Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku

Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku
Part 57


__ADS_3

Arin dan Rania duduk di taman belakang restoran. Melihat Arin hanya diam saja, Rania ikut diam sambil menatap taman. Hubungan mereka yang tidak baik membuat keduanya merasa sangat canggung. Terlebih lagi Arin, dia menyesal karena pernah menyalahkan Rania atas masalah rumah tangganya dengan Dirga. Padahal Rania selama ini sudah berusaha untuk menjauhi Dirga.


"Aku hamil," ucap Arin membuka suara sehingga membuat Rania menatapnya terkejut.


"Tapi Dirga tidak mengharapkan kehadiran bayi ini. Jujur aku sangat binggung," ucap Arin menunduk sambil meneteskan air matanya.


Melihat itu, Rania langsung dapat merasakan apa yang di rasakan Arin selama ini. Karena takdir pernikahannya dan Arin hampir sama persis. Kehadiran mereka sama-sama tidak di harapkan oleh pasangan mereka. Namun takdir pernikahan Rania jauh lebih beruntung dari Arin. Karena kini Randy sudah menyadari kesalahannya dan membuka hatinya untuk Rania.


Sedangkan Arin, pernikahannya semakin lama semakin tidak menentu. Bahkan Dirga juga tidak menerima kehadiran bayi yang ada di dalam kandungannya. Sehingga membuat Ari tidak tau sampai kapan dia akan bertahan dengan pernikahan mereka.


"Kenapa kau harus binggung? seharusnya kau bahagia karena kehadiran bayi yang tidak berdosa ini," ucap Rania tersenyum sambil membelai perut Arin.


"Kau sangat beruntung karena kau di berikan kesempatan menjadi wanita yang sempurna. Jadi, untuk apa kau membuang kesempatan emas ini? rawatlah bayimu dengan baik. Aku yakin dengan kehadirannya Allah telah mengatur sebuah rencana untuk pernikahanmu," ucap Rania tersenyum.


Mendengar ucapan Rania, Arin hanya bisa terdiam. Dia sadar jika Rania memanglah gadis yang baik. Bahkan Rania dengan senang hati mau mendengarkan curahan hatinya. Bisa saja Rania mengolok-oloknya karena tidak di anggap oleh Dirga. Akan tetapi tidak ada sedikitpun kata-kata yang menyakitkan keluar dari mulut Rania.


"Kau memang wanita yang sangat baik, Ran. Pantas saja Dirga sangat mencintaimu," ucap Arin tersenyum.

__ADS_1


"Tidak ada wanita yang sempurna di dunia ini. Hanya saja, setiap wanita akan terlihat sempurna jika pasangannya mau menerima kekurangannya. Aku yakin, suatu saat nanti Dirga juga akan menerima kehadiranmu," ucap Rania tersenyum sambil mengengam tangan Arin.


"Hanya saja dia belum bisa menerima takdir kami. Takdir kami yang tidak bisa bersatu, karena raga kami telah menjadi milik orang lain. Tapi kau tenang saja, aku tidak ada niat sedikitpun untuk merebut Dirga darimu. Karena bagiku, pernikahan itu bukanlah permainan yang bisa di mainkan sesuka hati," ucap Rania kembali.


"Apa kau sudah mencintai Randy dan melupakan Dirga?" tanya Arin.


"Tentu saja melupakannya tidak mudah untukku. Akan tetapi aku akan berusaha untuk menjaga hati dua insan. Yaitu kau dan Mas Randy, aku akan melupakan Dirga demi suamiku. Lagi pula Dirga sudah menjadi milikmu. Bahkan ada tanda hubungan kalian di dalam sini," ucap Rania menunjuk perut datar Arin.


"Maukah kau bicara dengan Dirga? katakan jika aku dan bayiku membutuhkannya," ucap Arin menatap Rania dengan tatapan penuh permohonan.


Mendengar permintaan Arin, Rania langsung terdiam. Jujur saja dia belum siap untuk bertemu dengan Dirga. Selain untuk menjaga hati Randy, dia juga masih menyimpan rasa untuk Dirga.


"Aku akan bicara dengan Dirga. Tapi aku harus meminta ijin kepada Mas Randy terlebih dulu," ucap Rania penuh keyakinan.


"Apa kau yakin?" tanya Arin mengerutkan keningnya.


"Ya! Aku yakin. Aku akan melakukannya demi bayi ini. Karena bagaimanapun dia ingin terlahir ke dunia ini dengan keluarga yang lengkap," ucap Rania mengelus perut Arin.

__ADS_1


Arin hanya bisa terdiam melihat kelembutan hati Rania. Dia menatap Rania dengan penuh kekaguman. Andai saja dia bisa memutar waktu, sudah pasti dia akan memutarnya dan menjadikan Rania sebagai sahabatnya sejak dulu.


"Pantas saja Tika memilihmu sebagai pengantinya. Karena kau memang wanita yang sangat baik. Aku juga melihat kau sangat menyayangi Cheesy seperti putrimu sendiri," ucap Arin tersenyum.


"Bagiku Cheesy adalah putriku, aku mengangap dia sebagai pengganti Tika. Karena Tika dan Clara adalah sahabat terbaikku. Jadi aku akan melakukan apapun demi kebahagiaan mereka. Termasuk mengorbankan cintaku," ucap Rania tersenyum kecil.


"Aku yakin suatu saat nanti Randy akan mencintaimu seperti dia mencintai Tika. Aku sangat mengenal Randy, jika dia sudah mencintai seseorang, pasti dia tidak akan membiarkannya terluka walaupun hanya setitik saja," ucap Arin tersenyum mengingat sifat Randy yang sangat romantis kepada pasangannya.


"Apa kau sangat mengenal Mas Randy?"


"Tentu saja! aku sangat mengenalnya. Karena sejak kecil kami terus satu sekolah. Kami terpisah saat aku kuliah di luar negri,"


"Kalau begitu aku boleh menanyakan tentang Randy kepadamu dong,"


"Tentu saja! aku akan menceritakan semua tentang Randy kepadamu. Asalkan kau bisa mencintai dan menjaganya dengan baik,"


"Kalau itu pasti. Kau tidak perlu menghawatirkan hal itu. Karena bagiku kebahagiaannya adalah kebagiaan untukku juga," ucap Rania tersenyum bahagia.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2