Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku

Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku
Part 110


__ADS_3

"Selamat tuan! bayinya laki-laki dan sangat tampan," ucap Dokter memberikan bayi laki-laki yang sangat tampan kepada Dirga.


"Terima kasih, Dok," ucap Dirga menerima bagi itu dan menciumnya dengan gemas.


"Lihat, Sayang! anak kita sangat tampan. Mata dan hidungnya sangat mirip denganmu," ucap Dirga menunjukkan bayinya kepada Arin.


"Ia, Mas! dia sangat tampan. Sama sepertimu," ucap Arin tersenyum sambil menoel wajah gembul putranya.


"Tentu dong. Cucu siapa dulu," ucap Bu Bima menatap gemas cucunya.


"Sini biar mama yang mengendongnya. Kau urus Arin saja. Dia pasti lapar setelah melahirkan," ucap Bu Bima mengambil bayi itu dari gendongan Dirga.


Dirga hanya tersenyum kecil sambil menatap kedua orang tuanya, dan juga mertuanya yang bermain dengan putranya. Dia berlahan menatap Arin dan melihat bibir Arin yang kering. Dia langsung mengambil air minum dan memberikannya kepada Arin.


"Kau pasti haus! kau minumlah," ucap Dirga membantu Arin untuk minum.


"Terima kasih, Mas!" ucal Arin meminum air mineral itu.


Setelah itu Arin kembali membaringkan tubuhnya. Tubuhnya terasa masih sakit dan juga lemas. Dirga berlahan mengambil air es dan mencoba menggompres bibir Arin yang kering. Melihat perhatian Dirga kepada Arin, Denis hanya bisa terdiam memperhatikannya. Dia merasa bahagia karena akhirnya Arin bisa menemukan kebahagiaannya juga.

__ADS_1


"Permisi," ucap Randy memasuki ruangan Arin.


Mendengar jika Arin telah melahirkan, Randy langsung menemuinya. Namun, sangat di sayangkan, dia mengetahui itu ketika dia telah sampai ke rumah sakit. Jadi dia hanya bisa memberi kabar baik itu kepada Rania dari telepon. Jadi Rania juga belum bisa mengunjungi Arin. Sebelum jam kerja di mulai, Randy langsung menemui Arin dan ingin melihat wajah Dirga kecil.


"Hai, Ran! ayo masuk," ucap Arin tersenyum melihat kedatangan Randy.


"Selamat atas kelahiran putra kalian ya," ucap Randy tersenyum.


"Terima kasih! tapi kau kemari mau memeriksa keadaan Arin atau mau mengunjunginya?" tanya Dirga melihat Randy hanya memakai kemeja biasa.


"Saat masuk ke rumah sakit aku melihat Denis di luar. Dia mengatakan jika Arin telah melahirkan. Jadi setelah mengisi daftar absen aku langsung datang ke sini. Aku sudah memberitahu Rania, katanya dia akan ke sini dengan para bocil. Jadi bersiaplah untuk sakit kepala," ucap Randyengingat kelakuan para bocil yang tidak bisa diam.


Mendengar nama Rania di sebut, Bu Bima hanya bisa diam. Dia tidak mengeluarkan sepatah katapun. Dia hanya diam sambil menatap cucunya dengan lekat. Ntah apa yang ada di pikirannya, tidak ada yang tau. Hanya dialah yang tau apa yang dia pikirkan saat ini. Namun, Dirga dan Arin yang melihat ekspresi wajahnya hanya bisa diam. Mereka berharap agar Bu Bima bisa berhenti membenci Rania. Karena Rania tidak tau apapun tentang masalah rumah tangga mereka.


"Aku dengar dari Aulya, Rania juga sedang hamil ya?" tanya Arin.


"Ia! dia sedang mengandung. Kita doakan saja bayinya perempuan, agar kita bisa jadi besan," ucap Randy bercanda.


"Aamiin!" ucap Arin langsung mengaminkan.

__ADS_1


"Apa kalian mau besanan denganku?" tanya Randy tersenyum.


"Tentu saja! jika ibunya saja sangat baik dan perhatian, aku yakin putri kalian nanti juga sama. Jika putraku menikah dengan putrimu, aku yakin mereka akan sangat bahagia," ucap Arin tersenyum.


"Aku doakan semoga itu terwujud. Rania dan Randy adalah pasangan yang sangat baik, aku yakin keturunan mereka juga akan mengikuti jejak mereka. Aku yakin keponakanku akan bahagia jika menikah dengan putrimu," ucap Denis tersenyum.


Mendengar ucapan Denis, semua orang hanya bisa tersenyum kecil. Mereka semua berbincang-bincang kecil bersama sambil bercanda gurau. Bu Bima juga terlihat sangat santai berbicara dengan Randy. Walaupun masih terlihat ada kecangungan di dalam dirinya. Namun, Randy tetap memperlakukannya dengan baik. Karena bagi Randy menghormati orang yang lebih tua itu adalah kewajiban. Walaupun sebenarnya di dalam hatinya masih mersa geram karena Bu Bima yang selalu menghina istrinya.


"Denis! Terima kasihnya karena selama ini kau telah menjaga Arin dengan baik," ucap Bima menatap Denis yang hanya diam memperhatikan kebahagiaan mereka.


"Itu sudah menjadi kewajibanku sebagai saudara sepupu Arin, Paman. Jadi paman tidak usah merasa tidak enak seperti itu," ucap Denis terseyum.


"Papa benar, Denis. Kami berhutang begitu banyak kepadamu. Kau telah merawat dan juga menjaga anak dan istriku dengan baik. Bahkan aku tidak bisa membalas semua kebaikanmu kepada mereka," ucap Dirga menatap Denis dengan lekat.


"Tidak apa-apa! kau cukup menjaga mereka dengan baik saja. Kau jangan pernah sakiti hati Arin lagi. Jadilah ayah dan suami yang baik kepada anak istrimu. Itu saja sudah cukup untuk membayar jasa ku selama ini," ucap Denis tersenyum.


"Semoga kelak kau mendapatkan istri yang sholeha ya, Nak. Kau pria yang baik, pasti kau akan mendapatkan wanita yang baik juga," ucap Bu Nasri tersenyum.


"Aamiin, Tante!" ucap Denis langsung mengaminkan ucapan Bu Nasri.

__ADS_1


Dirga hanya menatap Denis dengan tatapan penuh haru. Dia berdoa agar Denis bisa mendapatkan wanita yang baik dan sholeha untuk mendampinginya. Karena dia tau Denis adalah pria yang baik. Pasti dia akan mendapatkan kebahagiaannya secepatnya.


Bersambung.....


__ADS_2