Ternyata Dia Milyader!

Ternyata Dia Milyader!
Pengusiran


__ADS_3

"Astagfirullah" teriak Aidah kaget dengan menutup matanya, apa lagi saat mendengar suara besar seperti sebuah tabrakan.


Mobil yang di dalamnya ada Andrew dan Aidah itu pun menepi di pinggir jalan.


Setelah mobil menepi, Andrew langsung memeluk dan mengelus punggung istrinya yang pasti sangat kaget dengan kejadian barusan.


"Hust, tidak usah takut. Ada Mas di sini" ujar Andrew menenangkan dengan lembut, walaupun dalam hatinya saat ini sangat marah karena ada yang berniat jahat kepada mereka, tapi ia tidak bisa menunjukkan sisi marah itu di hadapan istrinya yang sedang kaget dan ketakutan saat ini.


"Ma..Mas kita tidak kenapa-kenapa?" tanya Aidah dengan tubuh bergetarnya, karena sangat kaget dan takut dengan kejadian barusan. Tadi, ia rasa semuanya baik-baik saja tapi tiba-tiba ada sebuah truk besar yang ingin menghantam mobil mereka.


"Hust, kita baik-baik saja kok sayang tidak ada apa-apa" ujar Andrew lembut lagi. Andrew mengelus punggung istrinya menenangkan istrinya itu.


Aidah ingin melihat ke arah di mana truk dan bunyi yang datang itu, tapi langsung di halangi oleh Andrew.


"Tidak ada masalah sayang, sebaiknya kita pulang ke Mansion saja dulu" ajak Andrew, dengan berusaha menghalangi istrinya untuk melihat kecelakaan yang cukup besar di jalanan.


"Ba..baik Mas" Aidah yang masih kaget dan ketakutan akibat kejadian tadi, membuat Aidah hanya mengangguk setuju dengan perkataan suaminya yang ingin pulang kembali ke Mansion tidak jadi ke Mansion keluarga Carend.


Andrew melepaskan pelukannya, kemudian kembali melajukan mobilnya itu dengan tatapannya yang sangat tajam.


Beberapa menit kemudian, akhirnya mereka sampai di Mansion. Andrew tidak ikut turun dengan Aidah.


"Sayang, kamu masuk saja hmm semuanya ada di dalam. Mas ada urusan yang lainnya dulu" ujar Andrew dengan mengelus rambut istrinya.


"Tapi Mas, bagaimana kalau ada ap-"

__ADS_1


"Hust jangan ngomong gitu, Mas tidak akan kenapa-kenapa kok hmm" potong Andrew.


"Baiklah, tapi Mas harus hati-hati. Kalau ada apa-apa langsung kabarin Aidah atau yang lainnya" ujar Aidah dengan khawatirnya.


"Iya sayang, Mas paham. Daddy pergi dulu yah sayang, jaga Mom baik-baik ok" ucap Andrew kepada anaknya, dengan mengelus perut istrinya itu.


Aidah pun keluar dari mobil.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam, hati-hati Mas" jawab Aidah dengan mengingatkan suaminya untuk hati-hati lagi.


Sementara itu setelah mengantar istrinya pulang dengan aman. Andrew melajukan mobilnya dengan tatapan tajam mematikannya, wajahnya nampak sedang sangat marah saat ini.


Andrew mengambil earphone dan menaruhnya di telinganya, lalu menelfon asisten kepercayaannya siapa lagi kalau bukan Endra.


"Bagaimana di lokasi?!" tanya Andrew dengan tatapan tajamnya.


"Semuanya sudah di amankan Tuan, para pengawal yang terluka sudah di bawah ke Rumah Sakit, dan itu ada satu orang yang meninggal dunia" lapor Endra dari sebrang sana, yang masih berada di lokasi kejadian tadi.


Yah, tadi saat sebuah truk besar melaju dengan cepat ke arah mobil milik Andrew, Andrew segera menghindar ke arah lain tapi tetap mencoba agar tetap stabil, dan dua mobil para pengawal yang selalu menjaganya itu yang mengetahui hal itu langsung melajukan mobil mereka dengan kecepatan tinggi dan menghalangi truk itu untuk menabrak mobil Andrew dan Aidah. Jadilah, kedua mobil itu yang jadinya di hantam oleh truk besar itu.


