Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku

Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku
Part 84


__ADS_3

Tamu undangan semakin ramai berdatangan. Sahabat, rekan kerabat, bahkan tekan kerja Randy dan Rania juga sibuk berbondong-bondong untuk menghadiri acara bahagia itu. Bahkan para sahabat mereka juga mengundang rekan bisnis, maupun kerabat mereka juga. Para papa muda sibuk menyambut kehadiran para tamu. Mereka semua membagi tugas mereka dengan sangat baik. Agar resepsi pernikahan Randy dan Rania berjalan dengan lancar.


Sedangkan para mama muda sibuk bergosip dengan istri-istri para tamu sambil menjaga Cheesy. Kalau para bocil jangan di tanya lagi, Fiona, Fillio, Erlan dan Yuki sibuk berlarian ke sana ke mari dan mencicipi kue hidangan. Sedangkan Gibran sibuk mengurus Aulya yang kecentilan mengoda para pria tampan yang dia lihat. Kalau Sania terus sibuk menempel dan menggoda Bisma. Sehingga Bisma menjadi pusing sendiri melihat sikap Sania.


Rania dan Randy duduk di atas pelaminan sambil menatap para tamu. Mereka tidak menyangka jika mereka bisa melakukan pesta resepsi semewah ini. Karena dukungan para sahabat mereka, akhirnya Randy bisa memberikan kejutan seistimewa ini kepada Rania.


Dirga yang melihat kebersamaan Rania dan Randy di atas pelaminan, langsung tersenyum haru. Dia merasa bahagia melihat Rania telah menemukan kebahagiaannya. Walaupun mereka tidak akan bisa bersatu lagi, akan tetapi Dirga berusaha untuk ikhlas. Dia mencoba mengikhlaskan Rania bersama Randy. Dia juga berharap agar dia bisa secepatnya di pertemukan dengan Arin kembali.


"Selamat ya, Ran! semoga pernikahan kalian bahagia selamanya," ucap Dirga memberi selamat kepada Rania.


"Terima kasih ya, Ga! semoga kamu juga secepatnya menemukan kebahagiaanmu," ucap Rania tersenyum.


"Aamiin!" ucap Dirga langsung mengaminkan lalu berjalan mendekati Randy.


"Selamat ya! aku titipkan Rania. Aku harap kau bisa menyayanginya sepenuh hatimu. Aku mohon jangan kau sakiti dia, karena dia tidak pantas untuk di sakiti," ucap Dirga memeluk Randy.


"Tentu! aku akan menjaganya seperti aku menjaga diriku sendiri. Semoga kau juga bisa menemukan kebahagiaanmu secepatnya ya," ucap Randy membalas pelukan Dirga.


"Terima kasih," ucap Dirga tersenyum.

__ADS_1


"Jika kau perlu bantuan, ataupun apapun itu. Kau jangan sungkan-sungkan mengatakannya kepada kami. Kau juga boleh bersahabat dengan Rania. Karena sejak dulu kita semua sudah bersahabat. Jangan karena masalah pribadi, kau menjadi menjauhi kami," ucap Randy merasa tidak enak kepada Dirga.


Randy tau bagaimana perjuang Dirga untuk Rania sewaktu mereka pacaran dulu. Jadi tentu saja Randy merasa tidak enak karena telah merebut Rania dari Dirga. Walaupun saat mereka menikah hubungan Dirga dan Rania sudah hancur.


"Terima kasih ya, Ran. Aku akan melupakan semuanya dan membuka lembaran baru persahabatan kita. Aku beruntung bisa memiliki sahabat seperti kalian,"


Mendengar ucapan Dirga, Randy hanya tersenyum sambil menepuk bahu Dirga pelan. Sebagai seorang sahabat, Randy berharap Dirga bisa menemukan kebahagiaannya secepatnya. Setelah selesai memberikan selamat kepada Rania, dan Randy. Dirga langsung kembali bergabung dengan para tamu lainnya.


Namun, di saat Dirga duduk bergabung dengan para tamu. Tiba-tiba Aulya mendekatinya dengan sangat centilnya. Aulya duduk di samping Dirga sambil menatap ketampanan Dirga yang semakin berseri.


"Paman! aku lihat paman semakin lama semakin tampan saja," ucap Aulya menatap Dirga.


"Benarkah? kamu juga semakin cantik saja," ucap Dirga tersenyum.


"Ia, Sayang," ucap Dirga menunduk sedih.


"Kenapa paman sedih seperti itu. Paman jangan sedih ya, Aulya mau kok jadi penganti Tante Arin. Tapi tunggu Aulya dewasa ya," ucap Aulya tersenyum mengoda Dirga.


Uhuk... uhuk...

__ADS_1


Mendengar ucapan Aulya, Dirga langsung kesedak minumannya. Dia menatap Aulya sambil terkekeh kecil. Ternyata Aulya sama sekali belum berubah. Dia tetap saja mata keranjang dan selalu mencari pacar kesana kemari.


"Kenapa paman! Aulya 'kan cantik. Paman pasti tidak rugi menunggu Aulya. Jika paman tidak mau, nanti paman nyesel lho," ucap Aulya dengan pedenya.


"Aulya! kau ngapain? mau mengoda Paman Dirga ya?" ucap Gibran menggeleng pelan melihat sikap centil adiknya itu.


"Tidak! aku hanya memberi penawaran saja. Jika paman tidak mau tidak masalah. Nanti jika dia melihat kecantikanku saat dewasa pasti dia nyesel," ucap Aulya tanpa dosa.


"Dasar kau ya. Sini aku bilangi sama mama," ancam Gibran.


"Ihh! kakak jahat." ucap Aulya memasukkan bibirnya kesal lalu turun dari kursinya.


"Paman! paman jangan tergoda gadis lain ya. Ingat di sini ada aku yang menunggumu," bisik Aulya memainkan matanya.


"Aulya!"


"Ih! ganggu aja,"


"Ayo," Gibran langsung menarik tangan Aulya untuk menjauh dari Dirga.

__ADS_1


Melihat tinggal Aulya, Dirga dan para tamu yang melihat tingkah centil Aulya hanya terkekeh kecil. Tidak Aulya, tidak Sania sama saja, sibuk merayu pria yang menarik di mata mereka. Namun Sania sangat berbeda dengan Aulya yang hanya mengoda Bisma saja. Sedangkan Aulya bisa merayu setiap pria yang menarik di matanya.


Bersambung....


__ADS_2