
Randy sibuk bergulat dengan alat masaknya. Dia memasak mie goreng pesanan Rania dengan begitu semangatnya. Walaupun penampilannya sudah seperti badut kesasar, akan tetapi dia akan tetap merasa bahagia ketika melihat senyuman putri kecilnya dan juga istrinya yang sangat dia cintai. Rania duduk meja makan sambil menatap Cheesy yang sibuk bermain sendiri.
Dia menatap Randy yang Memasak dengan begitu serius untuknya. Dengan seketika air mata kebahagiaan menetes membasahi wajah cantiknya. Dia merasa bahagia karena kini telah mendapatkan kebahagiaan yang selama ini dia nantikan. Bukan hanya dirinya, akan tetapi Arin juga telah mendapatkan cinta sejatinya. Sehingga membuat rasa bersalah di hati Rania atas perpisahan Arin dan Dirga kini menghilang dengan sendirinya.
"Assalamu'alaikum, Ran!" ucap Arin dan Dirga menghampiri Rania dan Cheesy.
"Waalaikumsalam, Salam. Hai, Rin, ayo duduk," ucap Rania langsung menyambut hangat kedatangan Arin dan Dirga.
"Hai, Ran! kau sedang apa?" tanya Dirga melihat Randy yang sedang membelakangi nya.
"Hai, Aku sedang masak mie goreng untuk Rania," ucap Randy lupa jika penampilannya seperti badut kesasar yang sedang memasak.
"Ha... ha... Ran! kau.... ha.. ha..," ucap Arin tidak sanggup menahan tawanya melihat penampilan Randy.
Sedangkan Dirga hanya diam sambil berusaha menahan tawanya. Dia tidak berani menertawakan penampilan Randy, karena takut Randy akan merasa malu. Dia menggigit bibirnya kecil agar dia tidak kelepasan tertawa. Melihat Arin yang menertawainya, Randy langsung mengingat bagaimana penampilannya saat ini.
"Kenapa kau tertawa? jangan menertawai suamiku. Dia seperti itu karena ingin menyenangkanku," ucap Rania menatap kesal Arin.
"Ups! maaf. Habisnya Randy sangat lucu seperti itu. Apalagi lukisan di wajahnya itu," ucap Arin terkekeh kecil.
__ADS_1
"Sudahlah! kau lanjutkan saja pekerjaanmu. Sebelum singa betinamu mengamuk," ucap Dirga menarik kursi dan duduk menatap Randy.
"Kalian jangan bilang siapa-siapa ya. Terutama para papa gesrek itu. Awas saja kalau kalian buka mulut," ancam Randy sambil mengarahkan sendok yang ada di tangannya kepada Arin dan Dirga.
"Kau tenang saja! kami akan tutup mulut kami rapat-rapat," ucap Arin ikut bergabung bersama Dirga dan Rania.
"Daffa mana? apa kalian tidak membawanya?" tanya Rania tidak melihat Daffa bersama mereka.
"Daffa sedang bersama mama. Kami sengaja meningalkannya sebentar karena ingin memberikan ini untukmu," ucap Arin memberikan undangan pernikahan kepada Rania.
"Wah! kalian akan menikah lagi. Aku sangat senang mendengarnya," ucap Rania menatap undangan pernikahan itu dengan bahagianya.
"Ia, Ra! aku yakin Dirga akan berubah dan menjadi kepala keluarga yang baik untukku dan Daffa," ucap Arin tersenyum.
"Randy sangat sayang kepadamu ya. Lihat, dia rela melakukan apapun asalkan kau bahagia," ucap Arin melirik Randy yang masih sibuk memasak.
"Ia, Rin! aku tidak menyangka jika aku bisa menjadi seperti ini. Ternyata apa yang di katakan orang memang benar. Setiap cobaan yang datang menghampiri kita, pasti akan ada hadiah yang akan menanti kita di depan. Setelah semua ujian yang datang di rumah tangga kami, akhirnya aku bisa merasakan kebahagiaan berumah tangga yang sebenarnya. Mas Randy akhirnya bisa menerima kehadiranku dan mencintaiku dengan begitu tulus," ucap Rania menatap Randy sambil tersenyum bahagia.
"Kau benar, Ran. Di setiap rumah tangga pasti ada cobaan masing-masing. Tapi Allah tidak akan memberikan cobaan kepada setiap hambanya tanpa ada alasan. Setiap masalah yang datang menghampiri kita, pasti ada sesuatu di balik semua cobaan itu. Hanya saja kita harus tetap bersabar dan jangan pernah menyerah. Karena kita harus menjadi wanita yang kuat," ucap Arin tersenyum.
__ADS_1
Dirga hanya diam sambil memperhatikan pembicaraan kedua wanita itu. Dirga merasa bahagia karena akhirnya Rania juga telah mendapatkan kebahagiaannya. Dia berharap agar Rania bisa terus bahagia bersama Randy. Karena dia sudah mengikhlaskan Rania bersama Randy, dan menerima kehadiran Arin di sisiNya.
Dia tau, sekuat apapun dia berusaha jika takdirnya bukan bersama Rania, maka mereka tidak akan pernah bisa bersatu. Sebagai manusia mereka tidak bisa melawan takdir. Namun, mereka hanya bisa menerima takdir mereka dengan ikhlas agar mereka bisa menjani takdir mereka dengan bahagia.
Tidak bisa hidup bersama selamanya, akan tetapi mereka bisa bersahabat dan saling mendukung satu sama lain. Bagi mereka berakhirnya hubungan mereka, bukan menjadi penghalang untuk mereka terus bersama. Mereka milih melupakan masa lalu mereka dan membuka lembaran baru bersama-sama. Tanpa ada rasa cemburu ataupun iri dengki yang menghantui hati mereka.
"Mie gorengnya sudah siap. Silahkan di nikmati," ucap Randy menghidangkan mie goreng buatannya di tengah-tengah Dirga, Arin dan Rania.
"Wah! wangi sekali," ucap Rania menghapus air liurnya menatap mie goreng buatan suaminya itu.
"Tapi sayang, aku sudah kenyang," ucap Rania seketika.
Seketika Randy langsung membulatkan matanya beserta membuka mulutnya lebar-lebar. Dia merasa jika dia sedang di kerjai oleh istrinya yang sangat jahil itu.
"Tapi bercanda," ucap Rania kembali lalu menyantap mie goreng buatan Randy.
"Kau ini ya," ucap Randy gemas lalu menggelitiki perut Rania.
"Ha... ha.... maaf, Sayang," ucap Rania tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
Melihat kelakuan papanya itu, Cheesy langsung mendekat dan ikut menggelitiki Rania sambil tertawa bahagia. Melihat kelakuan papa dan putrinya itu, Arin dan Dirga hanya bisa tersenyum bahagia. Mereka ikut tertawa dan bercanda gurau bersama. Sehingga ruangan itu langsung di penuhi gelak tawa dari mereka.
Bersambung......