Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku

Terpaksa Menjadi Ibu Sambung Putri Sahabatku
Part 47


__ADS_3

Mila tersenyum sinis karena rencananya berjalan dengan lancar. Setelah Rania menikah dengan Randy, dan menyerahkan restorannya kepada Mila. Dari sana Mila selalu menyeludupkan sebagian barang masuk ke restoran. Awalnya Mila memang tidak ada niat untuk mengkhianati Rania. Namun, karena Rania menikah dengan Randy membuat Mila murka dan menjadikan Rania sebagai musuhnya.


Bukan hanya ingin membuat restoran Rania bangkrut. Akan tetapi Mila ingin mencelakai Rania seperti dia mencelakai Tika. Karena baginya setiap orang yang menghalanginya mendapatkan Randy adalah musuh besarnya.


"Kau memang bodoh Rania, kau sama saja dengan sahabatmu itu. Bukan hanya bodoh, tapi kau juga terlalu mudah di bohongi," ucap Mila tersenyum sinis sambil menghitung uang pembagiannya dengan supir truk itu.


"Aku rasa ini terlalu sedikit. Aku juga sudah lelah pura-pura baik di depan wanita bodoh itu. Apa perlu aku menghabisinya secepatnya?" gumam Mila berpikir.


"Baiklah! aku akan menyingkirkannya secepatnya. Sekalian saja dengan bayi itu, biar aku bisa mendapatkan Randy dengan bebas," ucap Mila tersenyum puas sambil membayangkan kebahagiaannya bersama Randy kelak.


"Permisi nyonya," ucap salah satu karyawan wanita menghampiri Mila.


"Kamu kalau masuk apa gak bisa ketik pintu dulu? jadi karyawan gak ada tata kramanya sedikitpun," ucap Mila kesal menatap karyawan itu.


"Maaf, nyonya!" ucap karyawan itu menunduk.


"Ada apa?" tanya Mila ketus.


"Maaf, Nyonya! apa barang yang masuk sudah di cek? Salah satu koki kita mengatakan ada barang yang kadaluarsa yang masuk ke dapur," ucap wanita itu.


"Barang kadaluwarsa?" gumam Mila berpikir.


"Baiklah! biar aku cek dulu," ucap Mila bangkit dari duduknya.


Dia berlahan berjalan menuju gudang penyimpanan barang di ikuti oleh karyawan itu. Mila melihat jika jam sudah menunjuk ke pukul tujuh malam. Sebenarnya Mila malas untuk melakukan itu, akan tetapi dia takut jika Rania tau dan memeriksa barang yang ada di gudang. Bisa-bisa kelakuannya bisa ketahuan saat itu juga.


"Produk apa yang kadaluwarsa?" tanya Mila sesampainya di dalam gudang.


Karena tidak ada jawaban, Mila langsung menatap ke belakang. Namun, dia tidak melihat karyawannya di sana.

__ADS_1


"Di mana dia? dasar karyawan tidak tau diri. Untung saja ada Rania. Kalau tidak kau sudah aku pecat," oceh Mila kesal.


Brak...


Tiba-tiba pintu gudang tertutup sendiri. Mendengar itu Mila langsung terkejut dan merasakan ada sesuatu yang aneh. Dia merasakan jika seluruh tubuhnya merinding. Namun, Mila berusaha menahan takutnya dan menepis semua pikirannya.


"Siapa di sana?" tanya Mila mendekati pintu itu.


Jep!


Bukan hanya pintu yang tertutup, akan tetapi lampu juga mati. Sehingga membuat ruangan itu menjadi gelap gulita. Mila berusaha menelan ludahnya kasar lalu berlari menuju pintu. Dia berusaha membuka pintu itu, akan tetapi pintu itu sudah terkunci. Sehingga membuat Mila menjadi kalang kabur. Wajahnya pucat ketakutan dan juga keringatnya bercucuran dengan derasnya.


Hiks... hiks...


Di keadaan ruangan yang gelap gulita, Mila mendengar suara seorang wanita sedang menangis. Mendengar itu jantung Mila semakin bertedak dengan kencangnya.


Oek.. Oek...


"Siapa? siapa kalian?" tanya Mila dengan suara serak karena ketakutan.


"Hiks... Hiks... Kenapa kau membunuhku? kenapa kau membunuhku?" Suara tangisan wanita yang sangat dia kenal terdengar jelas di telinganya.


Mendengar suara wanita itu jantung Mila rasanya ingin berhenti berdetak. Di tambah lagi dengan suasana yang begitu menegangkan, sehingga membuat Mila menjadi semakin ketakutan.


"Siapa kau? aku tidak mengerti apa yang kau maksud?" tanya Mila menelan ludahnya kasar.


Ha... ha.... ha...


Tiba-tiba suara tangisan tadi berubah menjadi suara tawa yang sangat mengerikan. Di tambah lagi suara barang-barang yang berjatuhan membuat Mila semakin ketakutan.

__ADS_1


Ha... ha... ha....


Berlahan suara tawa itu beralih menjadi suara tawa anak-anak yang sedang bermain. Bukan hanya suara tawa, akan tetapi kali ini Mila melihat bayangan anak perempuan sedang berlarian di dalam gudang itu.


"Haa!! Tolong! siapa yang ada di luar sana tolong aku," teriak Mila menjerit ketakutan ketika melihat bayangan anak kecil bergaun putih itu.


"Ha... ha... Apa kau takut? katakan, apa tujuanmu membunuhku?" suara wanita yang terdengar sangat menyeramkan itu kembali mengenai di dalam gudang itu.


"Maafkan aku! aku membunuhmu karena kau merebut Randy dariku. Karena kehadiranmu aku tidak bisa mendapatkan Randy lagi," ucap Mila sambil gemetar ketakutan.


"Aku tidak menyangka jika ada manusia segila kamu. Seharusnya kau mengoreksi dirimu, bukan malah membuat suamiku semakin membencimu," suara menyeramkan itu kembali mengenai di ruangan itu.


"Kau memang manusia berhati iblis! jadi rasakan pembalasanku," teriak wanita itu di iringi asap putih yang memenuhi gudang itu.


Brakkk....


Ha... ha...


Suara benda-benda yang berjatuhan, dan juga suara tawa anak-anak yang berlarian di ruangan itu membuat Mila semakin ketakutan. Sampai-sampai Mila tidak sadar jika air bening mengalir dari selangkangannya.


Ha... ha... ha....


Suara tawa yang menyeramkan itu terdengar semakin dekat, dan menakutkan. Mila terus berusaha membuka pintu, dengan tangan gemetar dan juga keringat yang bercucuran.


Ha.... ha....


Suara tawa anak-anak itu terus menggema, di sertakan angin kencang yang berhembus.


"Arghhh" teriak Mila ketika melihat seorang wanita bergaun putih dan juga wajah yang menyeramkan di depannya. Dengan seketika tubuhnya terasa lemah dan ambruk seketika di lantai.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2