
Pagi hari, di sebuah Mansion yang nampak megah seorang wanita baru saja sampai di meja makan dimana keluarganya yang lain sudah menunggu.
"Selamat pagi Ma, Pa, Kak" sapa wanita itu yang ternyata adalah Risya, sembari mendudukkan dirinya di salah satu kursi di meja makan tersebut.
"Pagi sayang/dek" balasan sapa dari ketiganya kepada Risya.
Saat baru saja ingin memakan sesuatu Risya mengernyitkan dahinya saat melihat ada orang lain yang duduk bersama mereka di meja makan.
"Dia siapa Ma?" tanya Risya heran dan sedikit kaget.
"Oh maksud kamu dia?" tanya balik Mamanya itu memastikan sembari menatap seseorang lain yang baru saja di lihat Risya itu.
"Iya Ma, dia siapa? Risya baru lihat?" tanya Risya lagi.
Sementara seseorang yang duduk di tempat itu hanya menunduk saat mendengar pertanyaan Risya.
"Dia calon istrinya Kakak kamu Renald, Risya" jawab Mamanya memperkenalkan sosok lain yang ada di meja makan bersama mereka.
Yah seseorang itu adalah Bricia, saat Bricia ingin pergi waktu itu ia langsung di tahan oleh Renald. Renald bukan menerima lamaran dari Bricia, tetapi langsung melamarnya balik dengan mengajak Bricia ke suatu tempat waktu itu. Renald bahkan saat ingin berangkat ia langsung menyuruh anak buahnya menyiapkan hal yang romantis di tempat yang ingin dikunjunginya dan dalam waktu yang mepet karena anak buahnya itu hanya diberikan waktu tiga puluh menit untuk menyiapkan semuanya. Untung saja semua anak buah miliknya itu sigap dan menyelesaikannya tepat waktu.
"Hmm, dia calon istriku. Ayo sayang perkenalkan nama kamu ke calon adik ipar kamu" ucap Renald mempersilahkan ke calon istrinya itu untuk memperkenalkan dirinya.
Bricia menoleh menatap Renald dulu sejenak lalu berdiri, saat melihat anggukan dari Renald, Bricia pun memperkenalkan dirinya.
"Halo dek, perkenalkan nama saya Bricia calon istri dari Kakak kamu" sapa Bricia dengan senyum ramahnya memperkenalkan dirinya, sembari mengulurkan tangannya ke arah Risya.
Bukannya membalas langsung dengan ramah, Risya masih sempat saja menatap penampilan Bricia yang menurutnya sedikit kampungan, karena pakaian yang di pakai oleh Bricia juga pakaian Bricia apa adanya. Renald sudah ingin membelikan dirinya sesuatu ataupun pakaian, tetapi Bricia tidak ingin sebab lebih nyaman menggunakan pakaian seperti biasanya ia pakai apa lagi menurutnya pakaiannya juga masih bagus dan banyak nanti malah boros kalau harus membelli pakaian baru lagi.
__ADS_1
"Halo juga, saya Risya adik kak Renald" sapa balik Risya dengan senyum terpaksanya, sembari menerima uluran tangan Bricia.
"Selamat datang di keluarga Wikram" ucap Risya lagi dengan meremas tangan Bricia dengan menampilkan senyum pura-pura ramahnya, tetapi malah diam-diam menatap Bricia tajam.
Bricia yang memang dulunya kerja menjadi mata-mata saat diperlakukan seperti ini, ia sudah paham bagaimana sifat perempuan yang menjadi adik dari calon suaminya ini miliki. Ia sudah banyak bertemu dengan perempuan seperti ini dalam melaksanakan rencananya dulu.
Bricia pun sedikit tersenyum smirk melihat tingkah Risya yang memeras tangannya agar tangannya kesakitan. Bricia tak tinggal diam, ia juga memeras tangan Risya balik dengan lebih kasar lagi.
"Aww" Risya langsung menarik tangannya, sembari menatap tajam Bricia yang berani membalasnya.
"Astaga, kamu kenapa dek? Padahal aku hanya pegang saja kok tangan kamu malah sakit, maaf yah kalau karena aku tangan kamu malah kesakitan sepertinya itu karena tangan kamu terlalu lembut dek jadi mudah sakit" ujar Bricia pura-pura khawatir dengan Risya.
Renald sedikit kaget melihat apa yang dilakukan calon istrinya itu, karena ia sudah tau sejak tadi keduanya saling menatap tajam, ia hanya menunggu waktu yang tepat untuknya melerai tapi ternyata calon istrinya sudah menyelesaikannya dengan cepat. Tetapi, ia hanya diam saja melihat apa yang di tunjukkan kedua wanita di depannya itu.
