Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku

Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku
Part 98


__ADS_3

Setelah jam makan siang, Randy dengan cepat menuju ke kantor Dirga. Dia ingin memberitahu tentang Arin secepatnya. Karena bagaimanapun Dirga berhak tau tentang Arin dan juga kandungannya. Randy tidak mau jika sampai bayi Arin kehilangan sosok Ayah kandungannya. Sebagai seorang sahabat dia harus membantu Dirga untuk memperbaiki rumah tangganya dengan Arin.


Namun, saat ingin memasuki perkarangan kantor Dirga, dia melihat seorang pria yang berdiri merapat ke kantor itu. Melihat pria itu yang hanya berdiri di atas sepeda motornya, Randy langsung turun dari mobilnya. Dia mencoba menghampiri pria itu dan berbicara kecil dengannya.


"Denis! kau sedang apa di sini?" tanya Randy yang melihat Denis hanya berdiri di atas sepeda motornya sambil menatap ke arah kantor Dirga.


"Tidak apa-apa! Aku hanya ingin menemui Dirga. Tapi," ucap Denis menatap gedung mewah di depannya.


"Tapi apa? ayo masuk. Aku juga ingin menemuinya," ucap Randy tersenyum.


"Tapi, Dok!"


"Tidak apa-apa. Aku yakin jika Dirga sangat senang melihatmu datang menemuinya,"


Mendengar ucapan Randy, Denis hanya mengangguk patuh. Dia mencoba memarkirkan sepeda motornya lalu berjalan mengikuti Randy. Melihat Randy datang ke kantor itu, semua karyawan Dirga langsung menyapanya dengan ramah. Namun, ada juga yang langsung bergosip karena menganggap Randy sebagai dalang rusaknya hubungan Dirga dan Rania.

__ADS_1


"Maaf! Apa Dirga ada di ruangannya?" tanya Randy kepada resepsionis.


"Tuan Muda sedang berada di ruangannya, Tuan,"


"Baiklah! Terima kasih," ucap Randy tersenyum lalu melangkahkan kakinya menuju ruangan Dirga.


Sepanjang perjalanan, Denis terus menatap kagum setiap hal yang dia lihat di kantor itu. Melihat perusahaan Dirga yang begitu besar, Denis langsung merasa insecure. Dia merasa sangat rendah di bandingkan Dirga. Dia langsung berpikir seratus kali jika ingin mengantikan posisi Dirga sebagai suami Arin.


"Jika bersama Dirga, kehidupan Arin akan lebih terjamin. Dia adalah penerus perusahaan ini. Sedangkan aku, hanya pegawai biasa yang tidak ada apa-apanya. Jadi tujuanku ke sini adalah yang terbaik," batin Denis mencoba meyakinkan dirinya.


"Setelah aku pikirkan secara matang-matang. Apa yang di katakan istrimu sangat benar. Bayi Arin membutuhkan sosok Ayah kandungnya," ucap Denis menunduk.


Mendengar ucapan Denis, Randy langsung menghentikan langkahnya. Dia menatap Denis sambil tersenyum kecil. Memang saat bertemu di rumah sakit, Rania berusaha untuk membujuk Arin untuk kembali lagi dengan Dirga. Namun, Arin hanya diam dan belum memberikan keputusan apa-apa. Randy dan Rania tau, jika setelah semua sakit hati yang Arin terima, untuk memaafkan Dirga bukanlah hal yang mudah untuknya.


Rania dan Randy yang mengerti dengan perasaan Arin hanya bisa menasehatinya. Mereka berusaha meyakinkan Arin jika Dirga memang benar-benar sudah berubah dan menyesali perbuatannya. Walaupun Rania dan Dirga tau, memaafkan Dirga memang membutuhkan proses yang panjang bagi Arin.

__ADS_1


"Keputusanmu sangatlah benar. Aku tau, sebagai seorang sepupu kau pasti tidak terima jika saudara sepupumu di sakiti. Namun, tidak ada salahnya untuk memberi kesempatan kedua. Aku yakin, Dirga akan membuktikan jika dia sudah berubah dan menyesali semua perbuatannya. Karena aku juga pernah berada di posisinya," ucap Randy mengingat semua perbuatannya kepada Rania dulu.


"Aku tau! setelah melihat perjuangan Dirga untuk menemukan Arin. Aku yakin dia adalah pria yang tepat untuk mendampingi Arin. Aku berharap setelah kejadian ini, mereka bisa saling belajar. Mereka akan saling belajar untuk memperbaiki diri mereka masing-masing. Jangan sampai karena keegoisan seorang anak yang tidak bersalah akan menjadi korbannya," ucap Denis menunduk sedih.


"Ayo kita masuk. Kau bicarakan masalah Arin dengan Dirga. Setelah itu, biarkan dia berjuang untuk keyakinan Arin," ucap Randy tersenyum sambil menepuk pundak Denis.


Denis hanya tersenyum mengangguk sambil melangkahkan kakinya menuju ruangan Dirga. Dia berusaha mengntrol dirinya agar bisa bicara dengan baik dengan Dirga. Sebagai seorang sepupu sekaligus sahabat kecil Arin, Denis pasti ingin yang terbaik untuk Arin. Walaupun dia harus mengorbankan perasaannya sendiri.


Randy dan Denis langsung masuk ke ruangan Dirga secara bersama-sama. Kebetulan di sana ada Bisma dan Rafi yang sedang membicarakan hal penting bersama. Namun, saat melihat kedatangan Randy, mereka langsung menyambut Randy dan Denis sekaligus. Bahkan Dirga langsung tersenyum ramah kepada Denis, walaupun dia belum mengenalnya sama sekali.


"Siapa dia?" tanya Bisma menunjuk Denis.


"Dia adalah sepupu Arin,"


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2