Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku

Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku
Part 121


__ADS_3

Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit, akhirnya Rania di perbolehkan untuk pulang. Clara dan Zhia dengan senang hati menemani mereka agar bisa menjaga Cheesy dan mengurus semua keperluan Rania. Sedangkan para bocil dan yang lainnya sedang sibuk di kediaman Randy untuk menyambut kepulangan Rania.


"Sudah selesai. Sekarang kita bisa kembali," ucap Clara sambil mengendong bayi Rania.


"Eh! kau belum beritahu kami siapa nama bayi ini," ucap Zhia mengingat jika Randy belum memberitahu mereka tentang nama bayinya itu.


"Namanya Chelsea Ajiwinata," Ucap Randy tersenyum.


"Wah, satu Cheesy dan bayi mungil ini Chelsea. Selain nama mereka yang mirip, aku harap mereka juga memiliki akhlak yang sama-sama baik," ucap Clara tersenyum.


"Aamiin!" ucap semuanya serentak.


"Ayo kita pulang. Pasti para bocil itu sudah menunggu kepulangan kita. Jangan sampai mereka nanti menunggu terlalu lama. Bisa-bisa kita akan mendapatkan ocehan mereka," ucap Zhia mengingat kelakuan para bocil itu.

__ADS_1


"Kau benar juga! ayo kita pulang," ucap Clara mengendong Chelsea, sedangkan Zhia mengendong Cheesy.


Mereka berjalan menuju mobil dengan perasaan bahagia. Mereka berjalan beriringan sambil bercanda gurau bersama. Terlebih lagi Clara dan Zhia, mereka terus bermain dengan kedua gadis kecil itu dengan bahagia. Sedangkan Randy berjalan di belakang mereka sambil membantu Rania berjalan.


Mereka pulang dengan mengunakan satu mobil yang sama, Rania duduk di samping Randy. Sedangkan Clara dan Zhia duduk di belakang sambil mengendong kedua gadis kecil itu. Setelah melihat semuanya telah duduk dengan nyaman, Randy langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Dia fokus mengemudi sambil sesekali melirik kedua putrinya dari kaca spion depan. Dia merasa bahagia karena kini dia memiliki dua putri yang sangat cantik. Walaupun terlahir dari ibu yang berbeda, Randy berharap jika kedua putrinya bisa saling menyayangi satu sama lain. Randy akan berusaha sekuat tenaganya agar memberikan kasih sayang yang sama kepada kedua putrinya. Dia tidak ingin kedua putri kecilnya itu merasakan ada perbedaan kasih sayangnya.


"Pasti Tika merasa bahagia melihat kita, Sayang. Aku yakin jika sekarang dia telah tenang di sana. Sekarang tinggal giliran kita untuk terus memberikan kasih sayang kita kepada Cheesy. Jangan sampai Cheesy merasa jika dia sendiri, kita harus selalu ada di sampingnya," ucap Rania menatap Cheesy yang sedang berada di pangkuan Zhia.


"Terima kasih ya. Terima kasih karena sudah menjadi ibu yang baik untuk kedua putri kita. Mungkin aku tidak akan bisa membalas semua jasamu. Tapi aku akan terus berusaha membahagiakanmu," ucal Rant sambil mengengam erat tangan Rania.


"Kau sudah menjadi papa dan suami yang baik untukku dan kedua putri kita. Aku bangga memiliki suami sepertimu," ucap Rania tersenyum hangat.

__ADS_1


"Aku juga bangga memiliki istri sepertimu," ucap Randy mencium lembut tangan Rania..


"Ehem! kami juga memiliki suami yang luar biasa. Jadi kalian tidak perlu memamerkan kebahagiaan kalian di depan kami," ucap Clara dan Zhia memutar bola matanya memelas.


"Ok! kita semua memang wanita yang beruntung. Selain memiliki suami yang hebat dan bertanggung jawab. Kita juga memiliki keturunan yang pintar-pintar dan juga cantik dan tampan," ucap Rania tersenyum.


"Kau benar! harta dan tahta suami kita memang tidak ada artinya, di banding kesetiaan dan tanggung jawab mereka. Kita semua harus bersyukur atas apa yang kita miliki. Karena orang-orang di luar sana belum tentu mendapatkannya," ucap Zhia setuju.


"Kalian juga wanita-wanita yang hebat. Bahkan kalian bisa menaklukkan biaya darat dengan mudahnya," ucap Randy mengingat kelakuan para papa muda itu sewaktu muda.


"Memang! tapi sayang kenapa ya anak-anak perempuan kita yang mengikuti jejak papanya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana mereka dewasa nanti," ucap Zhia mengingat kelakuan putrinya yang mentel itu.


"Aku yakin mereka pasti bisa menjaga diri mereka. Walaupun mentel dan centil mereka itu adalah anak yang pintar dan juga sholehah. Jadi tidak mungkin mereka melakukan yang tidak-tidak," ucap Rania.

__ADS_1


"Mudah-mudahan saja," ucap Zhia membuang napasnya kasar.


Bersambung......


__ADS_2