Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku

Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku
Part 61


__ADS_3

Setelah selesai berbicara dengan Dirga, Rania langsung keluar dari cafe dengan buru-buru. Karena Cheesy yang tiba-tiba rewel, Rania sampai tidak melihat ke kanan dan kirinya. Dia terus berjalan dengan tergesa-gesa, hingga akhirnya Arin tiba-tiba beteriak dan mendorong dirinya dan Cheesy.


Bughh....


Arghh.....


Rania langsung terlempar ke tepi. Namun, karena melindungi tubuh Cheesy agar tidak terbentur. Tubuhnya malah terhempas ke jalan beraspal dengan keras. Bahkan kepala Rania juga terbentur di sebuah batu yang ada di jalan itu. Sedangkan Arin malah tertabrak oleh mobil itu. Karena benturan yang sangat keras tubuh Arin terlepar ke atas mobil itu dan menguling-guling sampai terjatuh lagi ke jalan raya.


Melihat itu, sang supir langsung melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Karena situasi jalanan yang sangat sepi, dia akhirnya bisa lolos denga sangat mudah. Dirga yang menyaksikan kejadian mengerikan itu langsung berteriak frustasi. Dia menatap Rania yang tergeletak tidak berdaya dengan Cheesy yang masih ada dalam gendongannya sambil menangis.


Dia juga menatap Arin yang tergeletak dengan luka yang lebih parah dari Rania. Darah segar mengalir dari kepalanya dan juga dari selangkangannya. Walaupun terluka parah, akan tetapi Arin masih sadar. Terlihat dia meringis kesakitan sambil memegangi perutnya.


"Rania! Arin!" Teriak Dirga menghampiri keduanya sambil menangis histeris.


Semua orang yang melihat itu langsung berlarian menghampiri Arin dan Rania. Bahkan jalanan menjadi macat total karena kejadian itu. Secara kebetulan Rayyan yang lewat di jalan itu melihat Dirga yang kebingungan. Karena penasaran apa yang sedang terjadi, Rayyan memilih untuk mendekat dan melihat apa yang sedang terjadi.


"Rania!" Teriak Rayyan langsung menghampiri Rania dan mengambil Cheesy yang ada di salam gendongannya.


Melihat Rayyan yang telah menghampiri Rania, Dirga akhirnya menghampiri Arin. Dia memeluk Arin dan melihat keadaan Arin yang cukup parah.


"Mas! Kau menghampiriku?" Tanya Arin lirih dengan suara yang sangat pelan sambil meneteskan air matanya.

__ADS_1


Melihat Dirga yang memeluknya dengan penuh kecemasan, Arin merasa sangat bahagia. Dia merasa bahagia karena Dirga masih mencemaskan keadaannya. Walaupun dia tidak tau apa yang terjadi setelah ini.


"Kau yang kuat! Kita ke rumah sakit sekarang," Ucap Dirga menitikan air matanya lalu membawa Arin kedalam gendongannya.


"Aku rela jika malaikat maut akan menjemputku saat ini," Ucap Arin tersenyum sambil mengangkat tangannya menyentuh wajah Dirga.


"Kau bicara apa! Ingat kau harus terus bertahan. Ingat anak kita yang ada di dalam kandunganmu," Ucap Dirga meletakkan tubuh Arin di dalam mobilnya.


"Anak kita!" Ucap Arin lemas sambil memegang perutnya.


"Ia! Anak kita. Kau harus kuat ya," Ucap Dirga mencium kening Arin sambil menitikkan air matanya.


Sedangkan Rania langsung di bawa oleh Rayyan menuju rumah sakit. Rania terbaring tidak berdaya di bangku belakang. Sedangkan Cheesy terus menangis di dalam gendongan Rayyan. Melihat itu Ardian langsung mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi beriringan bersama mobil Dirga.


Sesampainya di rumah sakit, Ardiyan langsung memarkirkan mobil dan memanggil para suster. Sedangkan Rayyan langsung berlari memasuki rumah sakit agar Cheesy dapat mendapat pertolongan secepatnya. Walaupun Rania sudah berusaha melindunginya. Akan tetapi tangan Cheesy sempat tertindih dan kemungkinan terkilir.


"Kenapa Cheesy?" Tanya Randy panik ketika melihat Cheesy menangis di dalam gendongan Rayyan.


"Cheesy dan Rania kecelakaan! Cepat panggil dokter anak," Ucap Rayyan panik sambil terus berusaha menenangkan Cheesy.


"Mana dokter spesialis anak! Tolong putriku," Ucap Randy sehingga membuat dokter spesialis anak langsung berlari menghampirinya.

__ADS_1


"Tolong priksa keadaan putriku," Ucap Randy penuh permohonan.


"Kau tenang saja! Aku akan melakukan yang terbaik untuk putrimu," Ucap Dokter itu lalu membawa Cheesy ke ruang UGD.


"Rania!" Ucap Randy lirik ketika melihat Rania di bawa oleh suster menggunakan bangsal dorong.


"Arin! Kau harus kuat," Ucap Dirga lirih sambil terus mengengam tangan Arin.


Randy dan Dirga menemani istri mereka dengan penuh kesedihan. Sedangkan Rayyan dan Ardiyan hanya bisa memberi semangat kepada keduanya. Mereka berharap jika Arin, Rania dan Cheesy kecil akan baik-baik saja.


"Maaf! Kalian tunggu di luar," Ucap suster menghentikan langkah Dirga dan membawa Arin ke ruang UGD.


Dirga hanya bisa terdiam sambil menatap ruang UGD dengan tatapan yang tidak bisa di artikan. Dia menangkup kan kedua tangannya di wajahnya sambil menutikan air matanya. Dia tidak tau harus berkata apa saat ini. Bahkan dia juga tidak tau kenapa tiba-tiba dia sangat menghawatirkan keadaan Arin.


"Kau yang sabar ya. Aku yakin mereka semua akan baik-baik saja," ucap Rayyan memeluk Dirga dan mencoba menenangkannya.


Sedangkan Randy langsung masuk untuk menemani Rania. Dia terus mengengam tangan Rania sambil terus berdoa agar istrinya itu baik-baik saja. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana dirinya jika sampai dia harus kehilangan istrinya untuk yang kedua kalinya.


Air matanya terus menetes membasahi wajah tampannya. Bukan hanya Rania, dia juga memikirkan bagaimana keadaan putrinya saat ini. Dia berharap agar istri dan anaknya baik-baik saja dan mereka bisa berkumpul lagi seperti sebelumnya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2