
"Sayang, lebih baik kau mengatakan tentang Arin kepada Dirga. Karena Dirga berhak tau tentang kandungan Arin," ucap Rania menatap Randy yang sedang merapikan penampilannya di depan cermin.
"Ia! aku nanti jam istirahat aku akan menemui Dirga. Kau tenang saja ya, kau tidak perlu memikirkan hal ini. Biar aku dan yang lainnya yang akan menyelesaikannya. Kau lebih baik fokus dengan kandunganmu saja," ucap Randy tersenyum lalu mengelus perut Rania.
"Apa kau sudah minum vitamin dan juga susumu?" tanya Randy kembali.
"Belum! Ayo kita turun. Aku sudah siapkan sarapan untukmu," ucap Rania tersenyum lalu bangkit dari duduknya.
"Mama! mamam," ucap Cheesy berjalan mendekati Rania. Jangan lupa dengan model jalan Cheesy yang masih seperti robot.
"Sayang mama mau makan ya? udah lapar ini perutnya," ucap Rania tersenyum lalu menggelitik perut Cheesy.
"Ama... ha.. ha..," ucap Cheesy tertawa karena ulah Rania.
"Sayang! jangan gitu dong. Kasihan Cheesynya," ucap Randy mengelengkan kepalanya pelan melihat tingkah Rania.
"Papa!" ucap Cheesy beralih ke Randy.
"Putri papa lapar ya. Ayo kita sarapan," ucap Randy membawa Cheesy kedalam gendongannya.
__ADS_1
Randy mengendong Cheesy dengan tangan kanannya. Sedangkan tangan kirinya merangkul mesra pinggang Rania. Mereka berjalan secara beriringan menuju ke ruang makan sambil bercanda ria bersama. Melihat kebahagiaan keluarga kecil itu, Bik Inah hanya tersenyum kecil. Dia ikut merasa bahagia karena akhirnya Randy bisa menerima kehadiran Rania di sisinya. Bahkan dia juga telah memperlakukan Rania dengan sangat baik.
Randy dan Rania sarapan bersama-sama. Rania juga melayani Randy dengan sangat baik. Dia mengisi piring Randy lengkap dengan air mineralnya. Setelah itu baru dia mendudukkan Cheesy di kursinya dan meletakkan buburnya di sana. Rania membiarkan Cheesy makan sendiri, walaupun berselemotan tapi setidaknya Cheesy masih mau makan dengan lahapnya.
"Ayo makan! habiskan sarapanmu. Setelah itu minum vitamin dan juga susumu," ucap Randy mengisi piring Rania.
"Siap, Bos!" ucap Rania mengangguk patuh.
Mereka sarapan bersama dengan begitu mesranya. Tak jarang Randy mengalihkan sendoknya ke mulut Rania. Rania menerima setiap suapan yang di berikan Randy dengan begitu lahapnya. Sedangkan Cheesy sibuk menyantap makanannya sendiri sambil menatap kemesraan kedua orang tuanya itu. Cheesy juga terus mengoceh dan tertawa sendiri sambil memainkan makanannya. Melihat itu, Rania dan Randy hanya tersenyum melihat tingkah putri mereka.
Setelah melihat Cheesy yang sudah kenyang. Rania langsung membersihkan meja Cheesy. Dia membereskan semua kekacauan yang Cheesy buat, lalu mengendongnya untuk memandikannya. Melihat Rania yang sibuk mengurus Cheesy, Randy langsung pergi ke dapur. Dia membuatkan susu untuk Cheesy dan juga Rania. Setelah mandi, Cheesy pasti langsung ingin tidur sambil meminum susu.
Mereka berdua berbagi tugas dengan sangat baik. Walaupun mau berangkat kerja, akan tetapi Randy masih menyempatkan waktunya untuk membantu Rania. Dia tidak mau membuat Rania kekelahan karena harus mengurus Cheesy seorang diri. Apalagi mengingat Rania yang sedang hamil muda. Tentu saja dia tidak boleh terlalu lelah dan harus banyak istirahat untuk kebaikan bayi yang ada di dalam kandungannya.
"Cheesy sudah minum susu. Sekarang giliranmu," ucap Randy memberikan susu dan juga vitamin untuk Rania.
"Terima kasih," ucap Rania tersenyum lalu meminum vitamin dan susu itu sampai habis.
"Setelah ini kau istirahat ya. Ingat jangan terlalu lelah. Setelah pulang dari rumah sakit aku akan bertanya kepada bibik apa saja yang kau lakukan. Jangan sampai aku dengar kau melakuka pekerjaan yang berat," ucap Randy dengan tegas.
__ADS_1
"Ia! aku tau. Aku tidak boleh mengerjakan apapun. Aku cukup fokus ke Cheesy dan juga kandunganku," ucap Rania tersenyum manis.
"Aku tidak mau terjadi sesuatu kepadamu. Karena bagiku kau dan kedua anak kita adalah hartaku yang paling berharga,"
"Bagi kami kau adalah pangeran kami. Jangan lupa kau juga harus jaga kesehatanmu. Karena kami tidak akan suka jika melihatmu kelelahan,"
"Ia! kalian adalah obat lelahku. Melihat senyuman kalian saja rasanya semua beban yang ada di pundakku langsung menghilang. Apalagi melihat senyuman indah dari istriku yang paling cantik ini," ucap Randy mencubit gemas wajah Rania yang semakin membulat.
"Aw! sakit sayang," ucap Rania memasukkan bibirnya.
"Sstt! jangan ribut, Cheesy mau tidur," ucap Randy melihat Cheesy yang sudah memejamkan matanya.
"Sepertinya aku akan pergi kerja agak siang hari ini," ucap Randy menatap nakal Rania.
"Kenapa?"
"Karena aku mau sarapan yang utama dulu," ucap Randy mengendong tubuh Rania dan membawanya ke atas ranjang mereka.
"Sayang!"
__ADS_1
"Aku sedang butuh tenanga tambahan sayang," ucap Randy tersenyum lalu menjajah tubuh Rania dengan lembut.
Bersambung......