
Di Perusahaan A'Lew Group, Perusahaan raksasa milik Andrew. Andrew tengah menatap tajam orang kepercayaannya sekaligus asistennya siapa lagi kalau bukan Endra.
"Kenapa bisa ada berita seperti itu?!" tanya Andrew dengan tatapan tajamnya serta auranya yang menyeramkan.
Endra menelan salivanya kasar melihat serta mendengar Tuannya yang sedang marah dengan berita baru-baru muncul yang menghebohkan dunia jagat maya.
"Saya sudah menyuruh Kelvin untuk menyelidikinya Tuan" ujar Endra dengan suara pelannya.
Tok tok tok.
"Masuk!" ucap Andrew dengan dingin.
"Permisi Tuan Andrew, saya ingin memberikan laporan ini." Kelvin menaruh laporan mengenai berita itu di meja Andrew.
Andrew pun dengan aura menyeramkannya, membuka tempat berkas itu lalu membaca dengan seksama laporan itu. Sementara keduanya yaitu Endra dan Kelvin hanya berdiri di depan Andrew.
"Apakah ini sudah direncanakan?" bisik Endra bertanya.
"Nanti juga kamu tau sendiri" jawab singkat Kelvin.
Endra hanya bisa diam menahan kesalnya mendengar jawaban yang tidak memuaskan dari Kelvin.
Andrew menatap emosi kertas yang baru saja telah di bacanya. Setelah itu, ia kembali menatap Endra dan Kelvin dengan tajam.
"Urus masalah ini, awas saja kalau dalam lima menit saya masih melihat berita itu di media, kalau ada yang tidak mendengar kalian taukan apa yang harus di lakukan, dan juga Perusahaan itu hancurkan dalam lima menit saya mau mendengar Perusahaan itu sudah bangkrut!!!" tegas Andrew memberikan perintah dengan tatapannya yang sungguh sangat menyeramkan saat ini.
'S*alan semoga saja Aidah belum lihat berita ini, bagaimana kalau dia salah paham!!' batin Andrew merasa emosi dengan berita itu.
"Kelvin aku mau kamu unggah video reelnya!! Karena aku tau sudah banyak pasti yang melihat berita itu, aku tidak ingin karena masalah ini keluarga Lewis juga malah terkena dampaknya!!" lanjut Andrew dengan tegas.
"Baik Tuan" jawab Endra dan Kelvin dengan tak kalah tegasnya.
"Kalian bisa selesaikan sekarang masalah itu, saya akan pulang duluan!!"
"Baik Tuan."
Andrew pun buru-buru pergi pulang ke Mansionnya, ia berharap istrinya itu belum melihat berita itu karena ia takut malah istrinya salah paham sama dirinya.
Saat sampai di Mansion, Andrew langsung berlari masuk ke dalam Mansion.
__ADS_1
"Sayang" panggil Andrew sembari melihat sekeliling.
"Kakak ipar ada di kamar kak" ujar Cika memberitahu saat melihat kakak sepupunya itu baru saja masuk kedalam Mansion dan memanggil Aidah.
"Oh baiklah, makasih dek" Andrew baru saja ingin pergi, tapi tiba-tiba berhenti lalu berbalik menatap Cika lagi. "Dia belum lihat berita-berita aneh kan?" tanya Andrew memastikan.
"Mmm itu kakak ipar sudah lihat berita itu kak, tapi-"
Andrew tidak mendengar lagi ucapan Cika, tapi langsung berlari menuju ke arah kamar mereka dimana Aidah berada.
"Ishh dasar kak huh!! Eh, tapi benar kan kakak tuh setia nggak mungkin lah mau sama perempuan lain selain kakak ipar apa lagi perempuan modelan ******* kaya gitu!!" monolog Cika dengan kepercayaannya ke kakak sepupunya itu.
Sementara itu, saat sampai di depan kamar, Andrew langsung membuka kamarnya.
"Sayang" panggil Andrew sembari menghampiri istrinya itu yang ternyata tengah duduk di kasur sembari menatap dirinya yang baru saja masuk.
Tanpa berkata lagi Andrew langsung memeluk istrinya itu dengan perasaan leganya.
"Kamu ok kan?" tanya Andrew dengan rasa khawatirnya.
"Iya, Mas tentu ok" jawab Aidah santai.
"Mas-" ucapan Aidah langsung di potong oleh Andrew.
"Mas tau, kamu mau tanya masalah berita itu kan?" ucap Andrew memotong ucapan istrinya.
"Isshh Mas sok tau deh!" ujar Aidah dengan mengerucutkan bibirnya.
