Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku

Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku
Part 66


__ADS_3

Randy membaringkan tubuhnya di samping Rania. Dia menatap tubuh lemah istrinya yang sampai sekarang belum sadar juga. Dia melingkarkan tangannya di perut Rania dan menengelamkan wajahnya di leher jenjang Rabia. Dia mencoba memejamkan matanya berharap jika esok pagi istrinya itu segera sadar.


Zhia dan Clara hanya bisa menatap Randy dengan penuh rasa iba. Mereka terus berdoa untuk keselamatan sahabat dan keponakan mereka. Mereka tidak mau jika sampai Rania akan pergi bersama Tika. Karena kehilangan Tika saja sudah sangat menyakitkan bagi mereka. Jangan sampai itu terjadi lagi kepada Rania.


Karena hari sudah larut malam, dan Cheesy juga masih tertidur dengan lelapnya. Clara dan Zhia memilih mengistirahatkan tubuh mereka di atas bangsal yang di sediakan suster untuk mereka. Mereka memejamkan matanya dan berharap jika esok pagi Rania bisa sadarkan diri.


Saat membuka matanya, Rania melihat sesuatu pemandangan yang berbeda. Dia melihat pemandangan yang sangat indah yang membuatnya tertegun sejenak. Bunga-bunga bermekaran dengan indahnya, kupu-kupu dan kumbang bertebaran sehingga membuat senyuman indah melingkar di wajah Rania.


Hingga akhirnya suatu penampakan membuatnya tertegun sejenak. Dia melihat seorang wanita cantik mengenakan gaun putih sedang bermain ayunan sambil bernyanyi kecil. Dia mencoba menghampiri wanita itu dengan mata berkaca-kaca.


"Ti.. Tika!" ucap Rania lirih sambil mendekati Tika.


Mendengar namanya disebut, Tika langsung tersenyum dan menyambut kedatangan sahabatnya itu. Rania langsung memeluk Tika sebagai obat pelepas rindu yang selama ini dia pendam. Dia juga menangis kesegukan di dalam pelukan Tika untuk melupakan semua kesedihan yang selama ini dia pendam.


"Kenapa kau menangis? apa Mas Randy menyakitimu," ucap Tika tersenyum sambil menghapus air mata Rania.


"Kenapa kau tega memberikan cobaan yang sangat berat kepadaku? Kau tau setelah kepergiaanmu hidupku menjadi berantakan. Bahkan semua orang membenci diriku,"


"Tidak semua! apa kau lupa Clara yang lainnya selalu ada di sampingmu? untuk yang membencimu, mereka tidak tau saja bagaiaman sahabatku ini. Jadi kau tidak perlu menangidi hal yang tidak perlu kau tangisi,"


"Ia, Sih! tapi aku sangat merindukanmu. Terima kasih karena sudah mau datang menemuiku," ucap Rania kembali memeluk Tika.

__ADS_1


"Bagaiamana keadaan putri dan suami kita? apa mereka baik-baik saja?"


"Em itu!" ucap Rania berpikir sejenak.


"Kau meninggalkan mereka," ucap Tika mengelengkan kepalanya kecil.


"Sekarang kau kembalilah! kembali bersama mereka. Karena mereka sangat membutuhkanmu," ucap Tika kembali.


"Tapi aku ingin bersamamu,"


"Tidak! aku telah menitipkan mereka kepadamu. Jadi kau tidak bisa meninggalkan mereka begitu saja. Apa kau tidak mau menepati janjimu?"


"Kau salah! jika kau ikut bersamamu kau tidak akan merasa tenang," ucap Tika seperti tau kata hati Rania.


"Tapi, Tik!"


"Lihatlah! mereka semua menunggumu. Apa kau tidak lihat bayi mungil itu? apa kau bisa membayangkan bagaiamana hidupnya tanpamu? hidupnya pasti akan hancur, tidak akan ada lagi yang mendengar suara tangisannya. Tidak akan ada lagi yang memeluknya penuh cinta. Tidak akan ada lagi yang bisa menemaninya saat dia terbangun," ucap Tika memperlihatkan Cheesy yang sedang tertidur.


"Dan apa kau lihat itu? dia sedang menunggumu. Dia menunggumu untuk membuka kedua matamu," ucap Tika memperlihatkan Randy yang sedang memeluk Rania.


"Dan kau lihat si bawel dan si galak itu? mereka sampai rela meninggalkan anak-anak mereka untuk menunggumu sadar. Apa kau tidak mersa kasihan kepada mereka. Jika kau pergi siapa lagi yang akan mereka omelin dan marahi nantinya," ucap Tika menunjuk ke arah Clara dan Zhia yang sedang tertidur.

__ADS_1


"Ra! aku tau kau sangat terluka. Tapi aku tidak akan menitipkan mereka jika aku tidak tau bagaimana dirimu. Kau wanita kuat, Ra! aku yakin setelah ini kau akan mendapatkan kebahagiaan yang jauh lebih baik dari yang kau bayangkan selama ini. Sekarang pulanglah! temui mereka," ucap Tika menatap Rania penuh permohonan.


"Aku titipkan suami dan anak kita kepadamu. Jagalah mereka dengan baik agar aku bisa tenang di sini," ucap Tika menangkup kan tangannya di wajah Rania.


"Pulanglah! mereka menunggumu," ucap Tika tersenyum sambil menitikkan air matanya.


"Baiklah! aku akan menjaga mereka untukmu. Kau yang tenang di sini ya," ucap Rania tersenyum dan memeluk Tika untuk yang terakhir kalinya.


"Aku serahkan semua cinta Mas Randy untukmu. Aku tidak akan mengusik rumah tangga kalian lagi. Pergilah temui mereka," ucap Tika berlahan menghilang dari pandangan Rania.


"Tika!" batin Rania lalu tersdar dari komanya.


Dia menatap tubuh kekar Randy yang sedang tertidur di sampingnya. Berlaha air matanya menetes karena melihat orang yang sangat berarti dalam hidupnya ketika pertama kali membuka matanya.


"Kau sudah sadar, sayang!" ucap Randy membuka matanya dan menghapus air mata Rania.


"Jangan tinggalkan aku sayang. Aku tidak akan bisa hidup tanpamu," ucap Randy memeluk Rania dan menciumi wajah Rania dengan lembut.


"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, Mas,"


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2