Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku

Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku
Part 69


__ADS_3

"Maaf, Tuan! orang yang anda cari sudah berada di dalam pesawat. Kira-kira dua menit lagi pesawat yang dia tumpangi akan melakukan penerbangan," ucap pria itu.


"Hentikan penerbangannya sekarang juga!" ucap Rayyan mengeraskan rahangnya lalu bergegas menuju pesawat yang telah di naiki supir itu.


"Ba... baik, Tuan!" ucap pria itu gugup lalu mengumumkan penundaan penerbangan.


"Kau salah karena berani berdebat dengan kami. Ingat jangan sampai kau mengulangi kesalahan ini lagi," ucap Ardiyan memberikan kartu nama Rayyan kepada pria itu.


"O.. orang tadi tuan besar Ardinata!" ucap pria itu gugup ketika tau jika dia telah meremehkan orang yang salah.


Sedangkan Ardiyan dan Rayyan langsung menuju ke pesawat yang di sebut pria tadi bersama beberapa pengawal. Mereka harus mendapatkan supir itu secepatnya, atau mereka akan menghadapi amukan para istri. Karena mereka telah gagal mendapatkan orang yang telah berani mengusik kehidupan mereka.


Melihat beberapa orang berbadan tegap dan menyeramkan memasuki pesawat secara paksa. Para penumpang yang ada di dalam langsung ketakutan. Namun, ada salah satu penumpang yang jauh lebih panik dari penumpang yang lainnya. Apalagi ketika melihat wajah menyeramkan dari Rayyan ketika memasuki pesawat itu.


"Perhatikan semuanya! Apa kalian melihat pria ini di sini?" tanya Rayyan memperlihatkan foto supir itu kepada seluruh penumpang dan juga para pramugari.


"Jangan ada yang bisa keluar dari pesawat ini sebelum orang ini di temukan," ucap Ardiyan tegas sambil menatap satu persatu penumpang.

__ADS_1


"Kalian periksa seluruh pesawat ini," perintah Rayyan kepada seluruh anak buahnya.


Melihat para penumpang yang ketakutan, salah satu pramugari langsung mendekati Rayyan. Pramugari itu tau jika Rayyan tidak akan melakukan hal ini jika tidak ada masalah besar. Selain itu, dia juga mengetahui di mana supir itu. Walaupun sudah menyamar, akan tetapi pramugari itu masih mengenalinya dengan jelas.


"Saya tau di mana orang itu, Tuan. Tapi tuan harus bersikap lebih tenang. Lihatlah penumpang kami sangat ketakutan. Terlebih lagi di sini banyak anak-anak dan orang tua. Kami mohon tenanglah," ucap pramugari itu berusaha menenangkan Rayyan.


"Baiklah! tunjukkan di mana dia," ucap Rayyan dingin lalu memerintahkan Ardiyan dan beberapa anak buahnya mengikuti pramugari itu.


Melihat pramugari itu mendekatinya, supir itu langsung mencari cara untuk bisa lolos dari tangan Rayyan dan yang lainnya. Dia menatap seorang anak di sampingnya dan langsung menjadikannya sebagai sandra.


"Jangan mendekat! atau aku patahkan leher anak ini," ancaman supir sambil mengendong anak kecil itu.


"Putraku! tolong putraku," ucap Ibu anak itu menangis histeris.


"Lepaskan anak itu!" ucap Rayyan menatap tajam supir itu.


"Aku tidak akan melepaskannya. Perintahkan anak buahmu untuk mundur. Atau," ucap supir memcengram keras tangan anak itu, sehingga anak itu langsung menangis kesakitan.

__ADS_1


"Lepaskan!" bentak Rayyan mengeraskan rahangnya.


Matanya memerah dengan napas memburu tidak lupa dengan tatapan elangnya yang begitu tajam. Kelakuan supir itu telah melewati batas. Begitu tega dia menjadikan anak kecil tidak berdosa sebagai sandra. Ingin rasanya Rayyan mencabik-cabik tubuh supir itu saat ini juga.


Bugh....


Argghhh...


"Dasar sampah!" ucap Bisma menendang supir itu yang telah tergeletak di lantai.


Bisma yang mengetahui kelakuan supir itu, langsung masuk ke pesawat secara diam-diam. Melihat supir itu sedang sibuk bicara dengan Rayyan, dia datang dari belakang sambil membawa senjatanya. Dengan cepat di memukul punggung supir itu dengan sangat keras. Sehingga supir itu langsung terjatuh dan melepaskan anak yang dia sandra.


"Bawa dia," ucap Rayyan lalu memberikan anak yang di sandra supir itu kepada ibunya.


"Kau adalah seorang jagoan. Jangan menangis lagi ya," ucap Rayyan menghapus air mata anak itu sambil tersenyum.


Setelah selesai menangkap supir itu, Rayyan dan yang lainnya langsung membawanya pergi. Supir itu hanya bisa diam saat di bawa paksa oleh Bisma. Dia tidak tau hukuman apa yang akan dia dapatkan sebentar lagi. Namun, yakinlah dia akan mendapatkan hukuman yang jauh lebih mengerikan dari yang dia bayangkan.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2