
"Jadi untuk apa pisau itu?" tanya Rayyan menunjuk pisau belati yang ada di tangan Bisma.
"Memotong burungmu," ucap Bisma ketus.
"Kau berani? jika kau berani coba saja. Apa kau tidak takut terkena amukan Zhia?" tanya Rayyan santai.
Mendengar ucapan Rayyan, Bisma langsung menatap celana Rayyan yang menonjol. Berlahan ia mengusap lehernya kasar. Bukannya karena takut, akan tetapi dia merasa geli membayangkan sesuatu yang ada di dalam sana.
"Jangankan memotongnya. Melihatnya saja aku tidak sudi," ucap Bisma mengidik ngeri.
"Sudah! kalian diam saja. Atau aku akan tutup mulut kalian mengunakan lakban ini," ucap Bisma mengambil lakban hitam yang tergelak di ruangan itu.
"Ups! kami diam. Kau lanjutkan saja," ucap Rafi menutup mulutnya lalu duduk bersantai di kursi.
"Kau lanjutkan saja. Lakukan apapun yang kau mau," ucap Randy menyerahkan semuanya kepada Bisma.
"Bagus!" ucap Bisma tersenyum lalu kembali menatap montir itu.
Bisma kembali memainkan pisaunya di depan montir itu. Namun kali ini dia memainkan pisaunya tepat di kulit wajah montir itu.
"Kau tanpa ada belas kasihan menyabotase mobil wanita yang sedang hamil tua. Bahkan karena ulahmu, seorang bayi mungil tidak bisa melihat wajah ibunya. Bagaimana jika sekarang aku menyiksamu tanpa ada belas kasihan. Aku rasa itu sangat setimpal," ucap Bisma tersenyum sinis lalu menyayat wajah montir itu tanpa belas kasihan.
"Arghh!" teriak montir itu meringis kesakitan ketika darah segar mengalir dari wajahnya.
"Katakan! siapa yang menyuruhmu?" tanya Bisma menatap tajam montir itu.
__ADS_1
"Maaf, Tuan!"
"Katakan!" teriak Bisma tepat di depan montir itu.
Suaranya sangat keras dan mengerikan bahkan membuat aura ruangan itu semakin menegangkan. Rayyan yang melihat aksi brutal Bisma hanya mampu mengusap bulu kuduk nya yang merinding. Di antara mereka semua hanyalah Bisma dan Randy yang paling pendiam. Namun, jika ada yang berani mengusik mereka. Maka, Bisma lah yang akan memberikan pelajaran yang mengerikan kepadanya.
"Aku hanya di suruh oleh seorang wanita, Tuan. Aku butuh uang untuk mengirim uang pengobatan ibuku yang sedang sakit. Aku tidak tau jika pemilik mobil itu sedang hamil," ucap Montir itu menunduk ketakutan.
"Siapa yang menyuruhmu?" tanya Bisma menatap tajam montir itu.
"Seorang wanita. Dia cantik dan masih muda,"
"Apa wanita ini?" tanya Bisma menunjukkan foto Mila.
"Ia! dia. Dia yang menyuruhku. Dia membayar ku untuk memutuskan rem mobil itu. Agar orang menyangka jika kecelakaan itu terjadi karena rem blong,"
"Tidak! dia bersama seorang pria. Pria itu bertugas untuk menabrak mobil itu dengan truknya,"
"Pria? apa kau mengenalnya?" tanya Bisma mengerutkan keningnya bingung.
"Tidak! aku tidak mengenalnya. Tapi sepertinya pria itu bekerja sebagai supir di sebuah toko swalayan,"
"Apa kau ada masalah dengan seorang pria?" tanya Rafi kepada Randy.
"Tidak! aku tidak ada terlibat masalah dengan siapapun," ucap Randy binggung.
__ADS_1
"Lebih baik kita cari tau dulu. Aku yakin pria ini adalah salah satu supir truk pengantar barang Nur. Karena di waktu kecelakaan Tika, Nur mengatakan jika salah satu truknya mengalami lecet. Bahkan aku melihat cat mobil yang menempel di truk itu sama dengan warna cat mobil Tika," jelas Bisma.
"Aku curiga dia adalah suami dari wanita yang meninggal waktu kau tangani satu tahun lalu," jelas Bisma kembali.
"Ia! aku ingat jika pria itu mengatakan akan membalas kematian istrinya. Tapi itu bukan salahku. Aku sudah melakukan pengobatan sekuat tenangaku. Hanya saja dia yang terlambat membawa istrinya ke rumah sakit," jelas Randy mengingat kejadian satu tahun lalu.
Di mana dia gagal dalam menangani salah satu pasiennya yang mengalami pendarahan. Namun, itu semua bukan karena keteledoran ataupun kesalahannya. Akan tetapi semua terjadi karena pasien terlambat di bawa ke rumah sakit. Terlebih lagi suami pasien yang terlambat memberikan keputusan sehingga pasien terlambat mendapatkan penanganan.
"Kau maklum saja! di dunia ini tidak ada yang sempurna," ucap Rayyan mengelus pundak Randy.
"Tapi dari mana kau tau?" tanya Rafi menatap Bisma.
"Aku awalnya hanya curiga saja. Karena kejadian kecelakaan Tika sama dengan kejadian truk Nur yang lecet. Awalnya aku hanya ingin memastikannya saja. Tapi setelah aku mencari tau semuanya aku yakin jika supir itu juga terlibat. Tapi sayang aku tidak punya fotonya" ucap Bisma.
"Aku masih ingat betul bagaimana orangnya. Aku bisa menunjukannya kepada kalian. Tapi aku mohon maafkan aku, aku melakukan itu karena terpaksa. Ibuku sedang sekarat dan butuh biaya pengobatan. Jadi aku terpaksa melakukan itu untuk membiayai pengobatan ibuku," ucap montir itu penuh penyesalan.
"Kau bersalah! jadi kau harus mendapatkan hukuman atas perbuatanmu," ucap Bisma tegas.
"Aku akan menerima apapun hukuman yang kalian berikan. Tapi jangan bunuh aku, jika aku mati bagaimana nasib ibu dan adik-adikku. Mereka tidak punya siapa-siapa lagi selain aku," ucap montir itu dengan penuh permohonan.
"Aku akan memikirkannya," ucap Randy menatap montir itu dengan tatapan penuh selidik.
"Aku dengar kau sudah menikah. Kau harus menjaga istrimu dengan baik, aku yakin mereka akan melakukan hal yang sama lagi," ucap montir itu memperingatkan.
"Rania, dan Clara!" ucap Rafi tiba-tiba mengingat jika Clara dan Rania ingin menyelidiki Mila secara diam-diam.
__ADS_1
Bersambung.....