
Bisma dan para papa muda langsung bergerak. Mereka langsung mendatangi tempat kecelakaan Rania, dan langsung menyelidikinya secepatnya. Mereka yakin jika kecelakaan Rania, Arin bdan Cheesy bukanlah kecelakaan biasa. Sama seperti Clara, mereka juga mencurigai supir truk itu. Namun, mereka tidak bisa bertindak dengan gegabah, mereka harus mencari bukti terlebih dulu.
"Sepertinya dari toko itu akan terlihat jelas kemari. Lebih baik kita memeriksa CCTV-nya terlebih dulu," Ucap Kinan melihat CCTV yang ada di luar toko tepat di depan terjadinya kecelakaan itu.
"Biar aku dan Bisma yang memeriksanya. Kalian cari periksa CCTV yang ada di sekitar sini. Aku yakin jika dia sudah mengintai Rania terlebih dulu," Ucap Rafi dengan tegas.
Rafi dan Bisma langsung menuju ke toko itu. Tanpa banyak bertanya pemilik toko itu langsung mengijinkan Bisma untuk memeriksa CCTV-nya.
"Silahkan, Tuan. Anda periksa saja," ucap pemilik toko mengantarkan Bisma dan Rafi ke ruang CCTV.
Setelah mendapatkan izin dari pemilik toko itu, Bisma langsung duduk dan mengotak atik layar CCTV yang ada di depannya. Bisma langsung memutar hasil rekaman pada saat kejadian kecelakaan itu. Rafi melihat layar CCTV itu dengan sangat serius.
"Tunggu! coba undur kan sedikit," ucap Rafi ketika melihat Arin berlari ke arah Rania.
"Ada apa, Tuan?" tanya Bisma mengerutkan keningnya binggung.
"Coba lihat ekspresi Arin sebelum melihat Rania, sepertinya dia sangat sedih," ucap Rafi.
"Ia, Tuan. Sebelum kecelakaan terjadi Nona ini sempat datang ke toko kami untuk mencari mangga muda," jelas pemilik toko itu.
"Apa! jadi Arin sedang hamil," ucap Rafi mengusap wajahnya kasar.
__ADS_1
"Sepertinya ia, Tuan. Dia juga bercerita jika dia sudah mencari mangga muda itu keliling kota. Tapi tidak ada toko buah yang menjualnya," jelas pemilik toko itu.
"Sudah! lanjutkan lagi," perintah Rafi kembali menatap layar CCTV itu.
"Lihat! mobilnya datang secara tiba-tiba. Sepertinya pelaku sudah memperhatikan gerak gerik Rania dari kejauhan," ucap Bisma menunjuk arah datang mobil itu.
"Coba mundurkan rekamannya. Coba perhatikan dari mana munculnya mobil itu," perintah Rafi.
"Baik, Tuan!" ucap Bisma mengangguk patuh.
Mereka kembali menatap layar itu dengan serius. Hingga akhirnya mereka melihat, jika mobil yang menabrak Rania sudah terparkir tidak jauh dari lokasi kecelakaan itu sebelum terjadinya kecelakaan. Rafi juga melihat seorang pria di dalam mobil itu yang terus menatap ke arah cafe tempat Rania bertemu dengan Dirga. Namun, sayangnya mereka tidak dapat melihat wajah pria itu dengan jelas.
"Coba kau lacak plat mobilnya," perintah Rafi.
Dia mencatat nomor plat mobil itu lalu mencari tau informasi tentang mobil yang telah menabrak Rania. Namun, dia langsung membuang napasnya kasar setelah mendapat informasi tentang mobil itu.
"Ini adalah mobil rentalan, Tuan. Sepertinya pelaku sudah merencanakan semuanya dengan sangat matang," ucap Bisma membuang napasnya kasar.
"Raf! apa kau sudah menemukan sesuatu?" tanya Wildan menghampiri Rafi dan Bisma.
"Sudah! tapi sayang kami tidak bisa melihat wajah bajingan itu," ucap Rafi kesal.
__ADS_1
"Kami mendapat informasi dari orang-orang sekitar kejadian itu. Memang mobil itu sudah memperhatikan Rania sejak masuk ke cafe itu. Tapi sayangnya CCTV yang turtuju ke tempat pelaku memarkirkan mobilnya sedang rusak. Kinan sudah menyewa orang untuk memperbaikinya, Tapi katanya butuh waktu beberapa hari untuk memulihkan semua rekaman yang ada di dalamnya," jelas Wildan.
"Sial! bagaiamanapun kita harus mendapatkan bajingan itu secepatnya," ucap Rafi mengepalkan tangannya geram.
"Aku sudah menemukan lokasi agen sewa mobil itu. Lebih baik kita ke sana sekarang," ucap Bisma bangkit dari duduknya.
"Baiklah! ayo cepat," ucap Rafi dan Wildan langsung berlari keluar toko itu.
"Terima kasih ya pak," ucap Bisma tidak lupa mengucapkan Terima kasih terlebih dulu kepada pemilik toko itu.
"Sama-sama, Den. Semoga pelakunya bisa tertangkap secepatnya, dan bayi yang ada di dalam kandungan nona itu juga baik-baik saja," ucap pemilik toko itu.
"Terima kasih, Pak," ucap Bisma tersenyum lalu belari mengejar Rafi dan Kinan.
Saat ingin pergi, Tiba-tiba Rayyan datang bersama Ardiyan. Mereka langsung menghampiri Rafi untuk menayakan perkembangan penyelidikan mereka.
"Bagaimana?" tanya Rayyan.
"Belum ada! tapi kami ingin menuju agen sewa mobil itu. Semoga kita dapat informasi dari sana," ucap Rafi.
"Baiklah! kalian cari saja buktinya. Biar aku, Kinan dan Ardiyan mencari bajingan itu. Walaupun belum ada bukti, aku sangat yakin jika dia adalah pelakunya," ucap Rayyan.
__ADS_1
"Baiklah! jangan biarkan dia lolos begitu saja. Jika sampai dugaan kita benar. Maka kali ini kita akan memberikan hukuman secara langsung kepadanya. Kali ini aku tidak akan menyerahkan masalah ini ke polisi. Nyawa akan di bayar dengan nyawa," ucap Bisma mengepalkan tangannya geram.
Bersambung......