Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku

Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku
Part 72


__ADS_3

Clara tidak sengaja melihat senjata api yang ada di balik jas Bisma. Dengan cepat dia menginjak kaki Rafi, sehingga Rafi melepaskan pelukannya. Melihat Rafi yang sibuk memegang kakinya yang terasa sakit karena ulahnya. Clara langsung merampas senjata api yang ada di balik jas Bisma, dan mengeker sumber kehidupan sang supir.


"Dor!"


Arghhh....


Sekali tembakan peluru itu langsung mendarat mulus di sumber kehidupan supir itu.


"Aku memang tidak memotongnya! Tapi aku telah menecahkannya. Kau adalah pria bajingan! kau tidak pantas untuk hidup," Teriak Clara penuh amarah lalu meletuskan senjatanya sekali lagi.


Dor...


Arghh....


Kali ini peluru itu menembus jantung supir itu. sehingga supir langsung menghembuskan napas yang terakhir kalinya. Melihat itu para emak-emak yang tadinya mengamuk kini terdiam membisu. Mereka menatap Clara dengan tatapan penuh rasa tidak percaya. Dendam dan kesedihan akan kehilangan sahabatnya membuat Clara menjadi gelap mata. Dia menatap tajam supir yang telah tergeletak tidak percaya dengan tatapan penuh amarah.


Terlebih lagi mengingat keadaan Rania dan Cheesy. Membuat amarah Clara semakin memuncak. Dia kembali mengangkat senjatanya dan bersiap untuk menembakkan senjatanya lagi. Melihat kemarahan Clara yang sudah sudah tidak terkendali, Rafi langsung berlari menghampirinya.


Dor....

__ADS_1


"Clara! Sudah! Sudah cukup," Ucap Rafi merampas senjata api yang ada di tangan Clara.


"Dia sudah membunuh Tika, Raf! Dia membunuh sahabatku," Ucap Clara menangis di pelukan Rafi.


"Aku tau, Sayang. Kami semua tau. Sekarang kau tenang ya," Ucap Rafi memeluk Clara dan menciumi keningnya dengan lembut.


Rafi tau bagaimana perasaan Clara saat ini. Karena dia juga sangat dekat dengan Tika, bahkan mereka saling mengenal sejak lama. Sama seperti Clara, semua orang yang ada di sana juga merasa sangat kehilangan atas meninggalnya Tika. Namun, mereka semua mencoba untuk ikhlas dan berdoa agar Tika tenang di alam sana.


"Semua sudah berakhir. Sekarang tidak akan ada lagi yang bisa mengusil kehidupan kita," Ucap Randy mendekati Clara.


Dia menatap Clara dengan penuh kesedihan. Karena bagaimanapun Tika adalah istrinya. Jadi dia juga sangat kehilangan atas kepergian Tika. Bahkan cukup lama dia berada dalam fase keterputukan. Bahkan dia sampai tidak menerima kehadiran Rania, karena dia masih menyimpan nama Tika di dalam hatinya.


"Baik, Tuan!" Ucap Bisma mengangguk patuh dan memerintahkan anak buahnya untuk membereskan mayat supir itu.


"Huf! Ternyata kemarahan wanita jauh lebih mengerikan dari raja kegelapan," Batin Rafi menatap keadaan supir yang mati secara mengenaskan.


"Ayo kita pulang!" Ucap Rafi membawa Clara kedalam gendongannya.


Dia berjalan keluar dari gedung tua itu sambil mengendong tubub Clara. Rafi dapat merasakan tubuh Clara yang gemetar dan terasa dingin. Rafi yakin jika Clara saat ini sedang syok, karena dia telah menghabisi nyawa seseorang dengan tangannya sendiri. Rayyan dan yang lainnya juga berjalan mengikuti Rafi sambil mengandeng istri mereka masing-masing.

__ADS_1


Dari kejadian tadi, mereka belajar sebaik dan sesabar apapun seseorang. Jika kita terus mengusiknya, maka dia akan melakukan hal yang jauh lebih mengerikan dari yang kita bayangkan. Clara adalah wanita yang sangat baik dan berhati lembut. Bahkan dia selalu memaafkan setiap orang yang berbuat jahat kepadanya. Namun, kali ini kelakuan supir itu sudah kelewat batas, sehingga membuat batas kesabaran Clara menjadi habis.


Mereka semua langsung kembali ke kediaman mereka masing-masing dalam diam. Kejadian tadi masih belum dapat di cerna dengan baik oleh pikiran mereka. Bayangan kemarahan Clara yang begitu menakutkan terus terbayang di pikiran mereka masing-masing. Clara yang berhati lembut dan di penuhi dengan kebaikan, kini telah membunuh seseorang dengan tangannya sendiri.


"Clara! Clara pasti sangat marah. Sehingga kemarahannya sampai membutakan hatinya," Ucap Zhia menatap Rayyan dengan tatapan kosong.


"Itulah kenapa kita harus berhati-hati dengan orang baik. Karena sekali murka dia dapat melakukan hal yang jauh lebih mengerikan dari yang kita bayangkan," Ucap Rayyan menatap Zhia dengan lekat.


"Benar! Kita sudah terlalu baik kepada orang yang telah berani berbuat jahat kepada kita. Karena sebaik-baiknya seseorang tetaplah manusia biasa, yang memiliki batas kesabaran dan tidak luput dari yang namanya dosa,"


"Semoga saja setelah kejadian ini kita semua bisa tetap bersama untuk selamanya. Kita semua memiliki umur yang panjang, dan dapat melihat anak dan cucu kita bahagia. Dari cobaan ini semoga hubungan kita semua semakin dekat, dan tidak ada namanya perpisahan kecuali maut yang memisahkan,"


"Aamiin!" Ucap Zhia mengambikan ucapan Rayyan sambil menyandarkan tubuhnya di bahu Rayyan.


Walaupun mereka semua masih di kejutkan dengan aksi gila Clara. Namun, ada rasa lega di hati mereka semua. Karena kini Tika telah mendapatkan keadilan, orang yang tega membunuhnya kini telah mendapatkan hukuman yang setimpal. Mila telah menekam di penjara dengan ganguan jiwa yang dia alami. Montir itu juga telah menyerahkan diri dan mengakui semua kesalahannya. Sedangkan supir itu telah pergi menyusul Tika dengan keadaan yang mengenaskan.


Semua kejahatan dunia ini tidak akan bertahan lama. Pasti lambat laun akan mendapatkan ganjaran dari apa yang telah mereka lakukan. Memang ada yang bisa lolos dari hukuman dunia dan mengira jika dia akan bebas dari hukuman. Namun, dia tidak tau jika ada hukuman yang jauh lebih mengerikan yang sedang menantinya, yaitu hukuman di akhirat. Hukuman yang di berikan oleh sang Pencipta akan semua perbuatan yang dia lakukan di dunia ini.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2