Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku

Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku
Part 63


__ADS_3

Mendengar ucapan pedas dari para bocil itu, Bu Bima hanya mampu mengepalkan tanganya geram. Ingin sekali rasanya dia mencubit mulut para bocil itu yang telah berbicara lancang kepadanya. Sedangkan Zhia dan lainnya hanya mampu menahan tawanya melihat reaksi Bu Bima. Ucapan para bocil itu telah membuatnya langsung kena talak, sehingga dia tidak bisa berkata-kata lagi.


"Lebih baik kita lihat keadaan Adik Cheesy dulu yuk. Sambil kita berdoa agar Tante Arin dan Tante Rania baik-baik saja," ucap Rayyan mengalihkan pembicaraan.


"Lihat itu! papa berdoa yang baik untuk Tante Rania dan Tante Arin. Bukan seperti nenek," ucap Aulya ketus lalu melangkahkan kakinya mengikuti Rayyan dan yang lainnya.


Bu Bima hanya mampu menahan kesal sambil menatap sinis para bocil itu. Mulutnya terasa terkunci sehingga dia tidak bisa menjawab ucapan para bocil itu. Sedangkan Bima dan Dirga hanya bisa diam melihat reaksi kesal dari Bu Bima. Mereka tidak mau menjadi sasaran empuk kekesalan Bu Bima karena ucapan para bocil itu.


Semua orang langsung menuju ke ruangan Cheesy. Mereka melihat Cheesy kecil sedang tertidur dengan lelapnya, di atas bangsal yang telah di pagar agar Cheesy tidak terjatuh. Mereka melihat tangan mungil itu di baluti oleh perban yang cukup tebal. Di tambah lagi dengan selang infus yang menempel di tanggan mungil itu, sehingga membuat hati mereka menjadi hancur.


"Aku yakin jika kecelakaan ini bukan kecelakaan biasa. Pasti ini ulah supir gila itu," ucap Clara kesal sambil menatap iba keadaan Cheesy.


"Kau tenang saja. Kami sudah menyuruh Bisma dan yang lainnya untuk memeriksa lokasi itu," ucap Rayyan yang memang berpikiran sama dengan Clara.


"Jika Kak Bisma sudah turun tangan. Semua akan baik-baik saja," ucap Sania langsung membanggakan kakak pujaan hatinya itu.

__ADS_1


"Kali ini dia sudah sangat keterlaluan. Kita harus bertindak tegas kepadanya. Lihat Cheesy, bagaimana dia bisa tega melukai bayi kecil ini," ucap Zhia mengepalkan tangannya geram dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kau tenang saja, Sayang. Semua akan baik-baik saja. Cheesy adalah anak yang kuat, pasti dia akan bisa melewati ini," ucap Rayyan langsung memeluk istrinya itu.


"Aku minta maaf! aku selama ini tidak tau jika salah satu karyawanku adalah musuh kita. Aku menyesal kenapa aku harus memperkerjakan orang yang tidak punya hati seperti dia," ucap Nur merasa tidak enak. Karena bagaimanapun supir itu adalah salah satu dari karyawannya juga.


"Ini bukan salahmu, Sayang. Dia saja yang tidak tau diri. Padahal kita sudah sangat baik kepadanya. Tapi ini balasannya," ucap Ardiyan menenangkan istrinya.


"Sudah! lebih baik kita cari cara agar supir sialan itu bisa segera tertangkap. Kita harus berikan dia pelajaran yang setimpal. Agar dia tau bagaiamana hancurnya perasaan kita saat kehilangan Tika. Bahkan sekarang dia juga telah berani melukai Cheesy dan Rania," ucap Sinta mengepalkan tangannya geram.


Melihat kemarahan para istri, Rayyan dan Ardiyan hanya mampu menelan ludahnya kasar. Mereka tidak bisa membayangkan bagaimana nasib supir itu setelah mereka temukan. Mereka yakin jika kali ini bukan hanya mereka dan para bocil saja yang bertindak. Tapi para istri juga, jika para istri sudah ikut bertindak. Maka, cuman mereka dan Allahlah yang tau bagaimana nasib supir itu nantinya.


"Bagaiaman kami bisa tenang, Ray? Lihat keadaan Cheesy. Bahkan Rania juga masih berjuang di ruang UGD. Tapi pria sialan itu masih tenang di luar sana," ucap Zhia penuh amarah.


"Lihat saja! jika dia ditemukan. Aku akan potong sosis dan juga lato-latonya itu. Setelah itu akan aku kasih kepada anjing untuk dia makan," ucap Clara geram tanpa memperdulikan para bocil yang ada di sana.

__ADS_1


Mendengar ucapan Clara, Ardiyan dan Rayyan refleks memegang celana mereka. Mereka tidak bisa membayangkan bagaiamana nasib supir itu jika sumber kehidupannya di jadikan makanan anjing.


"Kenapa kalian hanya diam saja? cepat cari supir itu. Atau!" ucap Clara geram sambil menatap celana Ardiyan dan Rayyan.


"Jangan!" ucap Rayyan dan Ardiyan serentak.


"Sssttt! jangan ribut. Pasien sedang tidur," ucap suster yang ingin memerikasa keadaan Cheesy.


"Kami akan pergi sekarang juga," ucap Rayyan panik sambil menarik tangan Ardiyan untuk keluar dari ruangan Cheesy.


Melihat reaksi Rayyan yang sangat panik mendengar ucapan Clara, Zhia hanya mampu kemegang perutnya sambil menahan tawanya.


"Ternyata para pria takut juga jika sosis dan lato-latonya di potong," ucap Zhia tertawa geli.


"Memangnya para pria punya sosis dan lato-lato ya, Ma? tapi kenapa Lya tidak pernah melihat kakak dan papa memainkannya?" tanya Aulya polos sehingga membuat Zhia langsung terdiam.

__ADS_1


"Sudah! kembal kembali ke pembahasan awal," ucap Rissa mengalihkan pembicaraan, sebelum para bocil menyerang mereka dengan sejuta pertanyaan yang aneh.


Bersambung....


__ADS_2