
Badan hanya belilitkan handuk sebatas pinggang saja. Handuk kecil mengusap-usap rambut yang masih basah sehabis keramas. Hembusan nafas kepasrahan mendera jiwaku, ketika Dilla masih bermalasan sibuk dengan alam mimpinya. Kaos oblong dengan celana pendek mulai menutupi tubuh.
Tidak tahan lagi sama perut yang mulai melilit minta diisi. Untung saja sebelum datang ke apartement membeli beberapa makanan, sayur, air mineral, dan beberapa snack. Membuka kulkas, memilih beberapa sayuran dan beberapa bahan lainnya, yang bisa memudahkan diri ini cepat menyajikan. Mungkin telur adalah jalan ninja agar cepat memakannya.
"Aaah, mau masak apa lagi, ya? Masak hanya telur dadar saja," terlihat ada sosis dan beberapa ikan.
"Mungkin itu saja yang kumasak. Lebih praktis dan cepat."
Memasak bukan hanya tugas istri, suami juga harus pintar dalam urusan yang satu ini. Apalagi jika istri mengalami kondisi fisik yang membuatnya tidak dianjurkan untuk melakukan aktivitas berat. Dilansir dari momen ketika istri membutuhkan uluran tangan suami, yaitu bisa jadi ketika sakit, sibuk sama aktifitas rumah tangga.
Berbagi Tugas Rumah Tangga, Perlu Dilakukan atau Tidak? Momen ini juga jadi alasan tugas memasak bukan hanya dilimpahkan kepada istri, apalagi jika istri juga ikut bekerja mencari nafkah. Untuk itu, menjadi penting untuk suami membantu memasak.
Suara spatula mulai mengoncangkan wajan. Jari-jari mulai lincah menjuput garam, micin, dan tak lupa penyedap. Asap dan aroma dari bumbu masakan, mulai membuat hidung tergiur ingin segera mencicipi.
"Utuh ... tuh, sudah main sibuk masak aja nih."
"Eeh, kamu sudah bangun ternyata."
Bajunya bikin mata terbelalak dengan bahan tipis. Pasti tergoda ingin melihatnya terus, namun lauk yang dimasak harus diperhatikan lebih, agar tidak gosong.
__ADS_1
"Wah, bau kamu sudah harum saja." Dilla mengoda dengan mencium leher belakang.
"Isssh, jangan aneh-aneh begini. Masakan jadi tidak enak nanti," Cuma alasan saja mulut ini, yang padahal ingin ketagihan diperlakukan begitu lagi.
"Bau kamu beneran wangi banget lho," Mengacak-acak rambut yang masih setengah basah.
"Tadi habis tidur langsung mandi, makanya wangi."
Posisi Dilla memeluk dari belakang. Sikapnya sangat ingin dimanja olehku.
Tabiat manja yang dimiliki istri merupakan suatu anugerah yang Allah Swt karuniakan kepada kaum istri, sebagai penyeimbang sifat lembut dan sifat penyayangnya. Sebab perempuan adalah (calon) ibu yang kelak akan menjadi sosok pelindung yang mengayomi anak-anaknya.
"Bukan tidak boleh. Tapi apa tidak lihat aku lagi masak. Memang kamu mau rasanya pahit semua lauk dan tidak enak efek gosong atau kurang bumbu?" Menjelaskan agar dia memahami.
"Tapi aku tidak mau makan, tapi mau kamu," celotehnya semakin manja macam anak kecil.
Jadi merinding sendiri kalau sifat Dilla yang manja keluar. Api kompor kumatikan. Berbalik badan merangkulnya balik. Mata kami saling berpandangan.
"Isssh, mandi sana gih. Lihat sangat berantakan sekali muka kamu. Kalau begini, tidak mengairahkan sebab kamu jelek," balik mengodanya.
__ADS_1
Terlihat rambutnya yang biasanya rapi kini telah berantakan.
Sifat manja pada diri istri adalah hal yang sangat dominan, akan tetapi meski begitu istri tidak baik jika memiliki sifat manja yang terlalu berlebihan. Perilaku manja pada tiap-tiap istri pasti tidaklah sama.
Seorang istri sudah selayaknya bersikap manja kepada suaminya, tapi tidak perlu di atas batas kewajaran. Sebab, sikap manjanya istri yang berlebihan justru akan menyusahkan suami.
"Ayo pergi sana, gih. Mandi dan berias sedikit, agar istriku yang cantik ini bisa tambah menarik," Kucium bibir lembutnya itu.
"Hhh, iya dech. Tapi makanannya nanti jangan dihabiskan. Awas, kalau kamu makan semua."
"Aku bukan orang yang rakus, sayang. Mana ada suami yang tega melihat istrinya kelaparan. Jadi pergi sono gih."
"Hmm, iya ... iya!" Dengan cekatan dia mencium pipi sebelah kiri dan langsung berlari.
"Haist, mulai bisa nakal juga ya kamu." Spatula kutunjuk kearahnya, kalau dekat saja sudah kena getok.
Salah satu kriteria laki-laki romantis dan manis, yang belakangan ini jadi impian banyak perempuan adalah mereka yang bisa masak. Laki-laki yang pintar masak akan terlihat lebih seksi di mata wanita.
Memasak disini yang sederhana. Tetapi jika melihat serangkaian gambaran makanan yang tersedia sangat ingin cepat memakannya, tentu pandangan itu jadi berubah terus menyelerakan. Sementara bagian terbaiknya adalah makanan itu tidak hanya enak tetapi juga sehat dan semuanya disiapkan sendiri oleh diriku.
__ADS_1
"Ihhh, kenapa aku jadi merinding begini, ya? Kalau Dilla bersikap aneh akibat manja. Takutnya kalau berlebihan, malah aku yang akan selalu kalah dalam hempasan diranjang," bathin hati sedang membayangkan.