud terselubung dari sepupu tidak tau malunya itu. Ingin rasanya Aidah keluar saat ini lalu mencakar wajah dan menjambak rambut sepupu tidak tau dirinya itu saking geramnya.


"Sebaiknya kamu lebih baik mengurus suami kamu itu!!" ucap Andrew dingin dan tenang.


Bella sedikit kaget saat Andrew menyebut masalah suaminya, "Ahh, kalau masalah itu kamu nggak usah fikirin. Dia kan punya banyak istri jadi banyak yang bisa merawatnya sementara kamu kan cuman punya Aidah, mana Aidah malas lagi, aku jadi kasihan sama kamu" Bella memperlihatkan wajah perhatiannya.


Sungguh saat mendengar ucapan ini, Aidah sudah tak sanggup jika masih harus berdiam diri di dalam kamar. Aidah pun langsung keluar dari kamar, daripada geram sendiri di dalam kamar.


"Kamu tidak usah seperti itu sepupu, aku ada kok yang selalu sedia menemani dan merawat suamiku" ucap Aidah yang langsung duduk di pangkuan suaminya saat baru keluar dari kamar.


"Eh!!" Bella terbelalak kaget saat melihat Aidah yang datang tiba-tiba. "Kenapa kamu ada di sini?!!" tanya Bella dengan pertanyaan konyolnya.


"Ha? kalau aku tidak ada di sini? Lalu siapa yang seharusnya ada di sini, bukankah aku istrinya ya sudah sepantasnya kan ada di sini? Seharusnya aku yang tanya kenapa sepupu aku ini ada di sini? Bukannya kamu sedang berbulan madu dengan suami baru mu itu?" tanya Aidah dengan senyum menahan kesalnya.


"Itu, aku cuman mau bawakan makanan untuk Andrew dan kamu. Aku juga tidak perlu berbulan madu dengan dia, dia kan punya banyak istri" jawab Bella dengan senyum kesalnya.


"Ah, kamu kan sepupuku jadi kamu seharusnya panggil suamiku itu dengan Kakak ipar bukan hanya Andrew saja!!" tegas Aidah. "Oh iya aku baru tau kamu kan istri ke berapa yah hmm sembilan belas eh nggak ke dua puluh yah?" tanya Aidah dengan senyum mengejeknya, sembari melingkarkan tangannya di leher suaminya.


"Kamu..." Bella mengepalkan tangannya mendengar ejekan Aidah.


"Kenapa? apa aku salah yah? seharusnya kamu istri ke berapa dong?" tanya Aidah pura-pura tidak tau.


Andrew yang melihat tingkah istrinya terkekeh dalam hati.

__ADS_1


'Istriku ini lama-lama jadi tambah pintar' puji Andrew dalam hati.


__ADS_2