Ternyata Dia Milyader!

Ternyata Dia Milyader!
Keluarga Wikram


__ADS_3

"A...apa maksud Tuan?!!" Aidah bertanya dengan terbata-bata dengan wajah kagetnya. "Itu tidak mungkin Tuan, saya anak dari keluarga Carend, jadi Tuan pasti keliru!!" tegas Aidah, merasa tidak percaya dengan apa yang di katakan Renald saat ini.


"Kalau begitu, ayo kita lakukan tes DNA" ucap Renald serius, apa lagi saat Aidah memasang mimik tak percayanya.


Aidah tambah kaget dan terdiam saat mendengar kata tes DNA dari Renald.


"Sebaiknya anda pergi dulu dari sini, saya akan hubungi anda nanti!!" ucap Andrew, karena melihat istrinya sudah shok akibat perkataan Renald yang tiba-tiba.


Renald tersadar akan ucapannya yang memang tiba-tiba dan membuat orang kaget. Renald pun mengangguk, "Maaf atas ucapan saya yang tiba-tiba seperti ini. Kalau begitu saya pamit dulu, saya tunggu kabar baiknya" ucap Renald dengan helaan nafasnya, lalu pergi dari tempat itu dengan berat hati.


Sementara Aidah hanya terdiam, karena terlalu terkejut dengan apa yang terjadi saat ini.


"Sayang, sebaiknya kita pulang sekarang saja" ucap Andrew, karena istrinya pasti tidak bisa bekerja lagi kalau sudah seperti ini.


Aidah hanya mengangguk menanggapi ucapan suaminya. Akhirnya mereka memilih pulang ke Mansion.


Saat pulang ke Mansion, semuanya yang ada di ruang keluarga bertanya-tanya, kenapa mereka cepat pulangnya.


"Kenapa cepat pulangnya sayang? Padahal belum sore dan belum waktunya pulang kerja. Apa Aidah sakit?" tanya Tante Ana khawatir, apa lagi saat melihat Aidah yang diam dengan tatapan kosongnya.


"Apa Aidah sakit Andrew?!" tanya Tante Nita yang ikut khawatir.


Andrew menggeleng, "Tidak apa-apa Tan, kalau begitu Andrew dan Aidah ke atas dulu" pamit Andrew lalu pergi ke atas bersama dengan Aidah yang diam saja.


Siapa yang tidak kaget dan shok, kalau ada orang yang tiba-tiba bilang bahwa kita itu adiknya, berarti keluarga yang selama ini bersama kita bukan saudara asli kita. Itu sungguh membuat Aidah kaget, dan merasa tidak percaya. Walaupun, memang keluarganya yaitu keluarga Carend selalu tidak baik kepadanya, begitupun dengan orang tuanya yang tidak suka dengannya tetapi Aidah tidak pernah terpikirkan bahwa keluarga yang selama ini ia tempati tinggal bukan keluarga kandung atau aslinya.


"Sayang, sebaiknya kamu tidak usah terlalu fikirin hmm, biar Mas yang cari tau kebenaran mengenai ini. Kamu tenang saja, Mas akan selesaikan masalah mengenai ini! Kamu ingat kan apa pun yang ada di luar sana, siapa pun keluarga asli kamu, kami keluarga Lewis adalah keluarga kamu sekarang!" ujar Andrew lembut dengan mengelus pipi istrinya.


Aidah yang mendengar perkataan suaminya pun tersadar. 'Iya siapapun keluargaku, tapi yang penting sekarang aku sudah memiliki keluarga yang sebenarnya kan seperti keluarga Mas keluarga Lewis ini yang menyayangiku' batin Aidah.


Aidah pun membalas tatapan suaminya, dan kembali memperlihatkan senyumnya. "Iya, Mas benar. Siapa pun keluarga asli ku, tapi aku sudah punya keluarga yang menyayangi ku sekarang keluarga Lewis" ujar Aidah dengan senyum manisnya, sembari menggenggam tangan suaminya yang mengelus pipinya.

__ADS_1


"Nah gitu senyum sayang, kamu sangat tidak cocok jika diam-diam gitu. Mas nggak mau kamu berfikiran terlalu banyak nanti kamu sakit lagi, biar Mas yang cari kebenaran mengenai semuanya" ucap Andrew lembut.


"Yasudah, sekarang kamu istirahat dulu gih. Mas mau ke bawah dulu, pasti semuanya khawatir lihat kamu seperti tadi diam-diam saja bengong!" lanjut Andrew.


