Ternyata Dia Milyader!

Ternyata Dia Milyader!
Bonus Chapter ~ TAMAT


__ADS_3

Dua hari kemudian, anak laki-laki yang ditemukan itu sudah bangun dan beristirahat dengan baik, sekarang kondisinya sudah tidak kenapa-kenapa. Akan tetapi, anak laki-laki itu masih tidak ingin berbicara sama sekali jika ditanya hanya mengangguk ataupun menggeleng saja.


Flashback On


Setelah ditemukan, tepat malam hari dihari ditemukannya anak laki-laki itupun akhirnya bangun. Awalnya anak laki-laki itu memandang bingung sekitarnya, tapi Aidah langsung menjelaskan dengan lembut kepada anak laki-laki itu mengenai situasinya. Tapi, Aidah kaget dan khawatir karena saat ditanya bocah itu hanya diam saja, tapi untung kata Dokter yang memeriksa bocah itu mengatakan kalau bocah itu hanya masih bingung dan kaget saja karena kejadian yang menimpanya kalau dibiarkan beberapa hari pasti akan baik-baik saja nantinya. Mendengar hal itu akhirnya Aidah dapat bernafas lega.


"Sayang, kamu sementara tinggal disini dulu yah untuk pemulihan. Nanti kalau kamu sudah baik-baik saja kami pasti akan membawa kamu pulang ke keluarga kamu" ujar Aidah lembut sembari mengelus kepala anak laki-laki itu.


Anak laki-laki itupun hanya mengangguk pelan mendengar ucapan Aidah. Tapi sebenarnya, ia cukup senang dan kaget dengan perlakuan Aidah yang lembut.


"Kalau begitu kami ke bawah dulu yah, nanti Tante naik lagi bawakan kamu makanan ok, istirahat yang baik dulu disini" ujar Aidah lagi lalu menatap sang suami.


Andrew mengangguk paham. Mereka berdua pun keluar dari kamar itu dengan Dokter, mereka mengira Airen anak perempuan mereka sudah pergi dari kamar itu tadi ternyata...


Saat melihat semuanya sudah keluar dan tinggal ia sendiri, tatapannya berubah tajam. 'Ck tidak ku sangka ternyata dia sangat licik, lihat saja apa yang akan ku lakukan nanti' batin bocah laki-laki itu dengan mengepalkan tangannya dengan tatapannya yang menghunus tajam.


"Heii bocah, jangan kira karena kamu disini maka dapat mengambil perhatian Mom aku yah!! Huh, aku itu anak kesayangan Mom!!" teriak anak perempuan yang nampak sangat cantik dengan mata besar, rambutnya yang panjang hingga pinggang hitam lebat, kulitnya yang nampak putih bersih, dan pipinya yang sedikit cubbhy apalagi saat ini ia tengah mengembungkan pipinya cemberut. Anak perempuan itu adalah Airen yang cemburu melihat Momnya perhatian dengan anak lain selain ia dan kakaknya Aidan.


Anak laki-laki yang tiba-tiba diteriaki oleh Airen pun mengernyitkan dahinya bingung melihat Airen. Ia berfikir darimana anak perempuan di depannya ini muncul.


"Huh, ingat yah Mom itu Mom ku jadi kamu tidak berhak atas perhatian Mom!" ujarnya kesal dengan cemberut.


Sementara anak laki-laki itu yang sudah paham maksud anak perempuan di depannya itu pun hanya menampakkan wajah datarnya.


"Heii aku bicara sama kamu yah, kenapa diam saja! Tunggu... atau jangan-jangan kamu bisu lagi..." Airen nampak menutup mulutnya kaget serta matanya yang membola kaget.


Anak laki-laki yang dituduh oleh Airen pun ikut kaget enak saja mengatakannya bisu, padahal ia hanya malas bicara saja.


'Huh, terserah lah tidak usah diladeni toh tidak penting' batinnya lagi dengan mengetikkan bahunya cuek kembali.


Mata Airen nampak mulai berkaca-kaca merasa kasihan dengan itu. "Ma...maaf, aku nggak tau" setelah mengatakan itu Airen langsung berlari keluar dengan wajah sedih serta matanya yang berkaca-kaca entah mengapa ia malah merasa kasihan saat ini.


"???" Anak laki-laki yang bernama asli Evanio Leon Charlie menatap aneh dan bingung Airen yang tiba-tiba nampak sedih dan pergi dari kamarnya.


Flashback Off


Saat ini tampak empat orang anak yang tengah main-main di tepi pantai pula tersebut. Airen tengah bermain lari-larian dengan Resya Axelia Kalendra biasa disapa Lia anak dari Dokter yang berada di pulau tersebut dan Aidan tengah bermain hmm nggak juga dikatakan bermain sih lebih tepatnya saling menatap tajam dengan seorang anak laki-laki yang ditemukan dua hari yang lalu, yaitu Leon yang sudah nampak baik, tetapi masih tidak ingin berbicara hingga saat ini.


