Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku

Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku
Part 122


__ADS_3

Di pagi hari, Randy di bangunkan oleh ocehan kecil kedua putrinya. Dia melihat Cheesy yang dengan penuh kelembutan mendengarkan ocehan adiknya. Melihat kedekatan kedua putrinya itu, Randy langsung melingkarkan senyuman indahnya. Dian menatap kedua putrinya itu dengan penuh kebahagiaan.


"Sayang! kau sudah bangun?" tanya Rania keluar dari kamar mandi.


"Putri kita adalah alarm terbaikku, Sayang. Jadi bagaimana bisa aku terlambat untuk bangun," ucap Randy tersebut lalu mencium kedua putri kecilnya itu.


"Mama! Adik aus," ucap Cheesy dengan cendelnya ketika melihat Chelsea yang terus mengisab jempolnya.


"Adiknya haus ya! sini biar mama kasih minum dulu," ucap Tania duduk di samping Cheesy dan membawa Chelsea ke dalam gendongannya.


Rania mengeluarkan sumber nutrisi Chelsea yang sedari tadi terasa sakit. Dengan cepat Chelsea menghisap sumber nutrisinya itu dengan begitu rakusnya. Randy dan Cheesy menatap Chelsea yang sedang meminum air asi Rania dengan begitu rakusnya. Cheesy langsung berlari ke pangkuan Randy sambil tersenyum menatap adiknya itu.


"Papa! Edy au num," ucap Cheesy juga mau minum susu ketika melihat Chelsea yang sedang minum dengan lahapnya.


"Cheesy juga mau minum susu? tunggu sebentar ya. Biar papa buatkan," ucap Randy mendudukkan Cheesy di samping Rania lalu berjalan menuju dapur.


Randy dengan penuh kasih sayangnya membuatkan susu untuk Cheesy. Sebagai suami, Randy melakukan tugasnya dengan baik. Selagi berada di rumah, dia selalu membantu Rania untuk mengurus kedua putrinya. Bahkan Randy juga sering menemani Rania bergadang setiap malam jika Chelsea rewel. Randy tidak pernah mengeluh walaupun dia juga harus bekerja seharian penuh di rumah sakit.


Karena saling membantu, Rania tidak pernah merasa keteteran untuk mengurus kedua putrinya. Justru dia merasa bahagia karena memiliki suami seperti Randy. Suami yang selalu menyempatkan diri untuk membantunya mengurus purtri mereka. Setelah selesai membuat susu untuk Cheesy, Randy langsung kembali ke kamar. Dia memberikan susu itu kepada Cheesy dan membiarkan putrinya itu minum sendiri.


"Sayang! hari ini kita jadi berkunjung ke makam Tika 'kan?" tanya Rania.


"Ia! kita akan berziarah ke makan Tika hari ini. Kau siap-siap saja ya," ucap Randy tersenyum.

__ADS_1


"Baiklah! setelah sarapan kita akan ber siap-siap untuk pergi," ucap Rania tersenyum.


Rania menatap Cheesy yang sedang berbaring sambil meminum susunya. Melihat putri kecilnya itu, Rania merasa jika dia sedang melihat Tika sahabatnya. Wajah Cheesy yang sangat mirip dengan Tika, membuat Rania merasa jika Tika telah muncul kembali di tubuh Cheesy. Dia berharap jika suatu saat nanti putrinya itu bisa tumbuh menjadi wanita yang berhati lembut dan baik hati seperti Tika.


...----------------...


Rania menatap gundukan tanah di depannya dengan penuh haru. Dia menatap batu nisan yang bertuliskan nama Tika dengan penuh kesedihan. Dia menyentuh batu nisan itu sambil menitikkan air matanya. Sedangkan Randy hanya diam sambil mengendong Chelsea dan mengengam tangan Cheesy. Dia menatap malam Tika dengan tatapan penuh kerinduan.


"Tik! kau yang tenang di sana ya. Kami sudah bahagia di sini. Lihatlah putri kita, dia sekarang sudah besar. Bahkan wajahnya sangat mirip denganmu. Dia sangat cantik, sama sepertimu," ucap Rania menatap Cheesy dan membawanya mendekati makam Tika.


"Ma! angan angis," ucap Cheesy mengusap air mata Rania.


"Tidak, Sayang! mama tidak nangis. Mama hanya sedih saja," ucap Rania mencium lembut wajah Cheesy lalu memeluknya dengan penuh kehangatan.


"Mas! sekarang giliranmu," ucap Rania mengambil Chelsea dari gendongan Randy.


