Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku

Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku
Part 81


__ADS_3

Hari demi hari berlalu. Setelah pertemuannya dengan Rania, kehidupan Dirga menjadi bangkit kembali. Walaupun dia tetap terlihat dingin dan arrogant, akan tetapi setidaknya dia sudah bisa mencintai tubuhnya. Dia selalu menghabiskan waktunya untuk bekerja dan mencari keberadaan Arin. Bahkan dia sudah menyewa begitu banyak ditektif handal untuk mencari Arin.


Dia bertekat akan mencari Arin sampai ke ujung dunia. Karena sekarang, Arin adalah satu-satunya wanita yang tertulis di dalam hatinya. Dia yakin jika Arin juga masih sangat mencintainya. Walaupun tidak, dia akan tetap memperjuangkan cinta Arin. Dia akan meyakinkan Arin jika dia telah berubah dan akan memperbaiki hubungan mereka kembali.


Dirga duduk di bangku kuasanya sambil menatao pokus layar laptopnya. Tubuhnya sekarang semakin berisi dan juga terawat. Walaupun ekspresi datar terus menghiasi wajah tampannya. Bahkan dia sekarang adalah duda keren yang menjadi incaran setiap gadis di luar sana. Namun, tidak akan ada satupun yang berani mendekatinya. Karena semua orang tau jika duda keren itu sedang mencari pelabuhan hatinya yang sedang menghilang.


Bahkan di seluruh layar televisi terus terlihat jika dia sedang mencari Arin. Bahkan dia juga menawarkan hadiah yang sangat besar, kepada orang yang bisa mempertemukannya dengan Arin. Hingga akhirnya kabar itu terdengar oleh seorang wanita cantik yang sedang duduk di depan televisi. Dia melihat pria yang sangat dia cintai sedang berjuang mati-matian untuk menemukannya.


"Kenapa baru sekarang, Mas! kenapa baru sekarang kau menyadari cintaku yang sangat besar untukmu," batin Arin meneteskan air matanya sambil mengusap perut buncitnya.


Sebenarnya Arin tidak keguguran. Hanya saja dia sengaja menyembunyikan itu karena rasa kekecewaannya yang sangat besar kepada Dirga. Di waktu kecelakaan itu, Arin dapat melihat pancaran penuh kebingungan yang terpancar di mata Dirga. Walaupun dia sudah tergeletak tidak berdaya dan di penuhi luka, terlebih lagi dengan keadaannya yang sedang mengandung. Namun, dalam keadaan itu Dirga masih belum bisa menentukan pilihannya.


Arin dapat melihat dengan jelas, jika Dirga lebih menghawatirkan Rania ketimbang dirinya. Hal itulah yang membuat Arin semakin membulatkan pikirannya untuk berpisah dengan Dirga. Sebenarnya pada saat masuk ruang ICU Arin masih sadar. Dia sengaja berpesan kepada Dokter yang menaganinya untuk mengatakan jika, kandungannya tidak bisa di selamatkan kepada Dirga suaminya.


"Tolong selamatkan bayiku! selamatkan dia. Dia berhak untuk hidup. Tapi aku mohon, sembunyikan keberadaannya. Karena dia tidak di harapkan," begitulah kata-kata Arin sebelum hilang kesadaran.


Dokter yang mendengar kata-kata terakhir Arin hanya bisa diam mematung. Dia mencoba mencerna kata-kata Arin. Terlebih lagi mata Arin yang memancarkan kesedihan yang teramat dalam, membuat Dokter itu merasa sangat kasihan kepadanya. Sehingga Dokter memilih untuk membantu Arin dan menyembunyikan soal kandungannya.


Bahkan keadaan kandungan Arin pada waktu itu sangat lemah. Bahkan Dokter itu tidak yakin jika dia bisa menyelamatkan kandungan Arin. Akan tetapi keberuntungan masih dagangan menghampiri Arin. Berkat kekuatannya dan perjuangannya ingin mempertahankan kandungannya. Akhirnya kandungan Arin bisa di selamatkan. Walaupun Arin harus mengalami koma beberapa hari di rumah sakit.

__ADS_1


...----------------...


"Sayang! aku hari ini pulang terlambat ya," ucap Randy melihat Rania yang sedang membuatkan bekal untuknya.


"Kenapa, Sayang?"


"Aku ada urusan penting. Kau di rumah saja ya," ucap Randy singkat lalu mengambil kotak makanan yang ada di tangan Rania.


"Aku pergi dulu ya. Kau bersenang-senanglah dengan Cheesy," ucap Randy tersenyum lalu mencium kening Rania dengan lembut.


Mendengar ucapan Randy, Rania langsung menatapnya binggung. Dia mencoba mencerna ucapan Randy, yang mengatakan jika dia pulang terlambat. Berlahan rasa curiga timbul di pikiran Rania dengan seketika. Apalagi mengingat dengan penjelasan Randy yang mengatakan jika dia ada urusan. Urusan apa? pertanyaan itu langsung tergiang di pikiran Rania.


Belakangan ini Randy memang terlihat sangat cuek kepadanya. Bahkan Randy lebih sering memainkan ponselnya saat berada di rumah. Bahkan Rania sering menergoki Randy yang menghubungi seseorang secara diam-diam. Berbagai pikiran buruk langsung terlintas di pikiran Rania sehingga membuatnya menjadi pusing sendiri.


"Tidak! tidak mungkin Mas Randy bermain di belakangku. Dia itu type pria yang sangat setia. Jadi tidak mungkin dia menghianati pernikahan kami," batin Rania mencoba menyakinkan dirinya.


Dia berusaha meyakinkan dirinya agar tidak berprasangka buruk tentang suaminya. Dia harus yakin jika suaminya tidak menghianatinya. Dia harus percaya kepada Randy, sama seperti Randy yang selama ini percaya kepadanya. Di saat sedang sibuk berdebat dengan pikirannya, Tiba-tiba Rania melihat bel rumah yang berbunyi. Dengan cepat Rania bangkit dari duduknya dan membuka pintu. Mata Rania langsung membulat, ketika melihat seorang suster yang selalu berdampingan dengan suaminya berada di depan pintu rumahnya.


"Ada apa?" tanya Rania penasaran.

__ADS_1


"Maaf, Nyonya! apa Dokter Randynya ada?" tanya suster itu menunduk hormat.


"Mas Randy sudah pergi ke rumah sakit. Memangnya ada apa?"


"Lho bukannya Dokter Randy mengambil cuti selama seminggu? aku ke mari mau mengambil data pasien yang mau di oprasi hari ini. Semalam aku lupa memintanya kepada Dokter Randy,"


"Cuti selama seminggu? tapi kenapa Mas Randy tidak mengatakannya kepadaku?" batin Rania dengan pikiran yang langsung melayang ntah ke mana.


"Kalau boleh aku tau. Mas Randy cuti dengan alasan apa?" tanya Rania menatap lekat wajah suster itu.


"Bukannya.... "


"Hai, Ran!" ucap Zhia dan Clara tiba-tiba nonggol bersama Nur dan Shinta yang berjalan di belakangnya.


"Hai! tumben kalian datang pagi-pagi seperti ini?" tanya Rania menatap heran ke empat sahabatnya itu.


"Tidak ada! kami mau mengajakmu bersenang-senanglah," ucap Clara lalu menatap tajam suster itu.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2