Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku

Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku
Part 75


__ADS_3

"Arin!" ucap Rania ketika melihat jari Arin yang mulai bergerak satu per satu.


"Mas! lihat tangan Arin bergerak," ucap Rania tersenyum bahagia.


"Kamu minggir dulu," ucap Randy menjauhkan Rania dari bangsal Arin lalu memencet tombol darurat, untuk memanggil Dokter yang menangani Arin.


Randy mencoba memeriksa keadaan Arin sebelum Dokter datang. Namun, secara tidak sengaja Randy menyentuh perut Arin. Dia menatap perut Arin penuh kebingungan lalu menatap wajah Arin. Akan tetapi semua pikirannya langsung sirna ketika melihat mata Ari yang mulai terbuka.


"Arin! kau sudah sadar?" tanya Randy menatap Arin dengan penuh kebahagiaan.


"Ran! Mana Rania dan Cheesy? apa mereka baik-baik saja?" tanya Arin langsung menghawatirkan keadaan Rania.


"A... aku di sini! aku baik-baik saja," ucap Rania mencoba memutar roda kursi rodanya mendekati Arin.


Saat Arin sudah sadar, Dokter dan para suster yang lainnya langsung datang berbondong-bondong. Dia memeriksa keadaan Arin lalu membuang napasnya lega.


"Nyonya Arin sudah membaik," ucap Dokter sehingga membuat semuanya langsung tersenyum bahagia.


"Alhamdulillah! kau akhirnya sadar juga," ucap Rania memeluk Arin penuh kebahagiaan.


Melihat kebahagiaan Rania, Arin hanya tersenyum bahagia. Dia membalas pelukan Rania sambil menatap Randy dan Bima penuh kebahagiaan. Namun, Randy hanya menatap bingung ke Arin. Kenapa dia tidak menayangkan soal kandungannya. Dia hanya bersikap biasa saja layaknya orang terbangun dari koma.

__ADS_1


Arin dapat mengingat dirinya dan Rania, berarti dia tidak amnesia. Lalu kenapa dia tidak merayakan keadaan kandungannya. Berbagai dugaan-dugaan langsung melayang di pikiran Randy. Akan tetapi dia langsung menerimanya dan berusaha berpikir positif saja. Dia bergabung bersama Rania dan Arin dan berbicara panjang lebar bersama Arin.


Sedangkan Bima hanya diam menatap kebersamaan Arin dan Rania. Dia merasa bahagia karena akhirnya hubungan Arin dan Rania bisa membaik. Bahkan kini mereka berhubung seperti layaknya seorang sahabat. Sehingga Bima merasa sangat bahagia dan berdoa agar ini adalaha awal yang baik untuk hubungan Arin dan Dirga.


...----------------...


Hari demi hari telah berlalu akhirnya Rania dan Cheesy telah di nyatakan sembuh dan di perbolehkan untuk pulang. Clara dan Zhia dengan senang hati membantu Randy untuk membereskan semua barang-barang Rania dan Cheesy. Rania duduk di atas bangsalnya sambil menatap ketulusan kedua sahabatnya itu.


Walaupun seluruh keluarganya telah meninggalkannya, akan tetapi Rania tidak pernah meresa sendiri di dunia ini. Para sahabatnya selalu ada di sampingnya dan menemaninya dalam suka maupun duka. Bagi mereka semua, mereka adalah saudara yang harus saling mendukung satu sama lain.


Persahabatan mereka memang sangat erat. Bahkan persahabatan mereka telah berjalan sejak lama sehingga membuat hati mereka saling menyatu. Walaupun tidak ada ikatan darah, akan tetapi hubungan mereka lebih erat dari hubungan saudara kandung sekalipun.


"Sudah! kalau begitu ayo kita pulang," ucap Randy membantu Rania untuk bangkit.


"Kau sudah meminta izin?" tanya Zhia mengingat jika ini masih jam kerja Randy.


"Sudah! aku juga sudah meminta cuti untuk dua hari kedepan," ucap Randy tersenyum.


"Kenapa kau minta cutinya sekarang? tapi kau ingin pergi.... "


Mendengar Clara yang asal nyeplos saja, Zhia langsung menutup mulutnya dengan segera. Clara memang memiliki mulut ember yang tidak bisa menjaga rahasia. Jadi sebelum rencana mereka berantakan gara-gara ulah Clara maka lebih baik Zhia langsung menyompel mulutnya itu.

__ADS_1


"Memangnya kau ingin pergi ke mana, Mas?" tanya Rania binggung.


"Em! itu, aku di suruh ke luar kota untuk dinas. Tapi aku menolaknya karena aku tidak bisa meninggalkanmu dan Cheesy," ucap Randy mencari alasan.


Mendengar penjelasan Randy, Rania hanya mengangguk mengerti. Melihat Rania yang tidak banyak pertanyaan Randy dan Zhia langsung membuang napasnya lega. Sedangkan Zhia langsung melemparkan tatapan tajamnya sehingga membuat Clara langsung cengengesan tanpa dosa.


"Sini biar aku yang mengandung Cheesy. Kau urus saja istrimu itu," ucap Clara langsung mengambil langkah amat.


Dia membawa Cheesy ke dalam gendongannya dan tas tempat pakaian Cheesy lalu mengambil jurus kilat. Dia berlari kecil keluar ruangan itu sebelum mendapatakan semburan panas dari Zhia karena mulut bocornya. Melihat tingkah Clara, Randy hanya mengeleng kecil lalu membantu Rania untuk berjalan.


"Dasar mulut somplak! untung saja Rania tidak curiga," oceh Zhia mengomel dalam hati.


Mereka berlahan keluar dari rumah sakit itu secara bersamaan. Randy mencoba membatu Rania untuk berjalan sambil membawa beberapa barang mereka. Sedangkan Zhia berada di belakang mereka sambil membawa tas tpat pakaian Rania.


Zhia menatap Randy dan Rania dengan penuh kebahagiaan. Dengan kejadian ini mereka mendapatkan begitu banyak hikmah dari cobaan yang datang menemui mereka. Akhirnya Randy menerima kehadiran Rania sepenuh hatinya. Bahkan dia mulai menyakitkan bayangan Tika dan membangun keluarga baru bersama Rania.


Akan tetapi mereka tidak akan pernah melupakan Tika. Karena bagi mereka Tika adalah saudara mereka juga. Hanya saja mereka akan mencoba mengikhlaskan kepergian Tika dan berharap dia bisa tenang di alam sana. Randy pergi dengan satu mobil bersama Rania. Sedangkan Clara dan Cheesy menaiki mobil Zhia. Tentu saja selama di perjalanan Clara akan mendapatkan Omelan dari Zhia karena mulut bocornya itu.


"Huuff! Terima nasib kita Cheesy. Jadi pendengar setia," gumam Clara memelas mendengar omelan Zhia yang tiada hentinya.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2