Randy hanya diam mengangguk lalu berjongkok di atas makam Tika. Dia menatap batu nisan itu sambil menitikkan air matanya. Dia mengirimkan doa untuk Tika dengan harapan Tika bisa di tempatkan di Surga bersama orang-orang beriman lainnya. Dia mengusap lembut batu nisan Tika, dan menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


"Kau yang tenang di sana ya. Aku dan putri kita sudah bahagia di sini. Karena kau telah memilihkan wanita yang tepat untuk mengantikan posisimu. Terima kasih karena telah mengirimkan dia untukku. Maaf, aku minta maaf karena aku pernah menyakiti hatinya. Tapi aku berjanji aku akan menebus semua kesalahanku," ucap Randy memijit keningnya pelan lalu menitikkan air matanya.


Rania yang tau bagaimana perasaan Randy saat ini langsung mengusap punggungnya pelan. Melihat itu, Randy langsung tersenyum dan mengenggam tangan Rania dengan erat.


"Aku berjanji! aku berjanji akan menyayanginya dan putri kita dengan baik. Kau yang tenang di sana ya. Semoga kelak kita semua bisa berkumpul lagi," ucap Randy menghapus air matanya lalu tersenyum.

__ADS_1


Setelah selesai mengirimkan doa untuk Tika, Rania dan Randy berlahan melangkahkan kaki mereka pergi dari makam itu. Rania mengendong Chelsea sedangkan Randy mengendong Cheesy. Mereka berharap jika melihat kebahagiaan mereka, Tika bisa tenang di alam sana. Karena mereka akhirnya bisa menjalankan wasiat Tika dengan baik.


Walaupun menikah secara terpaksa dan tanpa adanya cinta. Namun, akhirnya cinta itu tumbuh secara berlahan di hati mereka masing-masing. Walaupun harus melewati rintangan yang penuh duri tajam, akan tetapi akhirnya Rania menemukan kebahagiaannya. Kebahagiaan yang telah lama dia nantikan.


Walaupun takdir tidak mendukungnya untuk bersatu dengan Dirga. Namun, akhirya mereka bisa menerima takdir mereka dan hidup bahagia bersama-sama. Rania hidup bahagia dengan Randy dan juga kedua putri kecil mereka, sedangkan Dirga telah hidup bahagia bersama Arin dan juga putra mereka.


Kita memang tidak bisa menentukan jalan hidup kita. Akan tetapi kita bisa mengikuti setiap jalan yang diberikan Allah dengan penuh keikhlasan. Karena takdir yang di berikan Allahlah yang terbaik untuk kita. Karena hanya Allah yang tau apa yang akan terjadi di masa depan. Kita hanya bisa melewatinya dengan ikhlas dan terus berserah kepadanya.


Tapi yakinlah, jika kita melewati setiap ujian yang di berikan Allah dengan penuh keikhlasan. Maka kita akan melewati ujian itu dengan penuh kemudahan. Karena keikhlasan akan semua takdir kita adalah jalan untuk menuju kebahagiaan kita di masa depan. Menerima takdir jauh lebih indah dari pada mengejar sesuatu yang bukan untuk kita. Karena yang di ciptakan bukan untuk kita, maka kita tidak akan pernah bisa mendapatkannya.


Maka, kita harus belajar untuk menerima takdir kita dan hidup damai dengan masa lalu kita. Jangan sampai masa lalu menjadi tembok untuk kita agar tidak bisa hidup rukun selamanya. Karena masa lalu hanyalah sebuah kenangan yang tidak perlu disimpan. Jadikanlah masa lalu menjadi pelajaran agar kita bisa lebih baik lagi. Saling memaafkan dan menyadari kesalah masing-masing adalah jalan yang terbaik dari pada harus saling membenci dan ingin menang sendiri.


Tamat....


Hai semuanya....


Terima kasih karena telah mengikuti perjalanan kisah Rania sampai tamat ya😘😘. Atas dukungan kalian author ucapkan banyak Terima kasih☺☺. Jangan lupa terus ikuti cerita author yang lainnya. Karena jika bukan karena dukungan kalian author tidak akan ada apa-apanya. Jika ada tutur kata Author yang salah author minta maaf yang sebesar-besarnya 🙏.


Jangan lupa ikuti kisah Axelle dan Alissa di "Jodohku brandal kampus" jangan lupa mampir juga di sana ya. Author sedang mengadakan giveaway di sana. Karena karya author yang satu itu menjadi salah satu pemenang di lomba Bad Boy.


Salam sayang dari author 😘😘😘


sampai jumpa lagi di kisah Sania dan Yuki ya.

__ADS_1


__ADS_2