
Sesuai rencana awal, Rania dan Clara terlihat biasa saja. Mereka tetap menjalankan aktivitas mereka seperti biasa. Sedangkan para detektif yang mereka bayar terus menjalankan misi mereka. Hingga akhirnya mereka mendapatkan salah satu orang suruhan Mila yang menyabotase mobil Tika.
Karena kasus kecelakaan Tika mulai terkuak satu persatu, Rania mencoba memberanikan diri untuk membicarakannya dengan Randy. Karena bagaimanapun Randy harus tau semuanya. Jika dalang di balik kecelakaan Tika tertangkap. Maka, Rania akan merasa tenang dan bisa membuka lembaran baru di dalam rumah tangganya bersama Randy.
"Mas! apa kita bisa bicara sebentar?" tanya Rania melihat Cheesy yang sudah tertidur di gendongan Randy.
"Boleh! tunggu aku letakkan Cheesy dulu ya," ucap Randy tersenyum lalu meletakkan Cheesy di ranjangnya. Setelah memastikan Cheesy sudah tertidur Randy berlahan mendekati Rania.
"Ada apa?" ucap Randy duduk di tepi ranjang lalu mendudukan Rania di atas pangkuannya.
Melihat wajah Randy yang begitu dekat, berlahan jantung Rania berdetak dengan kencang. Dia berusaha menarik napasnya pelan sambil menunduk tidak berani mantap wajah Randy. Melihat Rania yang tidak mau menatapnya, Randy berlahan menarik dagu Rania hingga akhirnya mereka saling bertatapan.
"Ada apa? tadi katanya mau bicara?" tanya Randy sambil tersenyum kecil.
"Em! aku mau bicara tentang kecelakaan Tika," ucap Rania gugup sambil memainkan jarinya.
Mendengar ucapan Rania, raut wajah Randy langsung berubah. Dia langsung mengusap wajahnya kasar dan menatap ke lain arah. Melihat itu, jantung Rania langsung berdetak kencang. Tangannya bergetar dan terasa dingin. Jujur saja sebagai seorang istri, dia takut jika hubungannya dan Randy yang berlahan harmonis kembali merengang.
"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Randy dingin tanpa menatap Rania.
"Aku dan Clara curiga jika kecelakaan Tika tidak wajar. Kami yakin ada seseorang di balik kecelakaan itu," jelas Rania dengan nada bicara yang sedikit ketakutan.
Mendengar nada bicara Rania, Randy berlahan menatap Rania. Dia melihat wajah Rania yang pucat ketakutan. Randy juga merasakan tangan Rania yang dingin dan juga berkeringat. Melihat itu, Randy langsung membuang napasnya kasar lalu mengengam tangan Rania.
"Kenapa kau takut seperti itu?" tanya Randy tersenyum sambil menyingkirkan rambut Rania yang menutupi wajahnya.
"Kau tidak marah?" tanya Rania mengerutkan keningnya binggung.
"Kenapa aku harus marah?" tanya Randy terkekeh kecil.
"Tadi wajahmu,"
"Maaf! aku minta maaf karena telah membuatmu takut," ucap Randy melingkatkan tangannya di pinggang Rania.
"Kau tau sendiri 'kan jika aku sangat mencintai Tika. Bahkan aku belum bisa menerima kepergiaannya. Jadi ketika kau mengungkit penyebab kepergiannya," ucap Randy tidak sanggup melanjutkan ucapannya.
Randy langsung menangkupkan wajahnya di dada Rania sambil meneteskan air matanya. Walaupun sudah mencoba membuka hatinya kepada Rania. Namun, Randy tetap belum bisa melupakan Tika. Apalagi kepergian Tika yang secara tiba-tiba dan menyisakan luka yang teramat dalam di hatinya.
"Aku tau! bahkan aku juga sama sepertimu. Aku juga belum bisa menerima kepergian Tika," ucap Rania menelus rambut Randy sambil menatap foto Tika.
"Terima kasih karena kau telah hadir di hidupku. Bahkan kau begitu sabar menghadapiku," ucap Randy tersenyum lalu menatap Rania dengan lekat.
__ADS_1
"Ini sudah menjadi tugasku sebagai istrimu, Mas,"
"Apa boleh aku bertanya sesuatu kepadamu?"
"Boleh!"
"Apa kau melakukan ini semua hanya karena wasiat Tika?"
Mendengar pertanyaan Randy, Rania berlahan terdiam. Dia menunduk sambil mengingat kecil bibirnya. Jujur saja dia juga tidak tau kenapa dia bisa begitu sabar menghadapi Randy. Memang awalnya itu semua dia lakukan karena permintaan terakhir Tika. Namun, lama kelamaan dia malah merasakan sesuatu hal yang aneh saat dia berdekatan dengan Randy.