"Sayang aku mau jelaskan sama kamu itu semua bohong, berita itu bohong sayang. Mas jujur Mas memang sempat seperti di foto itu tapi itu kejadiannya bahkan hanya satu detik doang sayang lalu aku langsung jatuhin dia, itu pun bisa seperti itu karena Mas tidak siap dia tiba-tiba jatuh begitu saja. Dia itu juga orang baru sayang bahkan Mas nggak tau dia siapa, Mas serius sayang percaya sama Mas hmm. Mas hanya milik istri satu-satunya Mas ini Aidah Wikram seorang" jelas Andrew dengan wajah seriusnya itu menjelaskan semuanya ke istrinya.
Mendengar itu bukannya gimana reaksi Aidah, malahan Aidah malah terkekeh geli mendengar ucapan penjelasan dari suaminya itu.
Andrew mengernyitkan dahinya mendengar kekehan dari istrinya.
"Sayang? Kamu nggak salah paham kan sama Mas?" tanya Andrew memastikan dengan cemas.
"Huh, tapi mau bagaimana pun Mas tetap terjadi kan apa yang ada di video!" ujar Aidah pura-pura ngambek melihat ke arah lain.
"Please sayang, Mas jujur loh. Mas itu hanya milik kamu seorang, tidak ada yang lain begitu pun sebaliknya!" tegas Andrew mencoba membujuk istrinya itu.
__ADS_1
Aidah berbalik menatap suaminya dengan wajahnya yang pura-pura sedih.
"Mas salah sekarang Mas bukan hanya milik Aidah, begitu pun sebaliknya lagi" ujar Aidah dengan wajah pura-pura sedihnya.
"Hah? Mas itu hanya milik kamu seorang sayang dan kamu juga hanya milik Mas seorang!" tegas Andrew lagi.
"Baby-baby sepertinya Daddy kalian tidak menganggap kalian deh" ujar Aidah sembari mengelus perutnya.
"Eh!" Andrew paham sekarang apa maksud istrinya itu, ia menelan salivanya kasar.
"Ekhem, baby-baby nya Daddy. Bu..bukan seperti itu maksud Daddy, Daddy kan memang milik Mom kalian, nah kalian baru milik Mommy dan Daddy gitu sayang maksud Daddy yah" ujar Andrew dengan ikut mengelus perut istrinya.
Aidah yang mendengar ucapan suaminya itu terkekeh geli lagi, ia sungguh tidak tahan jika tidak tertawa mendengar ucapan suaminya menurutnya lucu.
"Ishh kamu yah mulai nakal sayang!" Andrew mencubit pipi istrinya itu karena gemas sudah dikerjain dengan istrinya.
"Hahaha maaf Mas, soalnya Mas sih lucu banget haha" tawa Aidah yang nampak sangat puas.
Tapi itu hanya beberapa menit saja, Aidah langsung berubah serius menatap suaminya itu.
"Tapi, Mas siapa yang ingin menjebak Mas?" tanya Aidah dengan wajah seriusnya.
"Biasa sayang, lawan Perusahaan hah" jawab Andrew dengan helaan nafasnya.
Aidah mengernyitkan dahinya.
"Lawan Perusahaan?? Perusahaan apa Mas?" tanya Aidah lagi.
"Hanya Perusahaan tidak penting sayang, kamu tenang saja Mas sudah menyelesaikannya malam ini. Tapi, intinya kamu tidak salah paham kan?" tanya Andrew memastikan lagi ke istrinya.
Aidah tersenyum mendengar itu.
"Aidah senang Mas jujur sama Aidah. Sebenarnya walaupun Mas tidak jujur, Aidah juga selalu percaya sama Mas, bukankah dalam suatu hubungan kepercayaan lah yang terpenting dan kepercayaan juga merupakan pondasi terpenting dalam menjalin sebuah hubungan rumah tangga. Aku tau bagaimana sifat dan sikap Mas, jadi aku percaya sama Mas kalau Mas pasti tidak akan melakukan itu. Aidah juga kan tau bagaimana bucinnya Mas ke Aidah yah kan?" goda Aidah.
Andrew malah terkekeh geli mendengar kata terakhir istrinya. Andrew pun menggenggam wajah istrinya agar menatap dirinya.
"Yah, makasih yah sudah percaya selalu sama Mas. Dan kamu benar sayang, kamu sudah membuat mata ku tertutup hanya ada kamu yang selalu ada di mataku" ujar Andrew dengan serius tapi nampak senangnya.
Aidah pun langsung memeluk suaminya itu dengan senang.
__ADS_1