
Bisma membawa supir itu ke sebuah gedung kosong. Dia melemparkan tubuh supir tanpa ada rasa kasihan sedikitpun. Dia melemparkan tatapan tajamnya yang sangat mengerikan. Ingin sekali dia membunuh manusia tidak punya hati itu saat ini juga. Namun, dia tidak bisa bertindak secara gegabah. Bagaimanapun dia harus menunggu perintah dari Rayyan dan yang lainnya terkebih dulu.
"Kita apakan dia?" tanya Bisma menatap Rayyan dan yang lainnya.
"Lebih baik kita beritau Randy terlebih dulu. Karena bagaimanapun Randy yang paling berhak memberikan hukuman kepadanya," ucap Ardiyan.
"Kita biarkan saja dia istirahat terlebih dulu. Karena setelah ini diadia tidak akan mempunyai waktu untuk mengatur detak jantungnya," ucap Rayyan melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan itu.
"Baiklah! tapi biarkan aku memberikan dia pemanasan terlebih dulu," ucap Bisma merengangkan otot-ototnya.
"Baiklah! tapi tinggalkan sedikit tenaganya untuk kami nanti," ucap Rafi tersenyum sinis lalu duduk menatap supir itu.
"Kau sangat senang berbuat jahat kepada wanita. Kenapa kau melakukan itu? apa kau tidak berani menghadapi pria, sehingga kau memilih lawan yang lemah," ucap Bisma tersenyum sinis sambil menatap tajam supir itu.
"Wanita itu memang pantas mendapatkannya. Karena suaminya telah membuat istri dan anakku meninggalkanku," ucap supir itu tanpa merasa bersalah sedikitpun.
"Pantas saja anak dan istrimu memilih untuk pergi. Karena dia tidak mau hidup bersama pria bejat sepertimu," ucap Bisma mengeraskan rahangnya.
"Siapa yang lebih bejat? Aku atau dokter yang tidak tau diri itu!"
Bughhh....
Mendengar ucapan menjijikkan yang keluar dari mulut supir itu, Bisma langsung melayangkan tinjunya. Dengan sekali pukulan, supir itu langsung terjatuh tersungkur dengan noda darah dari sudut bibirnya. Bisma menatap supir itu dengan tatapan penuh kebencian.
"Apa kau lupa jika anak dan istrimu meninggal karenamu. Karena kau yang tidak bisa mengambil keputusan dengan cepat. Karena kau lebih mementingkan egomu dibandingkan keselamatan anak dan istrimu," ucap Bisma geram.
"Kau tidak akan pernah menyadari kesalahanmu. Karena kau tidak pernah mau menerima kesalahanmu, dan menyalahkan orang lain atas kebodohanmu," ucap Bisma kembali.
__ADS_1
"Apa kau sudah puas? apakah anak dan istrimu telah kembali?" tanya Randy tiba-tiba datang dan menatap supir dengan tatapan kosong.
"Tidak! kau tidak merasa puas. Begitu juga dengan anak istrimu, mereka tidak akan kembali kepadamu," ucap Randy tersenyum sinis.
Randy menatap supir itu dengan lekat. Berlahan senyuman manis Tika kembali terbayang di wajahnya. Berlahan wajahnya memerah, wajahnya memancarkan kebencian yang sangat mendalam. Dia berjalan mendekati supir itu dengan amarah yang mengebu.
Dia menatap supir itu dengan tatapan penuh kebencian. Gara-gara pria di depannya, dia telah kehilangan wanita yang sangat dia cintai. Bahkan hampir saja dia kehilangan nyawa anak dan istrinya. Setelah semua yang di lakukan supir itu dia akan memaafkannya atas nama kemanusiaan? tentu saja tidak. Dia tidak akan memaafkan orang yang berani mengusik kehidupannya begitu saja.
Dia mencengkram leher supir itu dan mengangkatnya dengan sekuat tenaganya. Dengan seketika tubuh supir itu bergelantungan di dinding. Dia memegang tangan Randy karena dia telah kesulitan bernapas.
Brukk....
Randy tanpa ada rasa kasihan sedikitpun melemparkan tubuh supir itu seperti boneka. Belum puas, Randy mendekati pria itu dan bersiap untuk mematahkan tangannya. Saat Randy ingin menghentakkan tangan pria itu, tiba-tiba salah satu anak buah mereka berlari mendekati mereka dengan ketakutan.
"Tuan!" teriak salah satu anak buah Bisma dengan napas yang ngos-ngosan.
"I.. itu!"
Brakk....
Belum sempat anak buah Bisma menyelesaikan kata-katanya. Sudah terdengar suara pintu yang di tendang dengan sangat kuat. Melihat itu, Rafi dan yang lainnya langsung menelan ludahnya kasar ketika melihat siapa yang datang.
"Zhi! apa yang akan kalian lakukan?" tanya Rayyan berlari mengejar Zhia dan yang lainnya.
"Diam! apa kau yang mau mengantikan posisinya?" tanya Zhia dengan tatapan yang sangat mengerikan.
"Tidak!" ucap Rayyan langsung menciut melihat tatapan para mama muda yang sangat menyeramkan itu.
__ADS_1
Clara dan para mama muda lainnya langsung menghampiri supir yang tergeletak di lantai dengan tatapan penuh kemarahan. Randy yang melihat itu langsung melangkah mundur. Tentu saja dia tidak mau menjadi sasaran empuk kemarahan para emak-emak itu.
"Kau telah menyakiti sahabat kami. Maka bersiaplah untuk mendapatkan hukumanmu," ucap Zhia penuh amarah sambil mengangkat balik kecil yang ada di tangannya.
Bughh... Bugh....
Arghh...
"Ampun! maafkan aku," teriak supir itu ketika para emak-emak menghajarnya secara habis-habisan.
Para papa muda yang melihat kegilaan para istri hanya bisa menggidik ngeri. Bahkan mereka menutup mata mereka karena tidak sanggup melihat kegilaan para emak-emak itu.
"Gila! amukan para emak-emak memang sangat mengerikan," gumam Bisma menelan ludahnya kasar.
Belum puas dengan aksi mereka, mereka langsung menyiram cabe yang telah mereka blender kepada supir itu. Sehingga membuat supir itu langsung menjerit-jerit minta ampun. Melihat kalakuan istri mereka yang semakin mengila, Rayyan langsung menenangkan istri mereka masing-masing.
"Ra! sudah. Biarkan kami yang mengurusnya," menarik Clara.
"Sudah! kalain tenang saja. Ada kami di sini, kalian tidak perlu mengotori tangan kalian seperti ini," ucap Rayyan mengendong tubuh Zhia untuk menjauh.
"Tidak! lepaskan kami. Kami akan beri pelajaran kepada pria bajingan itu. Dia telah membunuh sahabat kami," ucap Zhia memberontak.
Perdebatan sengit di antar merekapun terjadi. Para suami terus berusaha menjauhkan istri mereka dari supir itu. Ada yang mengendong, ada yang menarik dan ada juga yang memeluk. Namun, para istri terus memberontak dan tetap ingin memberi perhitungan kepada supir itu. Hingga akhirnya.
Dor.... Dor....
Dua letusan senjata api langsung menghentikan kericuhan itu. Mereka semua langsung terdiam dan menatap ke arah sumber suara letusan itu.
__ADS_1
Bersambung......