
Mendengar ucapan Arin, Dirga langsung menatapnya dengan lekat. Dari kata-kata Arin dia merasa jika dia memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya. Dia menatap Arin dengan mata berkaca-kaca sambil mengengam dan tangan Arin dengan erat.
"Aku berjanji akan menebus semua kesalahanku. Aku akan membahagiakanmua dan juga calon anak kita. Aku berjanji akan menjadi kepala keluarga yang baik untukmu. Aku akan menjadikanmu satu-satunya di dalam hatiku," ucap Dirga sambil menitikkan air matanya.
"Aku percaya kepadamu. Aku harap kau jangan pernah menyakitiku lagi,"
"Tidak! aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi. Aku berjanji akan terus mengungkir indah namamu di hatiku. Aku akan menjadi papa dan juga suami yang baik untukmu dan juga anak kita,"
"Aku akan mencoba memaafkanmu dan membuka lembaran baru lagi bersamamu. Tapi aku mohon, berikan aku waktu. Tolong bersabarlah untuk mengajariku untuk menjadi istri yang baik untukmu. Karena aku tau, aku juga manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan,"
"Baik! aku akan bersabar untuk mendapatkan cintamu kembali. Aku akan menuntunmu untuk melupakan masa lalu kita. Kita akan membuka lembaran baru bersama calon bayi kita," ucap Dirga tersenyum sambil membelai lembut wajah Arin.
"Terima kasih! Terima kasih karena mau berubah untukku," ucap Arin tersenyum sambil menitikkan air matanya.
__ADS_1
"Ia, Sayang! aku berjanji akan membahagiakanmu, sehingga kau akan lupa jika kau pernah tersakiti. Terima kasih karena telah mau memberikan kesempatan untukku. Aku berjanji akan menebus semua kesalahanku kepadamu,"
"Kita akan menebus kesalahan kita secara bersama-sama. Kita akan saling memperbaiki diri kita masing-masing. Karena bukan hanya dirimu saja yang bersalah. Tapi aku juga,"
"Ia! kita akan saling belajar dari masa lalu kita. Kita akan membuka lembaran baru secara bersama-sama. Jika aku melakukan kesalahan, kau jangan segan-segan untuk menegurku,"
Arin langsung menyeka air matanya lalu tersenyum mengangguk. Dia menatap Dirga dengan penuh rasa kerinduan. Jika tidak memikirkan jika mereka sekarang berada di tempat umum, sudah di pastikan Arin akan memeluk Dirga dengan eratnya. Sebagai pelepas semua kerinduannya yang telah dia pendam selama ini. Bukan hanya itu, dia juga ingin memeluk Dirga untuk melepaskan rasa kebahagiaannya karena kini dia telah mendapatkan cinta dari Dirga.
"Maaf! ini pesanannya, Tuan!" ucap pelayan membawa pesanan mereka.
Karena terlalu larut dalam kebahagiaan mereka, mereka berdua sampai tidak sadar jika para pelayan itu sedari tadi berdiri di depan mereka. Para pelayan itu hanya bisa menatap haru kebahagiaan keduanya. Mereka merasa kagum kepada Dirga yang telah menyadari kesalahannya. Padahal banyak pria di luar sana yang selalu merasa benar dan tidak mau mengakui kesalahannya. Namun, Dirga sangat berbeda dengan pria lainnya. Bahkan dia sadar sebagai seorang pria, dia harus menghormati dan juga menghargai setiap wanita.
"Kau mau makan? aku suapin ya," ucap Dirga mengambil makanan Arin lalu menyuapinya dengan lembut.
__ADS_1
Arin menerima setiap suapan yang di berikan Dirga dengan begitu lahapnya. Melihat Arin yang makan begitu lahap, Dirga hanya tersenyum bahagia. Dia merasa bahagia karena Arin lebih mementingkan nutrisi untuk bayi mereka dari pada memikirkan postur tubuhnya. Arin tidak perduli jika dia harus terlihat gemuk karena memenuhi nutrisi untuk bayinya. Karena baginya kesehatan bayinya lebih berharga dari apapun.
"Katanya kau lapar. Tapi kau terus menyuapi ku. Sekarang makanlah, karena kau juga butuh tenanga," ucap Arin menyuapi Dirga dengan lembut.
"Besok aku akan membawa mama dan papa menemuimu. Aku ingin melamarmu kembali," ucap Dirga sambil menerima suapan yang di berikan Arin.
"Melamar?" tanya Arin mengerutkan keningnya binggung.
"Ia! aku akan melamarmu kembali. Dulu aku melamarmu karena perintah dari mama. Tapi kali ini aku melamarmu karena keinginanku sendiri. Aku melamarmu bukan karena paksaan atau apapun itu. Tapi kini aku akan melamarmu karena cinta," ucap Dirga tersenyum.
Mendengar ucapan Dirga, Arin hanya tersenyum menunduk. Dia merasa bahagia karena Dirga akan mengikatnya kembali secepatnya. Akhirnya mereka bisa merencanakan pernikahan mereka kembali tanpa ada paksaan dari siapapun. Mereka akan menikah kembali karena cinta cinta mereka yang begitu kuat. Arin berharap pernikahan mereka kali ini akan berjalan dengan lancar dan tidak ada lagi yang namanya perpisahan. Mereka akan bersatu selamanya dan hanya maut yang akan dapat memisahkan cinta mereka.
Bersambung......
__ADS_1