Sementara anak-anak bermain, para orang tua, yaitu Andrew dan Aidah serta Dokter Davin dan istrinya bernama Alina tengah piknik di dekat anak-anak mereka bermain. Mereka menaruh karpet di atas pasir lalu duduk dengan cemilan yang sudah disiapkan di atas karpet tersebut.


"Lihat Airen dan Lia sangat senang bermain" ujar Aidah dengan senyum senangnya.


"Benar Nyonya, saya senang karena Lia akhirnya bisa bermain juga, dia pasti kesepian selama ini" ucap Alina yang merasa kasihan dengan anaknya.


Davin langsung menyenggol istriny, "Ma, jangan bicara seperti itu di depan Tuan dan Nyonya" bisiknya mengingatkan.


"Tidak apa-apa Dokter Davin, kami mengerti karena Airen juga sama tidak memiliki teman di rumah karena saudara dan sepupunya semuanya laki-laki. Kami berencana akan menyekolahkan Lia disekolah Airen supaya Airen punya teman nantinya juga, bagaimana pendapat kalian? Dan ah yah tolong tidak usah panggil kami Tuan dan Nyonya panggil Andrew dan Aidah saja" ujar Aidah dengan senyum tulusnya.


Ini bukan hanya keputusan Aidah saja ingin menyekolahkan Lia ditempat Airen, tetapi ini sudah menjadi keputusan bersamanya dengan suaminya Andrew.

__ADS_1


"Benar apa yang dikatakan istri saya, tidak usah terlalu formal."


Dokter Davin dan istrinya saling menatap tersenyum lalu menatap Andrew dan Aidah. "Baik, terimakasih An..Andrew dan Aidah" ucap mereka bersamaan dengan senyum senang.


Andrew dan Aidah hanya membalasnya dengan senyuman. "Jadi, bagaimana pendapat kalian mengenai tadi yang aku katakan?" tanya ulang Aidah.


"Tentu, kami sangat setuju. Kami sangat berterimakasih dengan Andrew dan jeng Aidah jika ingin menyekolahkan anak kami di sekolahnya nak Airen." Raut wajah Alina nampak senang mendengar hal itu, karena biaya di sekolahan Airen dan Aidan tentulah mahal, kalau mereka yang menyekolahkan tentu tidak akan sanggup membayarnya.


"Baiklah, nanti kami akan menyekolahkan nak Lia di sekolahan Airen dan Aidan." Aidah mengangguk dengan senyumannya yang tak lepas dari wajahnya.


Tiba-tiba terdengar suara rintihan.


"Auchh stt" rintih seorang anak perempuan dengan mata berkaca-kacanya.


"Astaga Lia!" Airen membelalakkan matanya kaget melihat kaki Lia yang berdarah karena tersandung.


"Mom, Dad Lia berdarah!!" teriak Airen khawatir dengan raut wajah cemasnya.


Aidah, Andrew, Alina, dan Devan langsung menatap dan segera menuju ke tempat Airen dan Lia dengan wajah khawatir mereka terutama orang tua Lia.


"Kak mau ngapain?!" tanya Airen khawatir dan kaget melihat kakaknya yang baru saja datang tiba-tiba jongkok di depan Lia.


Kreeekk, terdengar suara robekan kain.


Ternyata Aidan merobek kain celananya yang kebetulan sedang memakai celana panjang kain karena malas jika betisnya harus terkena pasir saat duduk di pasir.


"Hiks hiks hiks sa...tit" ujar Lia perih saat Aidan memasangkan kain itu ke kaki Lia.


"Ishh kak kok bilang gitu sih!!" bukan Lia yang menjawab, melainkan Airen yang jengkel dengan kakaknya padahal itukan memang sakit.


"Kamu tidak apa-apa kan sayang?" tanya Alina khawatir dengan anaknya.


"Sa...tit Ma" Lia menatap Mamanya dengan butiran air mata yang masih ada di pipinya.


"Pa, gimana luka anak kita?" tanya Alina yang merasa gemas suaminya malah diam saja.


"Nanti tinggal dioleskan obat saja Ma di Mansion, untung Aidan langsung melakukan itu jadi darahnya tidak tambah keluar banyak lagi. Makasih yah nak Aidan" ucap Devan.


Sebenarnya tadi Devan sangat khawatir, tapi melihat apa yang dilakukan Aidan menurutnya anaknya sudah tidak kenapa-kenapa lagi, jika dioleskan obat dua hari pasti sudah sembuh.


Aidan hanya mengangguk saja menjawab pertanyaan Devan.


Karena kejadian ini semuanya akhirnya memutuskan kembali ke Mansion saja, sekalian agar luka Lia cepat diobati.


*******


Malam hari yang nampak tidak terlalu gelap, karena disinari oleh cahaya bulan dan bintang-bintang yang nampak sangat indah dipandang. Angin berhembus menerpa kulit pasangan yang tengah saling berpelukan menatap cahaya rembulan dan bintang-bintang yabg bertaburan indah di langit serta pantulannya juga yang tak kalah indah di pantai.


"Sayang tidak terasa yah anak kita sudah berumur 5 tahun sekarang, padahal rasanya kita baru saja menikah kemarin" ucap Andrew melihat sang istri yang nampak sangat cantik dibawah cahaya rembulan.