'Ckck kamu masih di bawah ku dek heh' batin Bricia diam-diam juga menatap tajam balik Risya.
'What! Demi apa, Mama malah belain si j*lang udik ini!!' batin Risya berteriak tak terima dengan menatap Mamanya tak percaya. Ia juga kaget karena Mamanya yang biasanya selalu membelanya walaupun ia salah, sekarang malah berpihak dengan calon kakak iparnya yang tidak ia sukai ini.
"I..iya kak tidak apa-apa kok" ujar Risya dengan senyum terpaksanya, bahkan tangannya yang lain sudah mengepal erat.
'Hahaha rasain itu, Bricia di lawan' batin Bricia bangga dengan dirinya sendiri.
"Sudah-sudah, ayo makan dulu keburu dingin ini makanan" ujar Papa Risya langsung memisahkan dan melerai keduanya.
Semuanya hanya bisa mengangguk paham, lalu mulai makan.
******
__ADS_1
Di sisi lain, di sebuah Mansion yang bahkan lebih megah dari Mansion keluarga Wikram, yaitu Mansion milik Andrew.
Aidah tengah bersandar di sofa ruang keluarganya, ia nampak hanya bersama Cika saja. Karena, yang lain tengah ada urusan lain. Mereka berdua hanya duduk sembari menonton film di televisi.
"Kakak ipar mau makan apa? Atau keponakan-keponakan Cika itu mau makan apa?" tanya Cika.
Aidah menghela nafasnya mendengar ucapan adik sepupu iparnya itu.
"Nggak tau dek, kakak lagi males makan sesuatu" jawab Aidah dengan wajah ditekuknya, entahlah ia merasa tidak mood saat ini.
"Jangan gitu lah kakak ipar, kasihan loh bayi-bayinya perlu asupan yang bernutrisi, Cika suruh pelayan yah siapin kakak ipar makanan bernutrisi untuk ibu hamil?" tanya Cika meminta izin kakak iparnya.
"Hah, baiklah dek. Makasih yah" ujar Aidah dengan tersenyum kembali melihat perhatiannya Cika kepadanya dan bayi di dalam kandungannya.
Baru saja Cika berdiri dan ingin berjalan ke dapur karena ingin memberitahu langsung pelayan, tapi tiba-tiba ada sebuah berita mengejutkan di televisi yang membuat Cika dan Aidah nampak kaget mendengar itu, apa lagi melihat foto-foto yang ada di televisi itu.
"Baik pemirsa, saya Andita Pratimi akan memberikan kalian fakta mengejutkan. Fakta mengejutkan yaitu datang dari seorang pria yang kekayannya sudah jangan ditanyakan lagi karena ia merupakan salah satu pria terkaya se-Asia, pria itu tentu adalah Tuan Andrew Carlos Lewis dari keluarga Lewis. Kalian tentu semuanya tau siapa itu keluarga Lewis yang sudah termasuk keluarga terkaya di dunia. Dan yang mengejutkan adalah pria itu kedapatan tengah bermesraan dengan perempuan lain yang dimana perempuan itu ternyata bukan istri yang diperkenalkan pewaris Tuan Andrew ini saat menampakkan dirinya di dunia luar waktu itu. Woww wow ada apa ini sebenarnya? Apakah Tuan Andrew selingkuh dari istrinya? Siapakah sosok wanita misterius ini?" ujar pembawa acara dengan mimik terkejutnya menatap kamera di depannya.
Sembari pembawa acara berita mengatakan itu, terdapat pula foto-foto sebagai bukti dimana seorang wanita yang wajahnya nampak samar-samar tengah berada di pelukan Andrew.
Cika dan Aidah saling menatap satu sama lain setelah mendengar dan melihat foto-foto bukti itu.
Cika langsung menghampiri Aidah. "Kakak ipar tenang yah, Cika yakin kakak bukan orang yang seperti itu. Dan di keluarga Lewis kami juga terkenal dengan kesetiaannya, apa lagi kakak Andrew sangat bucin dengan kakak ipar jadi tidak mungkin kak Andrew melakukan hal itu!" ujar Cika segera mengklarifikasinya agar kakak iparnya itu tidak sedih.
Aidah menggelengkan kepalanya, "Kamu tidak perlu menjelaskannya Cika, aku paham kok dan aku percaya dengan Mas Andrew. Aku tau pasti ada dalang di balik ini semua!" ucap Aidah dengan matanya yang nampak tajam.
Cika sedikit takut melihat tatapan mata kakak iparnya itu.
__ADS_1