
Mendengar berita perceraian Arin dan Dirga, Rania langsung merasa sangat sedih. Dia tidak menyangka jika akhirnya Arin menyerah dan memilih untuk meninggalkan Dirga. Kenapa Arin tidak bahagia? padahal Arin adalah gadis yang baik, hanya saja dulu dia salah dalam memilih teman.
"Kenapa? kenapa Arin menggugat Dirga? bukankah Dirga sudah berubah. Bahkan dia merawat Arin selama sakit dengan begitu tulus," tanya Rania tidak percaya dengan keputusan Arin.
"Aku tidak tau, Sayang! yang pastinya saat Arin sudah di nyatakan sembuh dan di perbolehkan pulang. Seorang pengacara datang mengemputnya dan memberikan surat itu kepada mereka," jelas Randy.
"Mungkin Arin sudah memikirkan ini sejak lama. Mungkin ini adalah keputusan yang terbaik untuk hubungan mereka. Kau jangan terlalu memikirkannya. Ingat kau juga baru sembuh. Jangan sampai karena ini kau drop lagi," ucap Randy berusaha menenangkan Rania.
"Aku harus bicara dengan Dirga, Mas! Aku belum bisa tenang sebelum aku bicara dengannya. Kau tau sendiri 'kan jika masalah dalam rumah tangga mereka itu adalah aku. Karena Dirga yang tidak menerima kehadiran Arin karena diriku," ucap Rania.
"Baiklah! kau boleh bertemu dengan Dirga. Tapi tunggu kau pulih dulu ya. Ingat kau harus banyak istirahat agar kau bisa pulih secara total. Kau jangan terlalu memikirkan masalah ini. Ingat, aku dan Cheesy sangat membutuhkanmu," ucap Randy menatap Cheesy yang tertidur di samping mereka.
"Maaf, Mas! maaf karena aku selalu merepotkanmu," ucap Rania menunduk sedih.
"Tidak! kau tidak merepotkanku sama sekali. Justru aku yang selalu merepotkanmu," ucap Randy tersenyum sambil berusaha menenangkan Rania.
"Sekarang kita istirahat ya. Aku sangat lelah," ucap Randy merenggangkan otot-ototnya.
"Baiklah! kita istirahat dulu. Kau pasti sangat lelah, apa kau mau aku pijitin?"
__ADS_1
"Pijitin! memangnya kau sanggup. Lihat tubuhku sangat besar,"
"Tentu saja! kau belum pernah merasakan pijitanku 'kan. Aku yakin setelah kau merasakannya pasti kau ketagihan,"
"Masa sih! memangnya pijitanmu aangat enak ya?"
"Tentu saja! cepat baringkan tubuhmu,"
"Oke! istriku," ucap Randy patuh lalu mencium wajah Rania dengan lembut.
Dia membaringkan tubuhnya dengan telungkup. Melihat Randy telah berbaring, Rania langsung melakukan aksinya. Dia memijit tubuh kekar Rany dengan begitu telaten. Merasakan pijitan sang istri yang begitu enak, Randy hanya bisa tersenyum bahagia. Selain ahli dalam mengurus rumah, ternyata Rania juga sangat ahli dalam urusan pijit memijit.
"Pijitan plus-plus?" tanya Rania mengerutkan keningnya binggung.
"Ia, pijitan plus-plus! apa kau sudah sembuh?" tanya Randy menatap tubuh Rania.
"Sudah! aku sudah sembuh. Bahkan aku sudah bisa mengurus Cheesy dan membantu Bik Inah," ucap Rania dengan polosnya.
"Kalau begitu sekarang kau bisa membantuku juga, dong,"
__ADS_1
"Bantu apa?"
"Tunggu sebentar!" ucap Randy turun dari ranjangnya lalu memindahkan tubuh Cheesy ke box bayinya.
Sudah lama Randy menahan hasratnya kepaad Rania. Namun, kali ini dia akan melakuka tugasnya sebagai suami. Dia akan memberikan hal batin kepada Rania. Karena bagaimanapun dia harus menyempurnakan pernikahan mereka.
Sebagai seorang muslim dia tau jika melakukan hubungan suami istri adalah sebuah kewajiban bagi mereka sebagai suami istri. Karena setiap sentuhan yang dia berikan kepada istrinya adalah sebuah pahala untuk mereka. Lagi pula pernikahan tidak akan sempurna jika mereka belum melakukan kewajiban mereka sama sekali.
Setelah melihat Cheesy tidur santai di atas boxnya, Randy kembali naik di atas ranjangnya. Dia menatap Rania yang duduk terdiam menatapnya. Dia berlahan menelan ludahnya kasar lalu memasukkan kedua tanganya di leher jenjang Rania. Dia mencium lembut bibir Rania sambil memejamkan matanya.
Rania yang mengerti dengan maksud Randy hanya diam dan memejamkan matanya. Dia membiarkan Randy menguasai seluruh tubuhnya dan meresapi setiap sentuhan yang Randy berikan kepadanya. Mereka sudah sangat lama menikah, akan tetapi ini adalah penyatuan pertama untuk mereka.
Randy melakukannya dengan sangat lembut agar Rania tidak merasakan sakit. Karena dia tau, jika ini adalah yang pertama untuk Rania. Saat miliknya telah berhasil masuk ke sarangnya, Rania langsung meneteskan air matanya. Melihat itu, Randy langsung menghapus air mata Rania lalu melakukan kewajibannya dengan sangat lembut.
Hingga akhirnya keduanya larut dalam permainan panas di malam hari yang begitu dingin. Tubuh mereka bercucuran keringat dan suara manja itu terdengar menggema di seisi kamar. Malam ini adalah saksi kesempurnaan pernikahan mereka. Setelah melewati berbagai macam cobaan dalam berumah tangga, akhirnya kini mereka bisa menyempurnakan pernikahan mereka.
Di ujung pelepasannya, Randy langsung mencium kening Rania dan berdua agar benihnya tumbuh di rahim Rania. Dia berdoa agar benih yang dia titipkan di rahim Rania akan tumbuh menjadi anak yang sholeh dan sholehah.
Bersambung.....
__ADS_1