"Iya Mas, sampaikan maaf Aidah juga yah, Aidah jadi nggak enak tadi nggak sapa mereka terutama Tante Ana dan Tante Nita" ucap Aidah merasa bersalah.


"Iya sayang, lagian pasti tidak ada yang menyalahkan mu malahan khawatir sama kamu. Yasudah istirahat hmm" Andrew membantu istrinya berbaring, lalu memakaikan selimut ke istrinya. Cup, Andrew mengecup pucuk kepala istrinya, lalu pergi dari kamar. Aidah pun menutup matanya setelah melihat suaminya pergi dari kamar.


Sementara itu Andrew ke bawah menemui keluarganya.


Baru saja sampai di ruang keluarga Andrew sudah di tanya-tanya.


"Aidah kenapa Andrew?" tanya Tante Ana khawatir.


"Aidah baik-baik saja kan?" tanya Tante Nita juga khawatir.


"Apa ada masalah son?" tanya Paman Nathan.


"Aidah tidak sedang marah dengan kamu kan?" tanya Paman Rafael.


"Kamu nggak selingkuh kan?!" tanya Ardian.


"Eh" Semuanya langsung menatap Ardian yang memberikan pertanyaan yang sangat sensitif.


"Apa!! Jangan bilang kamu berkhianat sayang?! Makanya Aidah diam gitu?!" hardik Tante Ana.


"Ingat Andrew di keluarga kita semuanya itu laki-laki setia kalau sudah menikah!! Paman sangat tidak mentolerir jika ada yang berani berkhianat!!" tegas Paman Nathan.


"Kamu mau jadi ponakan durhaka apa!! beraninya kamu nyakitin Aidah!!" ketus Tante Nita.


"STOP!!!" tegas Andrew yang merasa pusing dengan pertanyaan serta fitnah yang di arahkan kepadanya. Padahal ia saja belum berucap sepatah kata sudah di kerumuni dengan berbagai pertanyaan serta tuduhan seperti itu.

__ADS_1


Andrew menatap tajam Ardian sumber dari segala tuduhan yang di arahkan kepadanya.


"A..aku kan hanya bertanya tadi" gumam Ardian.


"Andrew bahkan belum mengatakan apa pun, semuanya sudah memberi Andrew banyak pertanyaan, bukan hanya pertanyaan tapi tuduhan yang tidak mendasar!" kesal Andrew.


"Andrew tidak mungkin juga akan berkhianat dengan Aidah, Andrew sudah cinta mati dengan Aidah jadi stop tuduh Andrew dengan tuduhan yang tidak berdasar seperti itu!!" tegas Andrew.


"Dan masalah semua pertanyaan kalian, akan aku ceritakan, jadi biarkan aku bicara jangan potong penjelasan ku!!" lanjut Andrew, sembari duduk di samping Cika.


"Jadi..." Andrew menceritakan semua yang di Andrew serta Aidah bicarakan tadi dengan Renald.


"APA!!" Semuanya membelalakkan matanya kaget mendengar itu.


"Renald siapa sayang?" tanya Tante Ana penasaran.


Andrew menggeleng, "Andrew juga tidak tau Tan, tapi Andrew sudah menyuruh Endra mencari tau."


Ting, sebuah pesan masuk di hp Andrew.


Andrew yang mendengar motif itu, langsung melihat pesan yang masuk di hp nya.


"Ini pesan dari Endra" ucap Andrew memberitahu. Andrew pun membuka pesan itu dan membaca data diri yang paling utama nama asli Renald.


"Apa itu data diri Renald son? Siapa namanya??" tanya Paman Nathan.


"Hmm, namanya Renald Aron Wikram" ucap Andrew.


Keempat orang tua itu terdiam, dan saling melirik. "Wikram?" tanya mereka bersamaan.


Andrew mengangguk, "Tante dan Paman kenal dengan keluarga Wikram?" tanya Andrew.

__ADS_1


"Lah kamu lupa, itu hari yang datang pas kamu di perkenalkan ke publik sekalian acara Perusahaan waktu itu. Tante Arina dan Paman Elvin, masa kamu lupa? Kalau Renald yang itu mah waktu kecil kalian juga sering bermain bersama sebelum mmm Mama kamu ninggalin kamu waktu itu!" ujar Tante Ana.


Andrew terdiam mendengar perkataan Tantenya.


__ADS_2