Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku

Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku
Part 70


__ADS_3

Rania duduk terdiam di atas bangsal nya sambil menatap Cheesy yang sedang bermain bersama para bocil. Walaupun tangannya belum sembuh, akan tetapi Cheesy terlihat sangat senang bermain dengan para bocil. Para bocil juga bermain dengan sangat hati-hati sehingga Cheesy merasa nyaman.


"Hai semuanya! lihat tante bawa apa?" ucap Clara datang membawa beberapa kantongan kresek cemilan.


"Wah! tante bawa makanan," ucap Aulya dan yang lainnya menghampiri Clara.


"Eh! adik Cheesynya kok di tinggal?" ucap Rissa melihat Cheesy bermain sendiri.


Rissa langsung membawa Cheesy kedalam gendongannya dengan hati-hati. Rissa memberikan snack yang lembut kepada Cheesy. Cheesy dengan semangat mengambil snack itu dan menaruhnya ke mulutnya. Melihat nafsu makan Cheesy yang tinggi, Rissa dan Clara langsung tersenyum bahagia.


Walaupun sedang sakit, akan tetapi Cheesy tetap mau makan. Walaupun harus di bujuk oleh para bocil terlebih dahulu. Akan tetapi setidaknya asupan nutrisi tetap masuk kedalam tubuh Cheesy.


"Apa kau sudah makan Ran?" tanya Clara menatap Rania yang hanya diam saja.


"Ini aku bawa bubur ayam untukmu. Kau pasti bosen makan, makanan rumah sakit 'kan?" ucap Risa memberikan bekal bubur ayam yang dia siapkan untuk Rania.


"Terima kasih ya, Kak!" ucap Rania tersenyum.


"Randy di mana?" tanya Rissa.


"Dia sedang membantu persalinan, Kak! mungkin sebentar lagi dia akan ke sini," ucap Rania tersenyum.


"Ya sudah! sekarang kau makan ya. Biar aku suapin," ucap Clara membuka kotak bekal itu dan menyodorkan sesondok bubur untuk Rania.

__ADS_1


"Aku bisa makan sendiri, Ra,"


"Tidak! aku mau menyuapimu. Kau makanlah," ucap Clara tegas tanpa mau ada penolakan.


Melihat sikap Clara, Rania hanya tersenyum. Karena bagaimanapun caranya menolak Clara akan tetap tidak mendengarkannya. Clara akan tetap melakukan apapun yang dia inginkan tanpa mau ada yang namanya penolakan. Selain somplak ternyata Clara juga sangat keras kepala.


Karena tidak bisa menolak, akhirnya Rania memilih untuk menurut. Dia menerima setiap suapan yang di berikan Clara dengan sangat lahap. Masakan Risa memang sangat enak, sehingga dia rasanya tidak mau berhenti untuk memakannya. Melihat Rania yang makan dengan lahap, Clara menjadi penasaran bagaimana rasa masakan Risa.


"Ternyata enak! pantas saja kau makannya sangat lahap," ucap Clara memakan bubur ayam itu.


Karena ketagihan Clara malah keasikan memakannya, sehingga melupakan Rania. Melihat bubur ayam itu hampir habis di makan Clara, Rania dengan cepat merampas nya. Sebelum dia hanya menelan ludahnya karena bubur itu di habiskan terlebih dulu oleh Clara.


"Aku masih mau," ucap Rania langsung mengambil mangkok bekal itu dan memakannya dengan lahap.


"Yah! habis," ucap Clara menelan ludahnya ketika melihat mangkok itu telah bersih oleh Rania.


"Aku tunggu ya kak! tapi jangan lupa buatkan juga untukku," ucap Clara tersenyum.


"Baiklah! besok aku akan memasaknya untukmu dan Rania," ucap Risa tersenyum.


"Ris! Clara!" ucap Zhia dan Shinta datang dengan ngos-ngosan.


"Mama kenapa? mama sedang di kejar apa?" tanya Aulya menatap Zhia yang bercucuran keringat.

__ADS_1


"Tidak ada! mama hanya ada urusan dengan Tante Rissa dan juga Clara. Kalian di sini saja ya, jaga Adik Cheesy dan Tante Rania," ucap Zhia sambil mengontrol napasnya.


"Ada apa?" tanya Rissa mengerutkan keningnya bingung.


"Ayo cepat! kita pergi sekarang," ucap Zhia menarik tangan Rissa dan Clara.


"Kita mau ke mana?" tanya Clara kepo.


"Supir sialan itu sudah tertangkap," bisik Zhia pelan agar para bocil tidak mendengarnya.


"Apa! ayo kita pergi sekarang," ucap Clara langsung berlari dengan kecepatan kilat.


Rasanya dia sudah tidak sabar untuk memberikan hukuman kepada supir sialan itu. Dia sudah kehilangan Tika sahabat terbaiknya karena kelakuan supir itu. Bahkan hampir saja dia juga kehilangan Rania dan Cheesy. Bahkan dengan kejadian itu Rania menjadi terpuruk karena Arin kehilangan kandungannya demi untuk menyelamatkannya.


Melihat Clara sudah lari terlebih dulu, Rissa, Shinta dan Zhia langsung mengejarnya. Sedangkan para bocil hanya menatap para mama mereka dengan penuh kebingungan. Ingin sekali mereka pergi mengikuti para mama mereka. Namun, mereka melihat Cheesy yang bermain seorang diri. Terlebih lagi Rania yang sekarang kebanyakan melamun memikirkan keadaan Arin.


Para bocil itu akhirnya memilih mengurungkan niatnya. Mereka tau jika Cheesy dan Rania saat ini lebih membutuhkan kehadiran mereka di sana. Mereka juga mencoba menghibur Rania agar tidak selalu melamun, dan bisa mengalihkan pikirannya kepada mereka.


"Lihat saja. Aku akan menghabisinya dengan tanganku," ucap Clara mengepalkan tanganya geram.


"Kau tenang saja! Nur sudah menyiapkan rencana untuk memberinya pelajaran. Kita akan memberikan dia pelajaran yang setimpal," ucap Zhia mengepalkan tangannya geram lalu menghidupkan mesin mobilnya.


Mereka pergi mengunakan satu mobil. Zhia yang menguasai pengemudi, melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Mereka pergi ke kediaman Ardiyan untuk menjemput Nur terlebih dulu. Ntah rencana apa yang sudah di siapkan mereka. Namun, yang pasti mereka akan memberikan hukuman yang jauh mengerikan dari yang mereka bayangkan.

__ADS_1


Terlebih lagi emosi Clara yang sudah meletak. Dia akan menjadikan siapapun yang menghalaginya sebagai sasaran kekesalannya. Bahkan selama di perjalanan dia terus mengumpat penuh kekesalan. Bahkan Sinta yang ada di sampingnya hanya mampu menutup telinganya mendengar ocehan Clara yang tidak ada hentinya.


Bersambung......


__ADS_2