
Hai semuanya๐๐.
Yang menunggu kisah para bocil harap bersabar ya. Karena aksi kocak para bocil akan ada di kisah ini walaupun sekilas. Author akan usahakan rilis kisah cinta mereka secepatnya.
Sambil nunggu jangan lupa mampir juga di karya terbaru Author ya. Mohon beri dukungan dan juga koreksi kalian.
Semoga betah di tulisan receh author ya๐๐.
Cuplikan bab Jodohku Berandal Kampus.
"Axelle! Mau ke mana kamu?" Tanya Arvinando sambil turun dari mobilnya.
Arvinando kerab di pangil Nando, seorang pria sukses dan juga kaya raya. Di umurnya yang sudah menginjak lima puluh tahun, dia masih terlihat tampan dan berwibawa. Dia memiliki kekuasaan yang cukup tinggi di negaranya A. Namun, hal itu tidak membuatnya puas. Dia selalu mementingkan pekerjaannya dan tidak pernah memperhatikan putra bungsunya Axelle.
"Bukan urusan papa," Ucap Axelle ketus lalu menaiki motornya.
Axelle Arvinando adalah putra bungsu dari keluarga Arvinando. Dia tampan dan juga pintar, bahkan dia adalah pangeran kampus yang menjadi idaman setiap gadis. Namun, walaupun dia terlahir dari keluarga yang kaya raya, tidak membuatnya bahagia. Dia memang bisa mendapatkan apapun yang dia mau kecuali kasih sayang dari kedua orang tuanya.
Nando sang papa terlalu sibuk dengan urusan bisnis dan para wanita simpanannya. Sedangkan Mirna sang mama selalu sibuk dengan shoping dan dunia sosialita nya. Bahkan mereka selalu membanding-bandingkan Axelle dengan Askara sang kakak. Sehingga membuat Axelle menjadi pemberontak dan larut dalam dunia kebebasan. Bahkan dia sering melakukan balapan liar dan mabuk-mabukan sebagai tempat pelepas kekesalannya.
"Berani kamu ya!" Bentak Nando menatap tajam Axelle.
__ADS_1
"Ada apa ini?" Tanya Askara mencoba menenangkan sang papa.
"Lihat kakakmu! Jam segini dia baru pulang kerja untuk mengembangkan perusahaan papa. Bukan sepertimu, jam segini masih mau pergi berkeliaran bersama para brandal itu," Ucap Nando menatap kesal Axelle.
"Ada apa ini? Kenapa kalian malam-malam seperti ini bikin keributan?" Tanya Mirna turun dari mobilnya.
"Kamu lagi! Dari mana saja kamu? Bukannya didik anak kamu yang tidak berguna ini. Kamu malah sibuk menghabiskan uangku," Ucap Nando kesal melihat tangan Mirna yang di penuhi barang belanjaan.
"Aku masih mending menghabiskan uang untuk belanja keperluanku. Di bandung kamu, sibuk bekerja! tapi uangnya malah pergi ke tangan para ****** itu," Ucap Mirna tidak terima.
"Sudah! Lebih baik kalian selesaikan masalah kalian. Aku mau pergi," Ucap Axelle menghidupkan motornya.
"Hai! Anak kurang ajar. Papa belum selesai berbicara," Ucap Nando dengan wajah memerah.
"Axelle!" Teriak Nando menatap geram kepergian Axelle.
"Sudah, Pa! Biarkan Axelle menenangkan dirinya," Ucap Askara menenangkan sang papa.
Mendengar ucapan Askara, Nando hanya membuang napasnya kasar. Dia melangkahkan kakinya memasuki mensionnya. Askara hanya mampu mengusap wajahnya kasar melihat keadaan keluarganya yang sangat kacau. Sebagai seorang anak tertua, dia juga merasakan hal yang sama seperti Axelle. Hanya saja, dia bisa berpikir secara dewasa dan lebih memilih untuk tidak memperdulikan masalah orangtuanya.
Askara Arvinando adalah pria tampan dan juga pintar. Sama seperti Axelle dia adalah pria incaran setiap wanita di luar sana. Namun, Askara sangat berbeda dengan Axelle yang brandal dan suka membuat onar. Askara adalah pria dingin dan juga arrogant. Bahkan dia selalu menghabiskan waktunya untuk bekerja dan bekerja.
__ADS_1
"Askara! Bantu mama. Barang-barang mama terlalu berat," Ucap Mirna memberikan beberapa barang belanjaannya kepada Askara.
"Apa koleksi barang branded mama belum cukup?" Ucap Askara menggeleng kecil melihat barang belanjaan sang mama.
"Mama mau pergi liburan ke luar negri bersama teman-teman mama. Jadi mama harus tampil lebih waw dari yang lainnya," Ucap Mirna santai lalu melangkahkan kakinya memasuki mension.
"Ma! Sampai kapan mama seperti ini. Ingat, Axelle butuh perhatian mama. Apa mama mau Axelle jatuh ke dalam dunia gelap yang lebih jauh lagi" Ucap Askara menatap kesal Mirna.
"Kenapa kau menyalahkan mama? Ini juga salah papamu. Jika dia tidak memelihara para ****** itu di belakang mama, mama tidak akan seperti ini," Ucap Mirna tidak terima.
"Ma!"
"Sudahlah! Jika kau mau memperhatikan adikmu itu. Perhatikan saja sendiri. Mama sibuk," Ucap Mirna tidak memperdulikan Askara.
Melihat sikap sang mama, Askara hanya mampu membuang napasnya kasar. Dia meletakkan barang belanjaan Mirna di sofa lalu melangkahkan kakinya menuju kamar Axelle. Dia menatap foto kebersamaannya dengan Axelle dengan mata berkaca-kaca.
"Maafkan kakak! Maafkan kakak karena tidak bisa menjadi kakak yang baik untukmu," Ucap Askara menatap foto Axelle sambil menitikkan air matanya.
Tiba-tiba Askara mendengar suara keributan yang berasal dari kamar kedua orangtuanya. Keributan yang selalu dia dengar jika sang papa ada di rumah. Keributan itulah yang membuat Axelle tidak betah di rumah. Namun, Askara yang sudah terbiasa dengan hal itu memilih untuk diam dan menutup telinganya.
"Jika bukan karenamu! Kakak lebih baik tinggal di apartemen saja," Ucap Askara berbicara dengan foto Axelle.
__ADS_1
Askara membaringkan tubuhnya di atas ranjang Axelle lalu menutup telinganya dengan bantal. Namun, suara pertengkaran kedua orang tuanya terus terdengar jelas di telinganya. Sehingga membuat Askara menjadi frustasi melihat keadaan keluarganya yang kacau balau.
Bersambung.....