"Bayar semua biaya pengobatannya, dan berikan kompensasi ke keluarganya, terutama ke keluarga pengawal kita yang sudah meninggal" perintah Andrew. Sebenarnya Andrew merasa tak enak juga karena dia yang di jaga sampai-sampai nyawa orang lain melayang, tapi yah ini lah konsekuensi kalau jadi bodyguard dari orang terpandang.


"Baik Tuan, ada lagi yang bisa saya bantu?" tanya Endra.

__ADS_1


"Hmm cari tau pelakunya!!" tegas Andrew. "Sudah dulu, nanti kita bertemu di tempat kejadian, saya sudah mau sampai" ujar Andrew lalu mematikan telfonnya sepihak.


Beberapa saat kemudian, akhirnya Andrew sudah sampai di tempat kejadian tadi di mana ia dan istrinya hampir di tabrak oleh sebuah truk, untung saja para pengawal Andrew sangat sigap melindungi Andrew.


Saat sampai di tempat kejadian, Andrew turun dan menemui Endra yang berada di tempat kejadian itu juga, karena baru saja membantu para anak buahnya agar di bawa ke Rumah Sakit.


"Kamu sudah dapat siapa pelakunya?!" tanya Andrew dengan tatapan tajam serta kepalan tangannya sangat marah dengan kejadian ini.


Endra mengangguk, "Sudah Tuan, pelakunya itu sepupu angkat Nyonya waktu itu, yang namanya Bella" lapor Endra setelah mendapatkan hasil dari bagian IT mereka.


"Ckck tidak ada bosannya keluarga tidak tau diri itu!!" Andrew sangat emosi dengan keluarga itu kali ini. Kali ini juga benar-benar tidak bisa mentolerir perbuatan mereka yang hampir saja melukai dirinya terutama istri dan anaknya yang masih dalam kandungan. Padahal tadinya saat melihat surat yang di berikan yang menyuruh Aidah untuk ke Mansion Carend ia ingin bicara baik-baik, tapi ternyata semuanya hanya konspirasi belaka untuk melukai istrinya.


"Endra aku mau kamu ke Mansion mereka, dan bawa mereka semua ke luar negeri, jangan biarkan mereka menampakkan diri mereka lagi di hadapanku!!" tegas Andrew. "Jangan lupa buat bangkrut Perusahannya, jangan biarkan sampai ada yang membantunya. Kalau ada yang berani membantunya buat bangkrut juga, jangan biarkan juga mereka berkomunikasi lagi sama orang yang ada di dalam negeri nanti!!!" lanjut Andrew tegasnya dengan kepalan tangannya.


"Ba..Baik Tuan" Endra mengangguk paham.


"Selanjutnya kamu taukan apa yang perlu kamu lakukan jika mereka sudah di luar negeri" ujar Andrew menatap tajam Endra.


"Glek, Tentu Tuan, saya paham saya akan melakukan sesuai perintah Tuan" jawab Endra lagi.


Setelah mengatakan itu, Andrew memutuskan untuk pulang agar istrinya tidak khawatir lagi kepadanya. Sementara Endra, sesuai perintah Andrew ia segera pergi ke Mansion Carend dengan membawa anak buahnya yang lain.


Saat sampai di Mansion Carend tentu semuanya tak terima dengan perbuatan Endra yang seenaknya. Apa lagi Bastian juga akan menikah secepatnya dengan perempuan lain. Semuanya sudah di siapkan, tapi tiba-tiba Endra datang mengacaukan segalanya.


Endra melaksanakan sesuai perintah Andrew, tak lupa ia juga memperlihatkan bukti bahwa Aidah bukan lah anak dari keluarga Carend. Perusahaan milik keluarga Carend pun bangkrut hanya hitungan menit saja. Pernikahan yang sudah di rencanakan itu pun juga terpaksa terputus, mempelai wanita juga yang memutuskan karena ia tak mau jika keluarganya ataupun perusahaannya yang menjadi target juga.

__ADS_1


Akhirnya, Endra berhasil membawa keluarga Carend itu keluar negeri walaupun banyak rintangan apa lagi penolakan dari pihak keluarga Carend dan mereka pun akan tetap dalam pantauan Endra selalu. Hidup mereka kali ini benar-benar akan seperti dalam penjara terus dalam pantauan dan makan serta tinggal apa adanya tidak ada lagi yang namanya Mansion mewah, tidak ada lagi yang namanya makanan dan pakaian mewah yang bisa mereka gunakan dan makan.


__ADS_2