
Sesuai perkataan Arin, dia akan menemani Mila untuk menemui Rania dan Randy. Setelah mendapat kabar dari Arin, Randy langsung memberitahu semua sahabatnya. Ternyata rencana Aulya untuk menakut-nakuti Mila berjalan dengan sempurna. Bahkan Mila sekarang sudah mau mengakui perbuatannya.
Bahkan mereka kini telah berkumpul di restoran untuk menunggu kedatangan Arin dan Mila. Mereka semua sudah tidak sabar melihat reaksi Mila, setelah mendapatkan hukuman dari para bocil nakal itu. Tidak menunggu lama, akhirnya mereka melihat Arin dan Mila berjalan mendekati mereka.
Ketika melihat keadaan Mila, mereka semua langsung terkejut. Mereka dapat melihat raut ketakutan yang terpancar di wajah Mila. Bahkan keadaan Mila jauh lebih buruk dari yang mereka bayangkan. Wajahnya pucat, penampilannya berantakan, dan yang lebih parah lagi Mila terus menatap ke sana kemari dengan penuh ketakutan.
"Mil! kau?" tanya Rania menatap keadaan Mila dengan tatapan penuh rasa tidak percaya.
"Randy! mana Randy?" tanya Mila gemetar ketakutan sambil mengingat ujung kukunya.
"Saya ada di sini!" ucap Randy dengan wajah datar tanpa ekspresi.
Mendengar suara Randy, Mila langsung menatapnya. Dia melihat Randy sedang duduk bersama para papa muda dan juga anak istri mereka. Tanpa berpikir panjang, Mila langsung berlari kecil mendekati Randy. Dia langsung bersimpuh di kaki Randy sambil menangis kesegukan.
"Ran! maafkan aku. Maafkan aku, karena aku istrimu meninggal," ucap Mila menangis kesegukan sambil mencium kaki Randy.
"Maaf! kau kira dengan perkataan maafmu itu kau bisa membangkitkan istriku kembali?" tanya Randy menatap geram Mila.
"Maafkan aku, Ran! aku tau aku salah. Aku menyesal. Aku akan terima hukuman apapun yang akan kau berikan kepadaku,"
__ADS_1
"Katakan! Apa kau melakukan itu sendiri? kami yakin jika ada seseorang yang membantumu," tanya Rafi menatap tajam Mila.
"A.... aku melakukannya sendiri. Aku membayar seorang montir untuk menyabotase mobil Tika," jelas Mila gugup dengan tatapan kosongnya.
"Bohong! kau tidak sendiri. Ada satu orang yang membantumu. Katakan siapa orang itu?" tanya Rayyan dengan tatapan tajamnya.
"A... aku melakukannya sendiri," ucap Mila berusaha menutupi kesalahan supir truk itu.
"Lalu siapa yang menabrak mobil Tika? aku lihat mobilnya seperti tertabrak dari depan," tanya Kinan membuka suara.
"Katakan! apa kau mengenal orang ini? aku perhatikan kau sering bertemu dengannya secara diam-diam," ucap Ardyan memperlihatkan foto supir truk yang sering mengantar barang ke restoran Rania.
"Di.. dia supir yang mengantar barang ke sini," ucap Mila.
Melihat para suami sedang mengintimidasi Mila, para istri dan bocil hanya diam memperhatikan. Mereka memilih untuk diam dan menyerahkan semua masalahn ini kepada para suami mereka. Namun, para bocil malah fokus menatap gerak gerik Mila. Mereka merasa binggung kenapa bisa Mila menjadi sefrustasi itu. Bahkan mereka bisa melihat jika Mila terus ketakutan dan seperti orang gila.
"A... aku tidak tau! aku memang membunuh Tika. Tapi aku tidak tau kenapa semuanya menjadi seperti ini," ucap Mila menitikkan air matanya sambil bertingkah seperti orang linglung.
"Kalian boleh menghukumku. Kalian lakukan apa saja yang kalian mau, tapi aku mohon suruh Tika menjauhiku. Aku menyesal, aku menyesal," ucap Mila menagis frustasi.
__ADS_1
Melihat Mila yang sudah tidak terkendali lagi, Arin langsung menghapirinya. Dia memeluk Mila dan berusaha menenangkan Mila.
"Kau minta maaflah kepada mereka semua. Katakan semua kesalahan yang pernah kau lakukan. Minta maaflah dan akui kesalahanmu sebelum terlambat," bisik Arin sambil membelai lembut rambut Mila.
"Ia! mana Rania? Ran, aku ingin bicara," ucap Mila mencari Rania.
"Ia, Aku di sini," ucap Rania mendekati Mila.
"Ini kartu ATMku. Di dalam ada uang milikmu. Aku minta maaf karena aku telah menjual sebagian barang restoran. Maafkan aku, aku khilaf. Maafkan aku karena aku ingin menghancurkan hidupmu," ucap Mila menangis kesegukan.
"Aku mohon bawa aku ke polisi. Aku akan menerima hukuman ku, Aku akan mempertanggung jawabkan kesalahanku. Tolong bawa aku ke polisi," ucap Mila ketakutan.
"Baiklah! kami akan menyerahkan semuanya ke polisi. Kau bisa mendapatkan hukumanmu di sana," ucap Rayyan menatap iba keadaan Mila.
"Tidak! katakan apa pria ini juga ikut membantumu?" tanya Randy belum merasa tenang jika semua pelaku pembunuhan Tika belum tertangkap.
Mendengar pertanyaan Randy, Mila hanya terdiam. Dia tidak tau harus berkata apa, jika dia memberitahu masalah supir truk itu. Sudah di pastikan supir truk itu tidak akan tinggal diam.
"Katakan!" bentak Randy tepat di depan Mila sehingga membuat Mila langsung terkejut.
__ADS_1
"Ia! pria itu yang mengatur kecelakaan Tika. Dia sengaja muncul secara tiba-tiba dan menabrak mobil Tika dari depan,"
Bersambung......