Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku

Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku
Part 111


__ADS_3

"Apa! Arin sudah melahirkan? aku akan beritau Clara. Kami akan kesana sebentar lagi," ucap Rania tersenyum bahagia mendengar kabar bahagia dari Randy.


Dia langsung menghubungi Clara dan juga yang lainnya. Mereka langsung sepakat menemui Arin secara bersama-sama. Mendengar itu, Rania langsung menyiapkan dirinya dan juga Cheesy. Karena dia akan membutuhkan waktu yang sedikit lama untuk mengurus Cheesy.


Setelah selesai memberi makan Cheesy dia langsung memandikan putrinya itu dan mengenakan pakaian terbaiknya. Rania memang selalu membuat Cheesy tampil cantik dan imut. Dia tidak mau putrinya itu terlihat tidak terurus walaupun keadaannya yang sedang mengandung.


"Bi! tolong jaga Cheesy sebentar ya. Aku mau mandi. Soalnya aku mau ke rumah sakit sebentar lagi," ucap Rania memberikan Cheesy kepada Bik Inah.


"Ia, Nyonya!" ucap Bik Inah langsung mengambil alih Cheesy.


"Cucu nenek cantik sekali. Mamamu selalu memberikan yang terbaik untukmu," ucap Bik Inah mencium gemas wajah gembul Cheesy yang sudah wangi dan di taburi bedak. Sehingga membuat penampilannya terlihat semakin mengemaskan.


"Ra! Rania," ucap Zhia datang bersama yang lainnya untuk menjemputnya Rania.


"Nyonya masih mandi, Nyonya," ucap Bik Inah menatap Clara dan yang lainnya.


"Adik Cheesy! kau lucu sekali," ucap Aulya menghampiri Cheesy.


"Kalian mau minum apa, Nyonya?" tanya Bik Inah ramah.


"Tidak usah, Bik! Bibik tidak perlu repot-repot," ucap Zhia tersenyum lalu duduk bersama yang lainnya.


Para mama duduk bersantai bersama sambil berbincang-bincang kecil sambil menunggu Rania. Sedangkan para bocil sibuk bermain dengan Cheesy. Setelah selesai, Rania langsung turun dan melihat Zhia dan yang lainnya sudah menunggunya di bawah. Rania langsung berjalan dengan cepat menghampiri mereka semua.


"Kalian sudah lama menunggu? maaf aku lama," ucap Rania merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa. Ayo kita pergi. Kita juga harus membeli buah tangan untuk Arin terlebih dulu," ucap Zhia langsung bangkit dari duduknya.

__ADS_1


"Ra! aku ikut denganmu ya," ucap Rania menumpang mobil Clara.


"Asik! Ecy ama ita," ucap Fiona bersorak ria.


"Ma! kami juga ikut Tante Rania. Kami ingin bersama Cheesy," ucap Aulya semangat.


"Baiklah! tapi kalian jangan nakal ya," ucap Zhia terseyum.


"Hore!" Terima Sania, Aulya dan Yuki berlari ke mobil Clara.


"Kalian duduk di belakangnya ya. Jangan nakal," ucap Clara menatap para bocil itu.


"Ilio ama Aka Ibran aja," ucap Fillio malas bergabung dengan gadis-gadis centil itu.


"Ayo! kita ikut Tante Zhia saja," ucap Erlan naik ke mobil Zhia.


"Paman!" teriak para bocil memasuki ruang rawat Arin.


"Hai! kalian datang bersama siapa?" tanya Dirga yang belum melihat mama para bocil itu.


"Hai, Rin!" ucap Rania dan yang lainnya langsung menghampiri Arin.


"Hai, Ra!" ucap Arin langsung menyambut kedatangan para mama muda itu dengan hangat.


"Tante! adik ayinya ana?" tanya Fiona tidak melihat keberadaan bayi Arin.


"Tunggu sebentar ya. Biar paman ambil dulu di ruangan bayi," ucap Dirga langsung pergi menuju ruangan bayi.

__ADS_1


Rania menatap Bu Bima yang hanya duduk menatapnya. Rania hanya diam dan tidak memperdulikannya. Karena Rania tidak mau jika dia harus mendengarkan hinaan dari Bu Bima. Sama seperti Rania, Clara dan yang lainnya juga tidak mau menyapanya. Mereka memilih tidak mengagap kehadirannya karena mereka tidak mau jika Rania harus mendapatkan hinaan dari wanita yang tidak punya hati itu.


"Hai! ramai sekali," ucap Bu Nasri melihat ruang rawat putrinya yang di penuhi para bocil dan juga mama muda yang masih cantik-cantik.


"Hai, Nek! ini lya bawa kue untuk nenek," ucap Aulya langsung menghampiri Bu Nasri dan memberikan kue yang dia beli.


"Wah! Terima kasih, Sayang," ucap Bu Nasri tersenyum ramah.


"Ra! kenalkan, itu mamaku," ucap Arin.


"Hai, Tante. Saya Rania," ucap Rania tersenyum lembut lalu mencium tangan Bu Nasri.


"Ternyata kau sangat cantik, Sayang," ucap Bu Nasri menatap kagum kecantikan Rania.


"Bukan hanya cantik wajahnya. Tapi Rania juga memiliki hati yang sangat cantik," ucap Arin tersenyum.


"Ini adik bayinya," ucap Dirga membawa putranya menghampiri para bocil.


"Wah! adik bayinya sangat lucu ya," ucap para bocil langsung mengerumuni bayi itu.


"Dia sangat tampan ya. Apa boleh aku mengendongnya?" tanya Rania menatap bayi itu.


"Tentu saja," ucap Dirga memberikan putranya kepada Rania.


"Wah! kau tampan sekali. Kalau boleh tau siapa namanya?" tanya Clara menoel gemas wajah gembul bayi itu.


"Daffa Arshandy," ucap Dirga tersenyum.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2