__ADS_1


Aidah juga ikut menatap suaminya yang menurutnya juga nampak sangat tampan, dengan kumis dan janggut tipis-tipis yang ada di wajah suaminya. Ahh rasanya Aidah tetap kagum dengan ketampanan suaminya yang tidak berubah dari awal hingga sekarang masih sangat tampan.


"Hah, iya Dad waktu memang cepat berlalu semua badai yang menerpa rumah tangga kita sebelumnya akhirnya kita bisa lalui bersama, semoga kelak apapun itu kita tetap bisa selalu bersama melewati segalanya" ujarnya penuh harap dengan senyum senang, ia sangat berharap bisa menghabiskan waktu yang lebih banyak lagi melewati rintangan ataupun badai yang mungkin akan datang menerpa mereka nantinya, tetapi mereka melewati semuanya bersama-sama.


"Tentu sayang. Makasih yah sudah ingin menjadi istri Dad, bagi Dad kamu istri dan ibu terbaik untuk Dad dan anak-anak kita. Makasih atas semua pengorbanan kamu yang telah bersedia menemani Dad melewati semuanya, melayani Dad, dan melahirkan anak-anak kita" Andrew menatap dalam sang istri yang selalu membelanya, selalu menjadi tempatnya mencurahkan hati dan selalu menguatkannya terutama saat traumanya akan masa lalu yang dulu selalu menghantuinya.


Aidah menggeleng dan tersenyum haru, "Itu sudah menjadi kewajiban Aidah menjadi istri Dad dan Ibu dari anak-anak kita. Seharusnya Aidah yang berterimakasih dengan Dad, karena Dad Aidah bisa melewati masa-masa suram yang Aidah alami dulu, karena Dad Aidah bisa menjadi wanita yang lebih kuat lagi dan karena Dad Aidah bisa merasakan yang namanya kebahagiaan itu, bisa tersenyum bebas tanpa beban serta rasa khawatir lagi, terimakasih Dad" ujar Aidah mendongak menatap dalam mata suaminya dengan matanya yang nampak berkaca-kaca merasa haru mengingat perjuangan suaminya dan bagaimana suaminya itu selalu ada untuknya dan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuknya.


Mereka berdua sama-sama memiliki masa lalu yang suram, dan sama-sama pula saling menguatkan hingga keluar dari masa-masa kelam yang mengikat mereka dalam kegelapan hingga menuju cahaya terang yang membuat senyuman bahagia tercipta dibibir indah mereka.


Suatu hubungan harus dilandaskan kepercayaan dan saling menguatkan satu sama lain bukannya saling egois dan acuh serta tidak peduli ~ Mipuss.


Andrew dan Aidah saling menikmati menyesapi rasa kebahagiaan mereka.


Tok tok tok.


"Mom, Dad kami ingin tidur dengan kalian" rengek Airen dengan mengetuk pintu kamar orang tuanya.


"Mom, Dad tolong buka pintunya" ujar Aidan juga dengan ikut mengetuk pintu kamar orang tuanya.


Sementara itu di balkon.


"Mmmph hah" Aidah menahan suaminya dulu yang ingin mendekat lagi. "Sepertinya itu suara anak kita mengetuk pintu Dad!" ujar Aidah yang mendengar suara anak mereka.


"Hah, kenapa mereka harus datang di saat ini?!" tanya Andrew dengan wajah kesalnya karena jarang ia ada waktu untuk di habiskan dengan istrinya, tetapi diganggu lagi.


Aidah terkekeh mendengar itu. "Dia anak-anak kamu loh Dad! Sudahlah, ayo keluar daripada Airen nangis susah dibujuknya lagi" Aidah menggandeng suaminya itu keluar dengan senyum bahagianya.


Walaupun kesal, tetap saja Andrew juga merasa bahagia apalagi saat ini melihat senyum indah istrinya yang seakan membuat bibirnya juga ikut tergerak tersenyum.


TAMAT


.


.


.


.


Alhamdulillah akhirnya novel "Ternyata Dia Milyader!" ini tamat juga setelah beberapa bulan. Author mengucapkan banyak terimakasih kepada para pembaca yang selalu setia menunggu, membaca, berkomentar, dan mendukung author setiap saat. Terimakasih karena sudah membaca novel remahan author yang masih banyak kesalahan, author akan berusaha kedepannya agar bisa membuat novel yang lebih baik lagi.


Maaf juga jika author belum sempat membalas semua komentar-komentar kalian tapi author selaku baca kok, dan maaf jika author ada salah dengan kalian semua.


Tanpa kalian tentu karya ini bukan apa-apa, terimakasih banyak sekali lagi terutama kepada pembaca setia author🥰.


Tunggu yah novel tentang anak-anaknya Andrew dan Aidah, yaitu baby Ai (Aidan & Airen) author akan buat di novel yang berbeda🤗.


Dan yah jangan lupa mampir di novel baru author judulnya "Pembalasan Gadis Yang Tertindas" ditunggu kehadirannya xixi.

__ADS_1


Follow Ig author: mipuss_19304🤭🥰


__ADS_2