Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku

Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku
Part 76


__ADS_3

Akhirnya mereka kini telah sampai di rumah. Rania menatap keadaan rumah dengan perasaan bahagia. Setelah beberapa hari di rawat di rumah sakit, akhirnya kini dia bisa menginjakkan kakinya kembali di kediamannya dan juga Randy. Bik Inah juga langsung berlari kecil untuk menyambut kepulangan nyonya besarnya.


"Nyonya sudah sehat? Dimana Non Cheesy?" ucap Bik Inah tidak melihat keberadaan Cheesy di mobil.


"Cheesy bersama Clara dan Zhia, Bik," ucap Randy sambil mengeluarkan barang-barang mereka.


"Oh! sini den. Biar bibi yang bawa barang-barangnya. Biar Aden bantu Nyonya saja," ucap Bik Inah mengambil barang-barang yang ada di tangan Randy lalu membawanya memasuki rumah.


Randy hanya mengangguk patuh lalu membantu Rania untuk memasuki rumah. Rania berjalan dengan hati-hati di bantu oleh Randy. Walaupun sudah sembuh, akan tetapi tubuhnya masih terasa sakit karena benturan keras yang terjadi kepada punggung dan kepalanya.


Saat memasuki rumah, Rania langsung di sambut oleh pemandangan yang sangat tidak dia duga. Dia tidak melihat lagi satupun foto Tika yang tergantung di dinding. Melihat itu, Rania langsung menatap Randy untuk meminta penjelasan. Melihat tatapan Rania, Randy hanya diam sambil terus melangkahkan kakinya menuntun Rania.


Sesampainya di kamar, Rania juga tidak melihat foto pernikahan Randy dan Tika yang biasa di gantung di dinding kamar mereka. Bahkan dia juga tidak melihat foto itu yang terpajang di atas meja. Kali ini Rania kembali menatap Randy dengan sejuta pertanyaan. Namun, kali ini dia meminta penjelasan secara langsung sehingga Randy harus menjawab rasa penasarannya.


"Di mana foto Tika? kenapa aku tidak melihatnya?" tanya Rania menatap tajam Randy.


"Foto Tika sudah aku simpan di gudang," ucap Randy singkat lalu membaringkan tubuhnya di atas ranjang mereka.

__ADS_1


"Kenapa? apa kau tidak mencintai Tika lagi? atau kau sudah melupakannya? " tanya Rania dengan mata berkaca-kaca.


Sebagai seorang sahabat, tentu saja Rania tidak mau sahabatnya di lupakan begitu saja. Mendengar pertanyaan Rania, Randy membuang napasnya kasar. Dia berlahan duduk di samping Rania dan memeluk tubuh istrinya itu dengan penuh cinta.


"Aku memang sudah membuang semua kenanganku dengan Tika, dan mencoba membuka lembaran baru bersamamu. Tapi kita akan selalu menyimpan nama Tika di dalam hati kita. Kita akan terus berdoa untuknya di setiap sujud kita," ucap Randy tersenyum lalu menatap lekat wajah Rania.


"Aku ingin membuka lembaran baru bersamamu tanpa ada bayangan Tika di antara kita. Aku tau itu memang sulit, tapi kita harus belajar untuk mengikhlaskannya. Demi keutuhan dan kebahagiaan rumah tangga kita. Aku yakin jika dia melihat kita bahagia, dia juga akan merasa bahagia di alam sana. Untuk Cheesy, kita akan mengungkapkan siapa ibu kandungnya ketika dia sudah dewasa nanti," ucap Randy mencoba memberi pengertian kepada Rania.


"Tapi aku masih bisa membawa Cheesy untuk mengunjungi makamnya 'kan?"


"Tentu saja! kau bisa mengunjungi makamnya kapan pun yang kau mau. Kau juga bisa mengirimkan doa untuknya kapan saja. Akan tetapi kau harus belajar untuk membangun rumah tangga kita tanpa bayangan dirinya. Karena itu demi kebaikan rumah tangga kita juga. Demi menjaga perasaan kita masing-masing," ucap Randy tersenyum.


"Apa kita sudah bisa merencanakan adik untuk Cheesy?" tanya Randy mengoda Rania.


"Em! bagaiamana ya?"


"Tapi aku lelah! lagian kau juga harus mempersiapkan tubuhmu terlebih dulu. Lebih baik kau istirahat saja. Agar tenangamu bisa cepat terkumpul," ucap Randy tersenyum lalu membaringkan tubuh Rania.

__ADS_1


Dia menyelimuti tubuh Rania dan menatap wajah pucat istrinya itu dengan penuh rasa iba. Sebagai seorang suami, melihat keadaan istrinya yang terluka adalah kesedihan yang terdalam yang dia alami. Randy berlahan menatap bibir Rania yang pecah-pecah dan berusaha membasahi nya mengunakan lidahnya. Dia ******* bibir kering Rania dengan sangat hati-hati. Hingga tanpa mereka sadari Zhia dan Clara tidak sengaja memergoki aksi mereka.


"Ehem! ingat anak," ucap Clara memayunkan bibirnya kesal sambil meletakkan barang bawaannya.


"Upss! kau ini," ucap Zhia kesal melihat kelakuan Clara.


"Kalian lanjutkan saja. Biar Cheesy kami yang jaga," ucap Zhia tersenyum sambil menarik Clara keluar dari kamar itu.


Sebelum menutup pintu, Zhia menatap Rania dan Randy kembali sambil cengengesan. Melihat hubungan Rania dan Randy yang semakin membaik tentu saja membuatnya sangat bahagia. Apalagi mengingat penderitaan yang pernah Rania alami saat baru menikah dengan Randy.


"Jangan lupa! kalau mau itu kunci pintunya terlebih dulu ya," ucap Zhia tersenyum kecil lalu menutup pintu dengan rapat.


Mendengar ucapan Zhia, Rania langsung menunduk malu menyembunyikan wajah memerahnya. Dia menutupi wajahnya mengunakan selimut karena merasa malu telah kepergok oleh sahabatnya sendiri.


"Memangnya kita melakukan apa?" tanya Randy tersenyum tanpa dosa.


"Mas!" ucap Rania kesal melayangkan cubitan kecilnya di perut Randy.

__ADS_1


"Aw! sakit sayang," ucap Randy meringis kesakitan sambil memegang perutnya.


Bersambung......


__ADS_2