Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku

Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku
Part 83


__ADS_3

Rania terdiam mematung di depan sebuah gedung. Kini mereka telah sampai di sebuah gedung mewah. Rania dapat melihat begitu banyak mobil mewah terparkir di depan gedung itu. Dia berlahan menatap Clara dengan yang lainnya sedang berdiskusi bersama.


"Ayo!" ucap Clara menggandeng tangan Rania.


"Kita mau ke mana? ini ada acara apa?" tanya Rania penuh kebingungan.


"Ayo kita masuk! nanti kau akan tau sendiri," ucap Zhia menggandeng tangan Rania yang satunya lagi.


Mereka berlahan melangkahkan mereka secara beriringan memasuki gedung itu. Rania berjalan dengan di apit kedua wanita cantik itu. Sedangkan Shinta, Nur dan Rissa berjalan mengiringi mereka di belakang. Terlihat Cheesy yang sangat imut sedang santainya di dalam gendongan Nur. Dia mengunakan gaun yang senada dengan dengan gaun Rania. Sehingga membuat tubuh gembul Cheesy terlihat semakin anggun dan manggil.


"Selamat datang, Tante!" ucap para bocil langsung menyambut kedatangan mereka dengan penuh kebahagiaan.


Rania menatap para bocil itu dengan penuh hari, telihat para bocil perempuan mengunakan gaun yang berwarna sama dengan para mama mereka. Sedangkan para bocil pria mengunakan setelan jas yang sangat rapi. Di belakang para bocil Rania dapat melihat para papa mudah yang terlihat sangat tampan dan mempesona.


Berlahan satu persatu para bocil dan papa muda itu menyingkir. Sehingga, akhirnya Rania melihat Randy yang mengunakan stelan jas berwarna putih yang senada dengan gaunnya. Rania berlahan menatap tamu undangan yang menyambut kedatangannya dengan sangat meriah.


Bahkan Rania juga melihat pelaminan yang tertuliskan namanya dan juga Randy di sana. Di sana juga ada sebuah kue yang sangat besar yang bertuliskan happy Anniversary ke satu. Ternyata Randy sengaja membuat pesta resepsi pernikahan untuk Rania, tepat di ulang tahun pertama pernikahan mereka. Rania hanya bisa menatap semuanya dengan mata berkaca-kaca.


Dia menatap semua sahabatnya dan para bocil dengan penuh haru. Randy berlahan berjalan mendekatinya, lalu memberikan lengannya kepada Rania. Rania langsung melingkarkan tangannya di lengan Randy. Mereka berjalan melewati lorong pesta dengan penuh kebahagiaan. Rania tidak henti-hentinya meneteskan air matanya. Dia merasa sangat terharu akan kejutan yang di berikan oleh Randy dan juga para sahabatnya.

__ADS_1


"Apa kau senang," ucap Randy menatap Rania yang ada di sampingnya.


"Em! aku sangat senang. Terima kasih, Sayang," ucap Rania tersenyum penuh haru.


"Jangan menagis lagi. Nanti make hpmu luntur," ucap Randy melihat make up Rania yang sudah berantakan.


"Tapi kau sangat cantik hari ini," ucap Randy menatap kagum kecantikan Rania.


"Karena pengantinya sudah datang. Maka kita akan mulai acaranya. Acara pertama kita adalah pertukaran cincin," ucap Bisma berbicara di atas panggung.


"Para bidadari-bidadari cantik, ayo serahkan cincin yang kepada raja dan ratu kita," ucap Bisma menatap Aulya, Yuki, Sania dan Fiona yang telah bergaya dengan cantiknya.


Mereka berjalan bersama menaiki pelaminan sambil membawa kotak cincin pernikahan. Melihat itu, Rania langsung menatap cincin Tika yang melingkar di jarinya. Apa Randy benar-benar ingin membuang semua kenangan Tika di antara mereka?


"Terima kasih, Sayang. Semoga kalian kelak akan mendapatkan pria yang tepat untuk mendampingi kalian," ucap Randy tersenyum sambil mengusap puncak kepala para bocil itu.


"Tentu paman. Aku akan berada di pelaminan ini persama Kak Bisma nantinya," ucap Sania dengan mentelnya.


"Kak Bisma! Apa kau mau berada di pelaminan ini bersamaku kelak?" tanya Sania dengan lantangnya sehingga membuat Bisma langsung terdiam.

__ADS_1


Mendengar ucapan putrinya itu, wajah Kinan langsung merah padam. Dia menatap Sania dengan penuh kekesalan.


"Sania!" gumam Kinan geram sambil menatap tajam putrinya itu.


"Ups! singa galak ku marah. Aku harus kabur," ucap Sania langsung menyelamatkan diri.


"Kak Bisma I love you! tunggu aku dewasa ya," teriak Sania berlari untuk menghindari amukan Kinan.


Melihat tingkah Sania semua orang yang di sana hanya mampu terkekeh geli. Sedangkan Rissa dan Kinan hanya mampu menepuk jidat mereka melihat tingkah putrinya itu. Randy hanya menatap para bocil itu tersenyum. Dia meraih tangan Rania dan membuka cincin Tika yang melingkar di jari manisnya. Lalu dia menyimpannya di kotak cincin bersamaan dengan cincin miliknya.


Randy memasangkan cincin pernikahan yang baru ke jari manis Rania. Rania yang tidak sanggup lagi menahan kesedihannya langsung meneteskan air matanya. Dia juga memasangkan cincin di jari Randy secara bergantian.


"I love you, Sayang," ucap Randy menghapus air mata Rania lalu mencium keningnya dengan lembut.


Melihat kebahagiaan Rania, semua orang ikut menangis penuh haru. Mereka merasa bahagia karena akhirnya Rania dan Randy telah menemukan kebahagiaan mereka. Bahkan para papa muda dan juga istri-istri mereka tak henti-hentinya menangis. Walaupun Randy sudah membuang semua kenangannya bersama Tika. Akan tetapi nama Tika akan selalu terukir indah di hati mereka.


"Pasti Tika akan sangat senang melihat ini. Semoga dia di sana juga menemukan kebagiannya," ucap Clara menyandarkan keladanya di bahu Rafi.


"Dia pasti bahagia di sana, Sayang. Kita doakan saja agar suatu saat nanti kita bisa berkumpul lagi bersamanya di alam sana,"

__ADS_1


"Aamiin!"


Bersambung.....


__ADS_2