
Karena sudah mendapatkan izin dari Randy, Rania pergi untuk menemui Dirga bersama Cheesy. Dia menuju taman yang berada di pinggir kota. Di mana taman itu adalah taman yang sering dia kunjungi bersama Dirga semasa pacaran dulu. Memang menemui pria lain di belakang suami adalah kesalahan besar. Akan tetapi Rania belum merasa tenang jika belum bicara dengan Dirga.
Dia memang sengaja membawa Cheesy agar dia terjaga oleh fitnah. Karena dia juga harus menjaga perasaan suaminya. Rania turun dari mobilnya dan menatap taman itu dengan tatapan kosongnya. Dia berharap setelah pertemuan mereka, Dirga bisa kembali mempunyai semangat untuk hidup. Sebagai seorang sahabat, Rania tidak mau jika sampai Dirga terus-menurus berasa di dalam lembah penyesalan seperti ini.
Rania melihat Dirga sedang duduk seorang diri di kursi pinggir danau. Rania bisa melihat tubuh Dirga yang semakin kurus dari belakang. Dia mencoba membuang napasnya kasar lalu berjalan mendekati Dirga. Dia duduk di samping Dirga lalu menatap danau yang indah itu sambil tersenyum.
"Danaunya terlihat semakin indah ya," ucap Rania sambil menghirup udara segar di bawah pepohonan.
Mendengar ucapan Rania, Dirga langsung tersenyum sambil menatapnya. Senyuman yang sangat kecil bahkan tidak dapat di lihat dengan begitu jelas. Setelah kepergian Arin, Dirga memang tidak pernah tersenyum lagi. Hanya Rania orang pertama yang membuatnya tersenyum. Walaupun hanya senyuman tipis.
"Kau sepertinya sangat bahagia. Apakah hubunganmu dengan Randy sudah membaik?" tanya Dirga sambil menatap Cheesy yang ada di gendongan Rania.
"Alhamdulillah! hubunganku dan Mas Randy sekarang semakin membaik. Kami mencoba untuk membuka lembaran baru, dan menutup semua kenangan buruk di masa lalu," ucap Rania tersenyum.
"Lalu bagaimana denganmu. Aku lihat kau semakin kurus. Lihat matamu sepertinya sangat kelelahan. Jangan bilang jika kau terus menghabiskan waktumu untuk bekerja dan melupakan waktu istirahatmu," tanya Rania menatap penampilan Dirga yang terlihat sangat kacau.
__ADS_1
"Ini adalah buah dari keegoisanku. Aku terlalu egois sehingga aku tidak mendapatkan apapun. Yang aku dapatkan hanyalah kesendirian," ucap Dirga menunduk penuh penyesalan.
"Aku tidak bisa menjaga perasaan kedua wanita yang sangat mencintaiku. Bahkan aku menyakiti mereka tanpa belas kasihan. Jadi sekarang aku pantas mendapatkan ini semua," ucap Dirga menitikkan air mata penyesalannya.
Melihat kesedihan Dirga, Rania hanya mampu menatapnya dengan iba. Dia memberanikan diri untuk memegang punggung Dirga dan mengusapnya dengan lembut. Dia tau jika Dirga bersalah. Namun, dia tidak bisa melihat Dirga seperti ini. Dia ingin Dirga yang dulu kembali, Dirga yang selalu ceria dan menghadapi semua masalah dengan penuh semangat.
"Kau memang bersalah. Tapi kau tidak bisa terus menerus di hantui rasa bersalah seperti ini. Kau harus bangkit, Ga! tebus semua kesalahanmu dengan memperbaiki hidupmu. Aku yakin, jika Arin tau keadaanmu saat ini dia akan merasa sangat sedih. Sama seperti diriku. Aku tidak akan bisa hidup bahagia bersama Mas Randy jika kau terus-terusan seperti ini," ucap Rania menatap Dirga dengan penuh kesedihan.
"Ayo, Ga! kau harus bangkit. Kau jangan terus-terusan terpuruk seperti ini," ucap Rania memberikan semangat kepada Dirga.
"Tentu saja! aku akan membantumu. Kita akan mencari Arin. Aku yakin Arin akan kembali kepadamu," ucap Rania tersenyum.
"Aku menyesal karena pernah menyakitimu. Maafkan aku," ucap Dirga menatap lekat wajah Rania.
"Aku sudah memaafkanmu sejak dulu. Tapi kau harus janji kau tidak boleh seperti ini. Lihatlah kau sangat jelek, tubuhmu kurus tidak terawat. Apa kau yakin jika Arin melihatmu seperti ini dia mau kembali kepadamu?" ucap Rania menatap penampilan Dirga yang sangat kacau.
__ADS_1
"Kau itu harus mengurus tubuhmu. Buat Arin terpesona melihatmu. Aku yakin Arin masih mencintaimu, jika kau terus memperjuangkannya kau akan mendapatkannya kembali. Tapi jika kau sakit-sakitan dia mana mau. Coba kau bayangkan, siapa yang mau mengurus pria yang sakit-sakitan?" tanya Rania.
"Tidak ada!"
"Nah! itu kau tau. Makanya kau itu jaga kesehatan. Buat tubuhmu semakin cool dari sebelumnya. Aku yakin jika kau semakin tampan dan sukses Arin akan kembali ke padamu. Tapi kau juga harus memperjuangkannya juga, buktikan jika kau menyesal. Tunjukkan kepadanya jika kau memang ingin memperbaiki hubungan karena. Karena wanita itu jika terus di perjuangkan, pasti hatinya akan luluh juga," ucap Rania memberi semangat untuk Dirga.
"Kau benar juga! aku tidak bisa terus-terusan seperti ini. Aku harus mencari Arin sampai ke ujung dunia. Terima kasih, Ran. Kau memang wanita yang sangat hebat," ucap Dirga tersenyum.
"Gitu dong. Lihat wajahmu semakin tampan. Kau harus banyak belajar dari para papa muda yang mempesona. Lihatlah mereka semua bisa mengatasi masalah mereka dengan sangat baik. Aku yakin, jika mereka juga mau membantumu untuk mendapatkan Arin kembali. Tapi kau harus semangat dulu, jangan seperti ini. Jika mereka melihat penampialanmu sekarang, aku yakin mereka juga mengomel sepertiku," ucap Rania terus mengomel panjang lebar.
Mendengar omelan Rania, Dirga hanya tersenyum kecil. Walaupun mereka tidak akan bisa bersama, akan tetapi mereka bisa menjadi sahabat. Sahabat yang saling mendukung dan memberikan semangat. Karena soal jodoh kita tidak akan pernah tau.
Melihat Randy bisa tersenyum kembali, Rania hanya mampu tersenyum penuh kebahagiaan. Dia merasa bahagia karena bisa menumbuhkan semangat Dirga kembali. Bahkan dia sangat beruntung memiliki suami seperti Randy. Suami yang mempercayainya dengan sepenuh hati. Karena di setiap hubungan kepercayaan dan kesetiaan adalah kunci dari keutuhan hubungan itu.
Bersambung.....
__ADS_1