"Katakan? kenapa kau hanya diam?" tanya Randy sambil mengelus rambut panjang Rania.
"Aku tau! kau masih belum bisa mempercayaiku 'kan?" tanya Randy sambil tersenyum kecil.
"Bukan begitu, Mas,"
"Aku tau, Sayang. Kita memang memiliki seseorang yang sangat istimewa di masa lalu kita. Tapi sekarang takdir telah menyatukan kita. Maka, kita harus menerima takdir itu dan melupakan masa lalu kita," ucap Randy tersenyum.
"Apa kau akan melupakan Tika?" tanya Rania menatap lekat wajah Randy.
Mendengar pertanyaan Rania, Randy berlahan terdiam. Mungkin mencoba membuka hatinya untuk Rania akan bisa dia lakukan. Namun, untuk melupakan Tika itu akan terasa sangat sulit.
"Aku mengerti! bahkan aku tidak akan membiarkanmu melupakan Tika. Kita bisa membuka lembaran baru bersama-sama. Akan tetapi kita tidak akan pernah melupakan semua kenangan kita bersama Tika. Kita akan terus menyimpan kenangan kita bersamanya di sini," ucap Rania tersenyum sambil menunjuk hati Randy.
"Kau memang istri pilihan istriku yang paling baik," ucap Randy tersenyum sambil mengelus lembut wajah Rania.
"Kau juga suami pilihan sahabatku yang paling terbaik. Aku berjanji akan menjadi istri yang baik untukmu,"
"Terima kasih, Sayang. Aku akan menebus semua kesalahanku kepadamu. Aku akan menjadi kepala keluarga yang baik untukmu dan juga anak-anak kita,"
"Anak-anak?" tanya Rania refleks.
"Ia! Memangnya kenapa?"
"Tidak apa-apa. Aku hanya belum memikirkannya. Karena aku masih terlalu fokus dengan Cheesy dan juga para penjahat itu,"
"Aku juga sebenarnya selama ini sudah menyelidiki penyebab kecelakaan Tika. Maaf karena aku tidak membicarakannya kepadamu?"
"Benarkah? Apa kau sudah mendapatkan sesuatu?"
"Sudah! bahkan anak buah Rayyan sedang mencari pelakunya,"
__ADS_1
"Apa! jadi Kak Ray dan teman-temannya juga,"
"Ia! mereka juga ikut mencari tau penyebab kecelakaan Tika. Mereka memang sahabat serasa keluarga," ucap Randy mengingat kekompakan Rayyan dan para sahabatnya. Bahkan mereka selalu membantu satu sama lain.
"Tapi kenapa Kak Zhia dan Kak Nur tidak mengatakannya. Bahkan Clara juga yang menyuruhku untuk membicarakannya kepadamu,"
"Mungkin mereka hanya ingin agar kita semakin dekat saja,"
"Mungkin juga," ucap Rania tersenyum kecil.
"Cheey sudah tidur. Ayo kita tidur juga," ucap Randy menurunkan Rania dari pangkuannya.
"Baiklah! aku juga sudah mengantuk," ucap Rania mengusok matanya.
"Sekarang kau tidur ya," ucap Randy membaringkan tubuh Rania dan menyelimutinya.
"Selamat malam, Sayang," ucap Randy mencium kening Rania dan membaringkan tubuhnya di samping Rania.
"Oh ia! besok sebelum pergi ke restoran kau ikut denganku ya," ucap Randy menatap Rania.
"Kemana?"
"Ke bengkel! aku ingin melihat apa saja yang mereka lakukan ke mobil Tika,"
"Baiklah! aku ikut. Mudah-mudahan kita bisa menemukan pelakunya secepatnya ya,"
"Aamiin! setelah masalah Tika selesai kita akan mengirim doa untuknya ya,"
"Tentu saja! kita akan mengundang semua sahabat dan juga kerabat kita. Semoga saja dengan doa kita Tika bisa tenang di sana,"
"Aamiin! setelah itu kita bulan madu ya,"
"Bulan madu?" tanya Rania mengerutkan keningnya binggung.
"Ia! kita akan melakukan bulan madu. Sekarang kita tidur saja ya. Aku sudah sangat lelah," ucap Randy membawa Rania kedalam pelukannya.
Rania menenggelamkan wajahnya di dada bidang Randy dan menghirup aroma tubuh Randy. Dia memejamkan matanya hingga keduanya larut dalam mimpi mereka sambil berpelukan. Karena kesabaran dan juga ketulusannya, akhirnya Rania bisa meluluhkan hati Randy yang telah membeku. Akhirnya mereka bisa menerima pernikahan mereka dan mulai membangun keluarga kecil mereka dari awal lagi.
bersambung.....
********
__ADS_1
Selamat hari raya idul fitri. Mohon maaf jika selama ini Author ada kesalahan ya🙏🙏🙏