Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku

Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku
Part 82


__ADS_3

"Kita mau ke mana?" tanya Rania melihat para mama muda yang membawanya entah ke mana.


"Kita akan ke salon. Hari ini ada acara perlombaan kecantikan. Jadi kau harus ikut," ucap Zhia tegas sambil fokus mengemudikan mobilnya.


"Perlombaan kecantikan! bukannya kakak adalah model. Jadi seharusnya kakak yang ikut," ucap Rania binggung.


"Ia! karena aku sudah bosan jadi model utama. Jadi sekarang aku menjadikanmu menjadi model utamanya. Sedangkan kami sebagai model pembantu," ucap Zhia lalu menepikan mobilnya di sebuah butik ternama.


"Tadi katanya ke salon. Sekarang kenapa kita ke butik?" tanya Rania semakin binggung dengan tingkah kelima sahabatnya itu.


"Apa kau lupa di sini ada make over ternama?" ucap Rissa ketus.


"Sekarang kita coba saja gaun kita. Untuk masalah rias merias di sini ada ahlinya," ucap Shinta dengan bangga.


Untuk apa mereka menyewa make over mahal-mahal. Jika di sana ada Shinta dan Rissa sang akhli kecantikan. Bahkan Shinta adalah make over artis dan model ternama. Buktinya Zhia saja kalau tampil selalu mengunakan jasanya. Sedangkan Rissa adalah pemilik salon ternama di kota mereka.


"Ayo cepat! nanti kita terlambat," ucap Nur melangkahkan kakinya memasuki butik itu sambil mengendong Cheesy.


"Selamat datang, Nyonya!" ucap pemilik butik itu langsung menyambut kedatangan mereka.


"Apa gaun pesanan saya sudah siap?" tanya Zhia to the point.


"Sudah, Nyonya! Ayo silahkan masuk," ucap pemilik butik itu mempersilahkan.

__ADS_1


Mereka langsung berjalan menuju ruang VVIP. Rania hanya diam menurut mengikuti kelima sahabatnya itu. Pikirannya sangat kacau, di tambah lagi dengan kelakuan kelima sahabatnya yang sangat aneh. Sehingga membuat Rania menjadi pusing sendirian.


Rania dan Zhia duduk di sofa sambil menunggu gaun pesanan mereka datang. Sedangkan Rissa dan Shinta sibuk mengatur alat make up mereka untuk merias wajah mereka nantinya. Hingga akhirnya Rania melihat pemilik salon itu membawa lima gaun yang memiliki warna yang sama, akan tetapi model yang berbeda.


Yang lebih membuat Rania heran, dia melihat beberapa pegawai yang membawa tiga macam gaun pengantin yang sangat mewah. Melihat gaun pengantin itu, Rania langsung menatap Zhia dan Nur yang duduk di sampingnya.


"Ini adalah gaun pengantin terbaik kami, Nyonya! silahkan anda pilih," ucap pemilik toko itu.


"Yang di tengah sepertinya cocok untukmu," ucap Zhia menatap Rania.


"Em! ia. Di antar ketiganya hanya itu yang tertutup," ucap Rania mengangguk.


"Baiklah! kami akan mencoba yang tengah. Tolong bantu dia mengenakannya ya," perintah Zhia kepada para pelayan itu.


"Baik, Nyonya!" ucap para pelayan itu membawa gaun yang Zhia pilih ke ruang ganti.


"Baik, Kak!" ucap Rania mengangguk patuh.


"Kalian kenalan gaun kalian! biar Shinta nanti yang merias wajah kalian. Urusan Rania serahkan saja kepadaku," ucap Rissa membagi tugas.


"Nur, kau siapkan Cheesy ya. Biar setelah Zhia selesai dia yang menjaga Cheesy. Ingat kita harus bergerak cepat. Kalian ingatkan para bocil itu. Pasti mereka sudah membuat kehebohan," ucap Rissa mengingat kelakuan para bocil yang tidak bisa diam.


"Ia, Ris!" ucap Nur lalu menganti pakaian Cheesy.

__ADS_1


"High heels dan bunga pengantinnya sudah siap," ucap Clara membawa High heels mewah untuk Rania.


"Bagus! sekarang cepat kenalan gaun mulai, setelah itu bantu Shinta," ucap Rissa.


"Siap bos!" ucap Clara mengangguk patuh.


Hingga akhirnya Rania keluar dengan mengunakan balutan gaun pengantin berwarna putih. Para mama muda yang melihat kecantikan Rania, hanya bisa menatap kagum sahabatnya itu. Rissa langsung menyuruhnya duduk dan mencoba mengoleskan make up di wajah cantik Rania.


Rania hanya diam seperti boneka. Dia membiarkan para sahabatnya itu mendandani nya sesuka hati mereka sambil mengumpat di dalam hatinya. Tentu saja dia kesal akan kelakuan para sahabatnya itu. Tapi dia hanya bisa diam tanpa suara. Karena dia sudah tau jika dia bertanya sedikit saja, tentu saja dia akan mendapatkan jawaban yang sangat singkat dan padat. Namun, tidak jelas.


"Sempurna," ucap Rissa melihat penampilan Rania yang sangat cantik dan elegan.


Gaun putih panjang yang sangat mewah, di padukan dengan high heels berwarna putih yang senada dengan gaunnya. Di tambah lagi dengan riasan make up yang natural sesuai dengan warna gaun Rania. Di tambah lagi dengan hiasan di tangan Rania. Membuat penampilan Rania menjadi semakin sempurna.


"Wah! kau cantik sekali, Ran," ucap Clara langsung menatap kagum kecantikan sahabatnya itu.


"Sudah kagum-kagumannya. Apa kalian semua sudah selesai?" tanya Rissa melihat Nur, Zhia dan Clara sudah cantik.


"Cepat kau rias aku! lihat sudah jam berapa ini," ucap Shinta menunjukkan jam tangannya.


"Baiklah!" ucap Rissa langsung merias Shinta. Rissa dan Shinta secara bergantian merias wajah mereka masing-masing. Sedangkan Rania hanya duduk diam sambil menatap pantulan dirinya yang sekarang lebih pantas di sebut sebagai pengantin.


"Kita mau ke mana sih?" tanya Rania tidak merasa aneh dengan penampilannya.

__ADS_1


"Diam!" ucap semuanya serentak sehingga membuat Rania langsung memajukan bibirnya.


Bersambung......


__ADS_2