
"Paman! ayo kita ke sana," ucap Aulya menunjuk ke toko boneka.
Sesuai permintaan Aulya. Aulya akan ikut bersama Dirga untuk menemui Arin. Ntah apa yang ada di pikiran bocah pintar itu. Hanya saja Dirga yakin jika rencana Aulya adalah rencana yang baik untuk hubungannya dengan Arin. Sama seperti kedua orang tuanya, Aulya juga sangat suka membantu orang yang sedang kesusahan. Bahkan idenya juga selalu berjalan dengan mulus dan mendapatkan hasil yang baik.
"Baiklah!" ucap Dirga menurut.
Dirga langsung mengemudikan mobilnya menuju toko boneka itu. Dengan cepat Aulya turun dari mobil lalu berlari memasuki toko. Dirga hanya bisa tersenyum lalu mengikuti langkah Aulya. Hingga akhirnya Aulya berhenti di kumpulan boneka beruang yang begitu imut dan juga lucu. Dirga hanya mengerutkan keningnya binggung menatap boneka yang tersusun rapi di depannya.
"Kau mau membeli boneka ini?" tanya Dirga.
"Tidak!"
"Jadi?"
"Ih! paman ini gak ada romantis-romantisnya. Wanita itu paling suka kalau di kasih hadiah. Jika paman mau membujuk Tante Arin berikan dia hadiah yang banyak," ucap Aulya mengendus kesal.
"Kau benar juga. Kenapa paman tidak kepikiran ya," ucap Dirga tersenyum.
"Papa juga kalau mama merajuk, dia selalu membawa hadiah untuk membujuk mama. Aulya yakin jika paman terus membawa hadiah untuk Tante Arin dia pasti suka,"
"Baiklah! kalau begitu kau yang pilih. Kau 'kan wanita, jadi kau lebih tau boneka yang mana yang di sukai Tante Arin,"
"Baiklah! aku pilih yang ini," ucap Aulya menunjukkan boneka beruang berwarna biru.
__ADS_1
"Baiklah! kita pilih yang ini," ucap Dirga mengambil boneka itu lalu membayarnya di kasir.
"Setelah ini kita harus membeli bunga dan juga cemilan untuk Tante Arin. Wanita juga suka makanan," ucap Aulya tersenyum.
"Ok! paman akan menurut saja," ucap Dirga menuruti semua yang di ucapkan Aulya.
Setelah membeli boneka. Mereka langsung menuju ke toko bunga dan juga menuju toko kue untuk membeli kue untuk Arin. Aulya juga membawa Dirga ke swalayan, Aulya menyuruh Dirga untuk membeli es krim. Dirga hanya menurut dan juga membeli beberapa cemilan untuk Arin.
Namun, saat memilih cemilan Dirga melihat susu untuk ibu hamil. Dirga mencoba mengambil beberapa macam susu yang dia kira yang paling bagus. Karena tidak tau Arin suka susu rasa apa, Dirga akhirnya membeli semua rasa susu yang ada di depannya. Dia berharap Arin mau meminum susu pemberiannya agar nutrisi bayi mereka bisa terpenuhi.
Setelah membeli semuanya, Dirga dan Aulya langsung pergi ke kediaman Arin. Saat memasuki perkarangan rumah Arin, mereka melihat Arin yang sedang duduk di teras bersama Bu Nasri. Dengan cepat Aulya turun dari mobil dan berlari mendekati Arin.
"Assalamu'alaikum, Tante!" ucap Aulya dengan sopan lalu mencium punggung tangan Arin dan juga Bu Nasri.
Melihat Aulya yang sudah turun, Dirga hanya bisa tersenyum kecil. Dia langsung turun dari mobilnya dan mengambil semua barang belanjaan mereka. Dia berjalan mendekati Arin dan Bu Nasri sambil berharap Arin tidak akan mengusirnya lagi.
"Assalamu'alaikum, Ma!" ucap Dirga menyalim Bu Nasri.
"Waalaikumsalam, Nak! bagaimana keadaanmu?" tanya Nasri menyambut hangat kedatangan mantan menatunya itu.
"Aku baik, Ma! bagaimana dengan mama,"
"Mama juga baik! Kau membawa apa?" tanya Bu Nasri melihat barang belanjaan Dirga yang begitu banyak.
__ADS_1
Mendengar ucapan Bu Nasri, Dirga langsung menatap Arin. Melihat Dirga menatapnya, Arin langsung membuang wajahnya. Dia berusaha mengontrol dirinya di depan Aulya. Dia memang kagum dengan perjuangan Dirga, akan tetapi untuk memaafkan Dirga dia masih membutuhkan waktu. Dia ingin memastikan jika Dirga memang benar-benar berubah dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Arin tidak mau kecewa lagi, sebagai seorang wanita dia juga ingin di cintai dan di hargai.
"Rin! ini aku membeli susu untukmu. Karena aku tidak tau kau suka susu yang mana, maka aku membeli berbagai macam rasa susu untukmu. Ini aku juga membawa beberapa cemilan untukmu. Di saat mengandung seperti ini kau pasti sering lapar. Aku juga membawa es krim dan kue untukmu. Maaf aku tidak tau yang mana yang kau suka, jadi jika kau tidak menyukainya katakan saja. Biar aku tau," ucap Dirga memberikan semuanya kepada Arin.
Arin hanya tersenyum kecil dan menerima semua pemberian Dirga. Dia menatap satu persatu lalu menatap Aulya yang duduk di sampingnya.
"Kau duduklah!" ucap Arin singkat ketika melihat Dirga yang terus berdiri di hadapannya.
"Ini, aku juga membelikan boneka dan juga bunga untukmu. Jika anak kita merindukanku kau bisa memeluk boneka ini,"
"Terima kasih!" ucap Arin menerima boneka dan bunga pemberian Dirga.
"Kita makan kue dan es krimnya ya. Kau pasti mau 'kan?" ucap Arin melihat Aulya yang terus melirik es krim dan kue itu.
"He.. he.. Tante tau aja!" ucap Aulya malu-malu.
"Kalian makan es krim dan kuenya ya. Biar nenek buatkan minum," ucap Nasri tersenyum.
Nasri langsung pergi menuju dapur untuk membuatkan teh untuk mereka. Melihat itu, Arin langsung mengalihkan perhatiannya dengan mengajak Aulya berbicara. Melihat dirinya di acuhkan oleh Arin, Dirga hanya tersenyum kecil. Baginya tidak apa-apa di acuhkan seperti ini, yang penting dia tetap bisa menatap wajah cantik Arin. Membawa Aulya adalah suatu keberuntungan untuknya.
Arin dan Aulya menyantap es krim itu dengan lahapnya. Bahkan keduanya menjadi berselemotan dan saling mengejek satu sama lain. Bahkan senyuman indah dan gelak tawa terus menghiasi wajah Arin karena aksi lucu Aulya. Melihat senyum kebahagiaan Arin, Dirga langsung tersenyum bahagia. Dia merasa bahagia karena bisa melihat senyuman indah Arin lagi.
Bersambung......
__ADS_1