Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku

Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku
Part 56


__ADS_3

Setelah Mila mengakui semua kesalahannya, Rafi dan Ardyan langsung membawanya ke kantor polisi. Randy dan Rania juga sudah memaafkan kesalahannya, karena bagaimanapun Tika tidak mungkin bisa kembali lagi berkumpul bersama mereka. Terlebih lagi melihat keadaan Mila yang sudah sangat frustasi. Bahkan mereka melihat Mila selalu kerakutan dan tiba-tiba tertawa dan menangis tanpa sebab.


Namun, setiap kesalahan harus mendapatkan hukuman yang pantas. Mereka menjebloskan Mila ke penjara dan menyerahkan semuanya kepada pihak kepolisian. Bahkan mereka juga sudah melaporkan supir truk, sehingga polisi kini telah melakukan pengejaran.


"Ran! apa kita bisa bicara sebentar?" tanya Arin menatap Rania dengan penuh permohonan.


Mendengar pertanyaan Arin, Rania langsung menatap Randy untuk meminta persetujuan dari suaminya itu. Tentu saja Randy langsung mengangguk pelan dan mengizinkan Rania berbicara berdua dengan Arin.


"Kau mau bicara apa dengan sahabatku?" tanya Clara menatap tidak suka kepada Arin.


"Clara! kau tidak boleh seperti itu? apa kau lupa jika dulu kau memarahi semua orang karena menghinaku. Tapi kenapa sekarang kau seperti ini?" tanya Rania menggeleng kecil melihat tingkah Clara.


"Sudah! biarkan saja mereka berbicara berdua. Karena mereka harus menyelesaikan masalah mereka berdua," ucap Randy bijaksana.


"Oh! paman Randy so sweet banget sih. Andai Kak Bisma seperti paman Randy," ucap Sania tersenyum nakal sambil memainkan matanya kepada Bisma.


Melihat sikap genit Sania, semua orang hanya bisa terkekeh berjamaah. Lain dengan Kinan yanga hanya mampu menepuk jidatnya pelan melihat sikap genit putrinya itu.


"Kalian selalu memarahiku jika aku merayu pria. Tapi kenapa saat Kak Sania merayu paman Bisma kalian hanya tertawa," ucap Aulya membuang napasnya kesal.


"Lya! lihat paman itu tampan sekali," ucap Yuki menunjuk ke salah satu pengunjung restoran yang duduk seorang diri.


"Wah! ada mangsa tampan," ucap Aulya tersenyum nakal lalu mengambil kaca yang selalu dia bawa di dalam tas kecilnya.


Setelah memastikan dirinya sudah cantik sempurna, Aulya langsung berjalan dengan anggunnya menghapiri pri itu.


"Aulya! kau mau ke mana?" tanya Kinan menatap tajam keponakannya itu.

__ADS_1


Sedangkan Zhia hanya bisa diam saja. Karena bagaimanapun dia memarahi putrinya itu tidak akan ada gunanya. Yang ada dia hanya akan mendapat jawaban demi jawaban dari putri kecilnya itu.


"Paman! aku sudah bosen menjomblo terus. Jadi biarkan aku mencari pelabuhan hatiku," ucap Aulya memasang wajah memelasnya.


"Jika kau mau pergi silahkan saja. Tapi kau lihat saja sampai di rumah nanti," ancam Gibran mengeluarkan tatapan iblisnya.


"Kakak!" ucap Aulya menghempaskan tubuhnya di sofa.


Mendengar ancaman sang kakak, Aulya memilih untuk mengurungkan niatnya. Dia hanya bisa kembali duduk dengan muncung satu meternya.


"Kak Bisma kalau senyum makin tampan saja sih," ucap Sania menatap kagum ketampanan Bisma saat sedang tersenyum melihat tingkah gemas Aulya.


"Sania! duduk kamu," ucap Kinan membuang napasnya kasar melihat tingkah putri dan keponakannya yang tidak bisa di atur.


"Papa! aku mengatakan yang sebenarnya. Kenapa papa marah seperti itu," ucap Sania menatap kesal Kinan.


"Tuh dengerin apa yang di katakan Yuki," ucap Rissa menatap kesal putrinya.


"Ia! Yuki memang gak pernah ngerayu pria. Tapi dia setiap hari berantam sama pria di kelas," ucap Sania ketus.


"Sudah! lebih baik kalian jaga adik Cheesy. Tante mau pergi sebentar sama Tante Arin," ucap Rania menderai perdebatan para bocil itu.


"Kak! ini ama adik Ecy. Ihat, adik Ecy udah ica elangkak," ucap Fiona sibuk mengejar Cheesy yang sudah merangkak kesana kemari.


"Ia! dari pada membahas pria tampan lebih baik kita bermain dengan Cheesy saja," ucap Yuki langsungeng menghampiri Cheesy yang sedang bermain bersama Fillio dan Fiona.


"Ma! Pa. Sania mau punya adik dong," ucap Sania menatap Rissa dan Kinan secara bergantian.

__ADS_1


"Tidak!" ucap Kinan tegas.


"Kenapa?"


"Kamu saja sudah membuat papa dan mama pusing. Apalagi kalau di tambah satu lagi, bisa-bisa papa dan mama mati berdiri," ucap Kinan mengingat tingkah putrinya itu yang selalu membuat kepalanya pusing.


"Sudah! lebih baik kita minta adik dari paman Randy dan Tante Rania saja," ucap Aulya menatap Randy dan Rania secara bergantian.


Mendengar ucapan Aulya, Randy dan Rania langsung salah tingkah. Jangankan untuk membuat adik, Randy saja belum buka puasa bersama Rania.


"Tante pergi dulu, Kalian jaga adik Cheesy dengan baik ya," ucap Rania salah tingkah.


"Ayo, Rin! kita ke taman belakang saja," ucap Rania menarik tangan Arin.


"Yah! tante Rania pergi. Jadi kita minta adiknya kepada siapa?" ucap Aulya menatap Zhia dan Nur yang sedang asik menyantap makanan mereka.


"Em! maaf, aku mau ke toilet dulu," ucap Zhia langsung bergegas pergi sebelum mendapat rengekan dari kedua gadis kecil itu.


"Zhi, tunggu! aku ikut," ucap Nur ketika melihat kedua pasang mata menatap ke arahnya.


"Ya sudah! jika kalian tidak mau memberikan adik untukku. Kak Bisma, ayo kita membuat adik," ucap Sania mendekati Bisma.


Uhukkk.... uhukk...


"Sania! pulang," ucap Kinan tegas menatap kesal kepada putrinya itu.


"Kabur!"

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2