
"Airen bangun!!" ujar seorang anak kecil laki-laki dengan mengetuk-ngetuk sebuah kamar dengan suaranya yang sedikit berteriak.
Ceklek
"Hoam, Kakak cepat banget sih bangunin Airen, Airen masih ngantuk tau!" ujar anak kecil yang seumuran dengan anak kecil laki-laki yang mengetuk-ngetuk pintu kamar Airin dengan muka cemberutnya.
"Ck, ayo cepet nanti kita telat" sinis anak kecil laki-laki itu dengan wajah datarnya. "Gue tunggu di bawah."
Anak kecil laki-laki itu pun langsung pergi setelah mengatakan hal itu. Anak kecil itu ternyata adalah Aidan saudara kembar Airen.
Airen hanya bisa cemberut melihat tingkah saudara kembarnya itu, lalu kembali masuk ke dalam kamarnya bersiap untuk ke sekolah.
Usia Airen dan Aidan saat ini sudah 5 tahun dan saat ini mereka berdua bersekolah di taman kanak-kanak Internasional.
Keduanya memang sudah tinggal di kamar sendiri sejak umur 4 tahun, mereka di ajar dari kecil untuk bisa mandiri. Tapi, Airen selalu dibangunkan dengan Aidan bukan orang tuanya ataupun yang lain karena hal itu Airen sendiri yang ingin agar saudara kembarnya itu yang membangunkannya.
Di dalam kamar mereka masing-masing juga sudah di khususkan semua peralatan yang aman dan mudah untuk digunakan anak kecil. Pakaiannya juga sudah di siapkan dengan rapi dan ditempat yang dapat dijangkau oleh Airen dan Aidan.
Setelah siap, Airen pun ke bawah dan ternyata seluruh keluarga sudah berkumpul di meja makan.
"Halo, cucu Kakek" sapa Kakek Arsen saat melihat Airen berjalan ke meja makan dengan merentangkan tangannya.
__ADS_1
"Halo juga, Kakekku yang ter the best" sapa Airen lalu berlari kecil masuk kedalam pelukan Kakeknya yang tengah duduk di kursi roda.
"Gimana tidurnya nyenyak, mimpi indah?" tanya Kakek Arsen dengan mencubit pelan gemes pipi cucunya.
Airen menggelengkan kepalanya, "Airen mimpiin Kakak jadi monster" ujar Airen dengan bahunya yang bergedik ngeri.
"Uhuk uhuk" Aidan yang sedang minum pun langsung tersedak mendengar ucapan saudari kembarnya itu.
"Pfft" Semuanya menahan tawa mendengar ucapan Airen.
Berbeda dengan yang lain, Aidan menatap sinis adik kembarnya itu.
"Oh yah? Serem dong!" cetus Cika dengan senyumnya merasa gemas dengan ponakannya itu.
Airen memanggil Cika Mami, karena itu keinginan dari Cika dipanggil Mami dengan ponakan-ponakannya.
Semuanya pun ikut menoleh ke Aidan yang tengah menatap tajam Airen.
Aidan yang ditatap pun langsung merubah tatapannya sembari menghelakan nafas.
"Sudah Airen, ayo sarapan. Kalian masih harus pergi ke tk" ucap Aidah yang akhirnya menengahi sembari menatap anak perempuannya itu yang memang suka sekali mulai kerusuhan.
__ADS_1
Airen hanya bisa menurut dengan mulutnya yang mengerucut cemberut. "Iya, Mom."
Setelah sarapan, saatnya mereka berdua berangkat ke sekolah. Mereka berangkat dengan mobil yang sama.
Sebelum turun dari mobil, Aidan tak lupa mengingatkan adiknya itu.
"Ingat jangan buat rusuh!!" tegas Aidan mengingat kan, lalu turun duluan dari mobil.
Airen menatap sinis Kakaknya itu yang selalu saja mengingatkannya, tapi bukan Airen namanya kalau tidak membuat rusuh.
Saat sampai di pekarangan sekolah, Aidan langsung disambut dengan banyak anak perempuan yang seumuran dengannya tengah menunggu dirinya.
"Kakak!" teriak Airen sembari berlari ke arah Aidan lalu memeluk Aidan dari belakang.
Aidan yang diperlakukan seperti itu pun langsung kesal dengan adiknya itu yang sengaja melakukan itu.
"Huwaaa kenapa dia peluk Aidan ku!!" ujar salah satu diantara para perempuan yang tengah menunggu Aidan.
"Kenapa bisa Aidan mau sih dekat sama perempuan itu!!" cetus yang lainnya kesal.
Di tk ini tidak ada yang tau kalau mereka itu saudara kembar karena muka mereka yang tidak terlalu mirip. Mereka juga tidak pernah mengespos hal itu, semuanya hanya berpikir bahwa mereka itu dekat. Menurut para perempuan lainnya panggilan Kakak malah terdengar lebih dekat daripada memanggil nama.
__ADS_1
******
Maaf yah author baru bisa update lagi, soalnya Bapak author tiba-tiba masuk rumah sakit dan sekarang lagi dirawat inap, jadi author harus jagain Bapak author makanya beberapa hari ini author tidak bisa update🙏